Feature

Kajian HPT Dikdasmen PCM Gresik Kupas Tips Bina Keluarga

47
×

Kajian HPT Dikdasmen PCM Gresik Kupas Tips Bina Keluarga

Sebarkan artikel ini
Manajemen konflik, tips komunikasi, dan cara membangun keluarga sakinah dikupas pada kajian rutin bagi pendidik di bawah naungan Majelis Dikdasmen-PNF PCM Gresik.
Wakil Ketua PDM Gresik Anas Thohir mengisi kajian HPT untuk guru-karyawan SD Mugres dan Spemutu. (Tagar.co/Abizar Purnama)

Manajemen konflik, tips komunikasi, dan cara membangun keluarga sakinah dikupas pada kajian rutin bagi pendidik di bawah naungan Majelis Dikdasmen-PNF PCM Gresik.

Tagar.co – Puluhan guru dan karyawan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan Kampus B, serta SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) mengikuti kajian rutin oleh Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik, Jumat siang (12/09/2025). Kali ini, temanya  “Ahwal Syakhsiyah: Membina Keluarga” sebagai bagian dari pembahasan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.

Bertempat di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik, Jalan KH Kholil 90 Gresik, kajian ini menghadirkan narasumber Anas Thohir, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Ia terkenal piawai menguraikan nilai-nilai Islam secara aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tampak hadir pula Ketua PCM Gresik Drs. M. Sholichin, M.Pd. bersama Ketua Dikdasmen-PNF PCM Gresik Dr. Sukaris, M.S.M.

Dalam paparan awal, Anas menekankan, keluarga merupakan salah satu nikmat terbesar Allah bagi setiap hamba. Allah menurunkan kasih dan sayang-Nya kepada keluarga dengan berbagai cara.

Baca Juga:  Capaian Gemilang Siswa Spemdalas Alesha Sabrina Sakhi di Ajang Panahan Tingkat Provinsi

“Kasih Allah diberikan kepada semua manusia, tetapi sayang Allah tidak untuk semua. Rasa sayang itu diberikan kepada orang-orang pilihan yang mau menjaga aturan-Nya. Maka, keluarga yang ingin mendapatkan keberkahan harus berusaha menjaga hubungannya dengan Allah dan sesama anggota keluarga,” jelas Anas.

Lebih lanjut, Anas menguraikan makna sakinah dalam keluarga, yakni keadaan tenteram, damai, dan penuh ketenangan yang pasangan suami-istri serta anak-anak rasakan. Menurutnya, sakinah bukanlah sesuatu yang otomatis hadir, melainkan harus diupayakan dengan kesungguhan.

Ada beberapa langkah meraih sakinah: menyamakan visi-misi keluarga (min nafsi wahidah), membuat kesepakatan, dan menegakkan lima pilar keluarga, yakni komunikasi, kebersamaan, transparansi, tanpa perpecahan, serta zikrullah.

Sakinah mawaddah warahmah adalah anugerah Allah. Tugas kita adalah menjemputnya dengan ikhtiar. Keluarga yang istiqamah dengan zikrullah, menjaga komunikasi, dan saling terbuka akan lebih mudah mendapat ketenteraman,” tegasnya.

Prinsip Komunikasi Islam

Anas juga mengupas enam prinsip komunikasi Islam yang menjadi panduan dalam interaksi keluarga. Yaitu qaulan sadida (perkataan benar), qaulan ma’rufa (perkataan baik), qaulan layyinah (perkataan lembut), qaulan maisura (perkataan mudah), qaulan baligha (perkataan efektif), dan qaulan karimah (perkataan mulia).

Baca Juga:  Strategi Muhammadiyah Bojonegoro Menembus Batas Tradisional lewat Layar

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi fondasi utama keharmonisan keluarga. “Bila komunikasi sehat, banyak masalah bisa terselesaikan sebelum membesar,” tambah Anas.

Ia menegaskan, setiap keluarga pasti memiliki perbedaan. Baik antara suami dan istri, maupun dengan anak-anak yang sedang tumbuh. Anas menekankan pentingnya memahami perbedaan usia, karakter, dan kebutuhan.

Ia juga memberikan “resep” menjaga keharmonisan, yaitu dengan mengungkapkan keinginan dengan jelas, berempati, berbaik sangka, berdiskusi, serta bersikap terbuka. Bila konflik tak terhindarkan, sikap yang harus mereka tempuh ialah lapang dada, menahan emosi, menghindari gengsi, memposisikan diri seakan yang salah, serta meyakini setiap masalah pasti ada solusinya.

Kajian yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu berakhir dengan doa bersama. Para peserta terlihat antusias dan banyak yang mencatat poin-poin penting dari materi yang tersampaikan.

Baca Juga: PCM Gresik Puji Upacara HUT Ke-80 RI di SD Mugres Kampus B

Pendidik dari Keluarga Harmonis

Bagi SD Mugres dan Spemutu, kegiatan seperti ini tidak hanya sekadar menambah wawasan agama, tetapi juga memperkuat komitmen bahwa pendidik yang baik berawal dari keluarga yang harmonis. Sebab, keluarga adalah madrasah pertama dan guru adalah teladan.

Baca Juga:  Perkedel Bergizi, Ikhtiar Mahasiswa Stikes Maboro Cegah Stunting

Sebagai koordinator panitia, Hadi Purnomo, S.Pd., Kepala Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kajian ini. Menurut Hadi, guru dan karyawan tidak hanya berperan di sekolah, tetapi juga sebagai orang tua dan anggota keluarga.

“Melalui kajian HPT dengan tema Ahwal Syakhsiyah ini, kami berharap semua peserta mendapat bekal ilmu yang langsung bisa terealisasikan dalam keluarga masing-masing. Jika keluarga para pendidik sakinah, insya Allah energi positif itu juga menular ke sekolah,” ujar Hadi. (#)

Jurnalis Abizar Purnama Penyunting Sayyidah Nuriyah