
HUT pertama Tempeh Community Independent dirayakan sederhana di tempat wisata desa. Mempertemukan kalangan muda dan orang tua.
Tagar.co – Mentari belum tegak di atas Wisata Sumbertiyo, Desa Tempeh Tengah, Lumajang, Ahad (27/7/2025). Suara gamelan dari Sanggar Asmara Loka mengalun pelan. Musik campur sari menyapa pagi, menyambut tamu-tamu yang datang ke tempat wisata di bawah kebun bambu.
Mereka disambut anak-anak muda dengan gembira dan antusias. Anak-anak ini anggota Tempeh Community Independent (TCI) yang sedang punya gawe HUT pertama.
Hari itu, TCI genap berusia satu tahun. Masih belia, tapi semangatnya telah melampaui usia. Dalam balutan sederhana, perayaan berlangsung dari pukul 10.00 hingga jelang Zuhur. Tak ada panggung megah, tapi ada kekuatan: kekompakan.
Beberapa nama besar turut menyaksikan hari bahagia itu. Ir. Paiman, Asisten Sekkab Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lumajang.
Hj. Heri Nani Hariyati, anggota DPRD. Camat Tempeh Abdillah Irsyad, Kepala Desa Tempeh Tengah, Muhammad Mansyursyah, Kepala Dusun Krajan Timur Muh. Faisol, dan undangan lainnya. Semuanya melebur bersama para pemuda Tempeh.
Karang Taruna dari berbagai desa hadir merapat. Ada Bhirawa Anoraga Tempeh Tengah, Arutala Besuk, Tunas Desa Lestari Jokarto, hingga KIM Permata Abadi, dan KIM JMC Jokarto.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Jember dan UIN Jember juga ikut terlibat aktif memberi warna baru dalam kebersamaan.

Ketua Umum TCI, Firdaus Eko S., berdiri di atas tanah yang dulunya gersang dan tak dikenal orang luar. Kini Wisata Sumbertiyo mulai bersinar. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan yang berjalan lancar.
“Alhamdulillah, setahun ini bukan waktu yang singkat. Banyak tantangan, tapi lebih banyak lagi kebersamaan dan karya yang lahir dari Tempeh Community Independent,” katanya.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tempeh Tengah, terutama BUMDes Srikandi, yang telah mendukung kegiatan ini dan mengizinkan pemanfaatan lokasi di Wisata Sumbertiyo.
Ia juga mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat, terutama Ketua Panitia M. Robby yang telah mengerahkan waktu dan tenaga untuk menyukseskan acara.
“Melalui tema Setahun Bersatu, Bergerak, Berkarya, kami ingin menegaskan bahwa TCI akan terus hadir sebagai wadah pemuda yang siap mendukung potensi wisata, budaya, dan pemberdayaan masyarakat desa di seluruh Kecamatan Tempeh. Semoga ke depan anggota semakin bertambah, semangat semakin kuat, dan manfaat TCI semakin luas dirasakan,” tambahnya.
Firdaus juga menegaskan, pembiayaan kegiatan HUT pertama TCI ini berasal dari iuran kas bulanan anggota, tanpa sponsor besar. ”Inilah semangat kami berdikari dan bergotong royong,” ujarnya.
Juga berterima kasih kepada Lazismu Lumajang yang selama ini telah bekerja sama dalam kegiatan bakti sosial membantu warga Tempeh duafa. “Kolaborasi seperti ini membuat kerja-kerja kecil kami jadi lebih bermakna,” katanya.
Dia pun mengapresiasi media partner Tagar.co, yang selama ini konsisten memberitakan setiap gerak langkah TCI.
”Bagi kami, media bukan sekadar penyampai kabar, tapi bagian dari semangat. Terima kasih kepada Tagar.co yang selalu membersamai dan menyebarkan energi positif dari komunitas kecil kami,” ucapnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, TCI juga menyerahkan bantuan tempat sampah untuk Wisata Sumbertiyo. Sebuah langkah kecil, tapi bermakna, untuk mendukung kebersihan dan keindahan lokasi wisata.
”Semoga dengan adanya bantuan ini, Wisata.Sumbertiyo bisa semakin asri, indah, dan menjadi destinasi favorit warga Tempeh dan sekitarnya,” tutup Firdaus.
Di tengah suasana yang bersahaja, karawitan terus mengalun. Seakan menyampaikan pesan: ini baru permulaan. Satu tahun bukan akhir. Tapi pijakan awal menuju pengabdian yang lebih besar.
Ketika acara ditutup dengan tawa dan pelukan, yang tertinggal di udara Sumbertiyo bukan hanya suara gamelan tapi harapan. Bahwa dari tanah Tempeh, cahaya bisa menyebar. Dan TCI, adalah salah satu lentera kecilnya. (#)
Jurnalis Kuswantoro, Firdaus Eko S. Penyunting Sugeng Purwanto












