Feature

Mahasiswa STITM Lumajang Bagikan Kado Ramadan

424
×

Mahasiswa STITM Lumajang Bagikan Kado Ramadan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Muhammadiyah Lumajang mengadakan kajian dan membagikan kado Ramadan, Selasa (10/3/2026).
Kuliah Ramadan STIT Muhammadiyah Lumajang menghadirkan pembicara Dicky Maulana dihadiri 40 peserta. (Tagar.co/Aghnina)

Tagar.co – Mahasiswa STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Muhammadiyah Lumajang mengadakan kajian dan membagikan kado Ramadan, Selasa (10/3/2026).

Acara diikuti oleh mahasiswa semester 2 hingga 8. Sebagai pembicara kegiatan ini dosen Dicky Maulana, dihadiri 40 peserta.

STIT Muhammadiyah mengumpulkan kado Ramadan dari program sedekah dan zakat. Ada lima penyalur zakat di kampus ini. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kegiatan sosial mahasiswa selama bulan Ramadan.

Dicky Maulana menjelaskan program Ramadan di kampus ini berjalan baik. Hanya pembuatan konten Ramadan seperti tausiah, fotografi, tahfiz, dan mengaji yang terwujud. ”Padahal banyak mahasiswa yang memiliki potensi di bidang tersebut,” katanya.

Ia menilai ke depan perlu dibentuk tim khusus agar potensi mahasiswa dapat dikelola dan dikembangkan dengan lebih baik.

“Banyak potensi dari teman-teman di bidang tausiah, fotografi, tahfiz, dan ngaji. Semoga ke depan potensi yang kita gali bisa dikembangkan lebih baik,” sambungnya.

Dia mengingatkan, setiap usaha yang dilakukan selama Ramadan tidak akan sia-sia. Ibadah puasa memiliki keutamaan karena pahalanya langsung oleh Allah Swt.

Baca Juga:  Hari Terakhir Ramadan

“Apa yang kalian lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apalagi di bulan Ramadan, pahala puasa itu Allah sendiri yang menjanjikan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dalam kehidupan apa yang diinginkan tidak selalu sesuai dengan harapan. Kondisi tersebut justru dapat menjadi pelajaran yang membawa hikmah dan kebaikan bagi kehidupan seseorang.

Masalah yang muncul dalam sebuah kegiatan, sambung dia, tidak selalu berdampak buruk. Dari masakah itu Allah bisa membuka jalan lain yang lebih baik.

Memasuki pekan akhir Ramadan, dia mengingatkan, ini kesempatan penting untuk memperbanyak ibadah serta melakukan refleksi diri.

Surah Al-Baqarah: 183 menyeru orang-orang yang beriman yang menegaskan kewajiban puasa ditujukan kepada orang-orang yang memiliki iman.

”Di hari-hari terakhir Ramadan mari merenungkan apakah ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

”Banyak orang melewati Ramadan berkali-kali, namun tidak semuanya mampu mengambil pelajaran dari bulan tersebut,” tambahnya. (#)

Jurnalis Aghnina Fiddaroin, Herid Fadila, Hubaib Shiddiqi Penyunting Sugeng Purwanto