Feature

Generasi Penjaga Martabat Bahasa: Duta Bahasa Nasional 2025 Resmi Dinobatkan

58
×

Generasi Penjaga Martabat Bahasa: Duta Bahasa Nasional 2025 Resmi Dinobatkan

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin bersama para finalis Duat Bahasa (Tagar.co/Istimewa)

Dari panggung malam penganugerahan, lahir generasi muda Duta Bahasa 2025 yang bukan hanya fasih berbahasa, tetapi juga teguh menjaga martabat bangsa melalui bahasa.

Tagar.co — Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2025, di Jakarta, Jumat 12 September 2025, menjadi panggung kebanggaan bagi 31 pasang finalis dari seluruh provinsi di Indonesia.

Mereka tampil bukan sekadar sebagai peserta lomba, tetapi sebagai wajah muda bangsa yang membawa misi menumbuhkan kepedulian, kecintaan, sekaligus kebanggaan pada bahasa dan sastra Indonesia.

Acara berlangsung meriah, menampilkan berbagai bakat finalis mulai dari wicara publik, penguasaan bahasa asing, hingga kepedulian terhadap isu-isu kebahasaan dan kesastraan.

Bahasa sebagai Cermin Peradaban

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan cermin peradaban bangsa.

“Bahasa Indonesia sudah digunakan oleh hampir 280 juta orang dan keberadaannya menjadi representasi peradaban yang makin dewasa. Namun, perkembangan bahasa akan selalu ditentukan oleh capaian kita dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Baca Juga:  Mendikdasmen Menyalakan Optimisme dari Masjid Agung Ruhama Takengon

Atip juga mengingatkan para Duta Bahasa agar menjadi teladan dalam mengamalkan Trigatra Bangun Bahasa: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

“Kalau itu bisa dilaksanakan dengan baik, bahasa Indonesia akan makin tumbuh, berkembang, dan mendunia,” tambahnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Hafidz Muksin (Tagar.co/Istimewa)

Komitmen Generasi Muda

Penganugerahan ini tidak hanya sekadar seleksi untuk memilih sepuluh terbaik dan satu terfavorit, tetapi juga simbol komitmen generasi muda dalam menjaga martabat bahasa.

Duta Bahasa Nasional 2025 diharapkan menjadi wajah baru diplomasi bahasa Indonesia, menyapa dunia tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menegaskan tujuan besar pemilihan Duta Bahasa Nasional.

“Pemilihan Duta Bahasa Nasional bertujuan untuk memilih generasi yang mampu melaksanakan tugas pemasyarakatan kepedulian, kecintaan, dan kebanggaan pada bahasa serta sastra Indonesia. Mereka juga diharapkan dapat melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan perannya sebagai generasi pejuang bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Duta Bahasa harus membawa semangat Trigatra Bangun Bahasa.

“Dengan penampilan para Duta Bahasa, saya yakin dunia tidak hanya berguncang, tetapi juga akan menari dengan kreativitas mereka,” ucap Hafidz optimis.

Baca Juga:  Bug Bounty 2026 Dibuka, Kemendikdasmen Ajak Talenta Muda Perkuat Keamanan Siber Pendidikan
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat bersama paara juara (Tagar.co/Istimewa)

Proses Panjang dan Seleksi Ketat

Sebelum mencapai malam puncak, para finalis mengikuti pembekalan daring pada 20–23 Agustus 2025, dilanjutkan dengan penilaian luring 8–12 September 2025. Mereka mendapat arahan dari pakar kebahasaan, praktisi wicara publik, hingga tokoh sastra.

“Kami harapkan mereka mampu meningkatkan jejaring kerja sama karena yang terpilih adalah putra-putri terbaik dari seluruh provinsi. Mereka akan berbagi pengalaman, praktik baik, dan wawasan dalam rangka pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa,” jelas Hafidz.

Penilaian mencakup kemampuan berbahasa asing, teknik wicara publik, penulisan artikel, penampilan talenta, hingga tes kepribadian dan psikologi. Hadir sebagai dewan juri kehormatan antara lain Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, Masmidah Abdul Mu’ti, serta Chacha Annisa dari Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Tiga Besar dan Harapan

Dari proses seleksi, pasangan asal Bali, I Komang Astama Wiguna dan I Gusti Ayu Chintya P., berhasil meraih predikat Terbaik I dengan penguasaan bahasa dan gagasan segar dalam literasi.

Predikat Terbaik II jatuh kepada pasangan asal Jawa Timur, Akhdan Muhammad Z. W. dan Nursan’ah Almasta G., yang menginspirasi lewat komitmen mereka dalam memasyarakatkan bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Serukan Lompatan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah

Sementara Terbaik III diraih pasangan dari DKI Jakarta, Dimas Cahya Ramadhan dan Shabrina Yasmin, yang menampilkan gagasan inovatif mengenai pelestarian bahasa dan sastra.

Meski begitu, seluruh finalis dianggap sebagai generasi yang akan terus menggelorakan semangat Trigatra Bangun Bahasa di daerah masing-masing.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025 yang membanggakan kita semuanya,” tutup Hafidz. (#)

Penyunting Mohammad Nufatoni