FeatureUtama

Indonesia Tegaskan Solusi Dua Negara, Prabowo Ajak Dunia Akhiri Tragedi Gaza

37
×

Indonesia Tegaskan Solusi Dua Negara, Prabowo Ajak Dunia Akhiri Tragedi Gaza

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan pidato Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Senin, 22 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyerukan penghentian perang di Gaza dan mengutuk kekerasan terhadap warga sipil. Indonesia siap berkontribusi, bahkan dengan mengirim pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.

Tagar.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri High-Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution atau Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).

Baca juga: Prabowo, Palestina, dan Israel: Diplomasi Moderat di Tengah Geopolitik Panas

Konferensi yang dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi ini menjadi forum penting komunitas internasional untuk meneguhkan kembali komitmen global terhadap solusi dua negara sekaligus menggalang dukungan nyata bagi implementasinya.

Indonesia hadir dengan peran sentral sebagai salah satu anggota core group yang mengawal proses perdamaian tersebut.

Posisi Indonesia di Panggung Global

Kehadiran Presiden Prabowo di ruang sidang Majelis Umum PBB menegaskan konsistensi Indonesia memperjuangkan kemerdekaan dan pengakuan Negara Palestina. Jumlah pembicara dibatasi hingga 33 negara dan organisasi internasional, dengan prioritas bagi anggota core group. Presiden Prabowo mendapat giliran berbicara pada urutan ke-5 setelah Yordania, Turkiye, Brasil, dan Portugal.

Baca Juga:  Wafatnya Khamenei, Bangkitnya Turki, dan Masa Depan Palestina

Konferensi ini dibuka dengan pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-80 Annalena Baerbock, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyampaikan pernyataan melalui video dari Palestina.

Pidato Presiden Prabowo

Dalam mengawali pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi atas kepemimpinan mereka dalam menyelenggarakan pertemuan penting ini.

Ia kemudian menyoroti tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.

“Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa,” ucapnya, dikutip dari Setkab.

Presiden menegaskan bahwa tanggung jawab historis masyarakat internasional bukan hanya menyangkut masa depan Palestina, tetapi juga masa depan Israel serta kredibilitas PBB. Menurutnya, solusi dua negara adalah jalan satu-satunya menuju perdamaian.

“Oleh karena itu, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” tegasnya.

Baca Juga:  Tujuh Sikap Muhammadiyah untuk Krisis Timur Tengah

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan kesediaan Indonesia mengakui Israel dengan satu syarat:

“Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” katanya.

Pengakuan Negara Palestina dan Deklarasi New York

Presiden juga menekankan pentingnya New York Declaration sebagai jalur damai dan adil menuju penyelesaian konflik. Ia mengapresiasi langkah sejumlah negara besar yang telah mengakui Palestina, termasuk Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal.

“Pengakuan Negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar. Bagi mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak berhenti,” tuturnya.

Menurut Presiden, penghentian perang di Gaza harus menjadi prioritas utama dunia internasional. Indonesia pun siap berkontribusi aktif, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.

“Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kita siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kita bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” ujarnya.

Baca Juga:  Gentengisasi: Antara Estetika, Politik, dan Realitas Rakyat

Kehadiran Delegasi Indonesia

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam konferensi tersebut, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Umar Hadi.

Kehadiran Presiden Prabowo di antara para pemimpin dunia mencerminkan tekad Indonesia untuk terus mengawal isu Palestina hingga terwujud solusi damai, permanen, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Palestina. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni