
Kesetiaan adalah kunci rumah tangga bahagia. Bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh bersama dalam cinta, komitmen, dan iman. Sakinah, mawadah, rahmah adalah hasil dari kesabaran dan usaha bersama.
Oleh Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PCM Bergas, Kabupaten Semarang.
Tagar.co – Kesetiaan dalam pernikahan bukan sekadar bertahan dalam ikatan, tetapi sebuah perjalanan yang penuh makna untuk meraih rumah tangga sakinah, mawadah, dan rahmah. Sebagaimana dalam gambar yang menggambarkan pasangan tua yang tetap mesra, hubungan mereka pasti telah melalui berbagai ujian, tetapi tetap kokoh dalam ikatan yang dilandasi kesetiaan dan ketulusan.
Perspektif Psikologi: Kesetiaan sebagai Kunci
Dalam psikologi, pernikahan yang langgeng bukan hanya didasarkan pada rasa cinta, tetapi juga komitmen, penghargaan, dan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi sepanjang hidup. Menurut teori Triangular Theory of Love dari Robert Sternberg, cinta sejati terdiri atas tiga elemen utama:
- Intimacy (kedekatan emosional) – Pasangan yang setia membangun kedekatan emosional yang mendalam. Mereka saling memahami, menerima perbedaan, dan mendukung satu sama lain dalam keadaan apa pun.
- Passion (gairah atau ketertarikan) – Seiring waktu, gairah mungkin berubah, tetapi komitmen dan usaha untuk saling membahagiakan tetap menjadi perekat utama hubungan.
- Commitment (komitmen) – Inilah yang membedakan hubungan yang sekadar bertahan dengan hubungan yang berkembang. Komitmen mendorong pasangan untuk tetap setia meskipun menghadapi perbedaan dan ujian dalam rumah tangga.
Baca juga: Setan Dibelenggu, Mengapa Masih Ada yang Bermaksiat di Bulan Ramadan?
Kesetiaan juga berkaitan dengan teori investasi dalam hubungan, di mana semakin banyak waktu, emosi, dan usaha yang diinvestasikan dalam pernikahan, semakin besar kemungkinan pasangan untuk mempertahankannya dengan penuh tanggung jawab.
Perspektif Islam: Kesetiaan sebagai Cermin Iman dan Harga Diri
Dalam Islam, kesetiaan dalam rumah tangga adalah bagian dari akhlak yang mulia dan tanda ketaatan kepada Allah. Allah berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum 21)
Ayat ini menunjukkan bahwa pernikahan bukan sekadar hubungan fisik, tetapi ikatan yang penuh ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat (rahmah).
Nabi ﷺ juga bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (H.R. Tirmizi)
Kesetiaan kepada pasangan adalah wujud penghormatan dan harga diri seseorang. Mereka yang setia memahami bahwa hubungan pernikahan adalah amanah yang harus dijaga dengan sepenuh hati.
Menjaga Kesetiaan dalam Rumah Tangga
- Komunikasi yang Baik – Sering kali masalah dalam pernikahan muncul karena kurangnya komunikasi. Bicarakan setiap perasaan dan perbedaan dengan penuh kedewasaan.
- Mengutamakan Akhlak dan Ketakwaan – Rumah tangga yang dibangun atas dasar iman akan lebih kuat menghadapi ujian. Ketakwaan akan menjaga pasangan dari godaan dan kecurangan.
- Menghargai Pasangan – Kesetiaan tidak hanya berarti tidak menduakan, tetapi juga menghargai kehadiran pasangan, mendukungnya, dan membuatnya merasa berharga.
- Bersabar dan Saling Menguatkan – Tidak ada pernikahan tanpa ujian. Kesabaran dan usaha bersama adalah kunci untuk menghadapi segala tantangan.
Kesimpulan
Kesetiaan dalam pernikahan adalah harga diri, bukan sekadar keterpaksaan. Pernikahan yang bertahan hingga akhir hayat adalah hasil dari usaha yang berkelanjutan untuk saling memahami, menghargai, dan menjaga amanah Allah. Sebagaimana dalam gambar, pasangan yang setia hingga tua bukanlah karena mereka tidak pernah memiliki masalah, tetapi karena mereka selalu menemukan alasan untuk tetap bersama.
Semoga kita semua dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












