Feature

From Zero to Hero: Livestreaming TikTok Dorong Penjualan UMKM

59
×

From Zero to Hero: Livestreaming TikTok Dorong Penjualan UMKM

Sebarkan artikel ini
Fathir Burhanuddin Abdul Malik saat menyampaikan materi tema “From Zero to Livestreaming Hero” dalam “Youth Digital Power: From Zero to Livestreaming Hero for Small Business”, pada Ahad, 14 Desember 2025, di Botanica Garden Resto, Tulungagung, Jawa Timur. (Tagar.co/M. Ilham Nurhakim)

Tak perlu follower banyak atau peralatan mewah, livestreaming TikTok bisa jadi senjata UMKM untuk menembus pasar lebih luas. Dari nol, siapa pun bisa jadi hero digital bagi usahanya.

Tagar.coLivestreaming kini bukan sekadar hiburan di media sosial. Bagi pelaku UMKM, platform seperti TikTok membuka peluang besar untuk menjangkau pelanggan baru, meningkatkan penjualan, dan menonjolkan produk secara kreatif.

Mengantisipasi hal ini, Sakatek Kreatif Teknologi bekerja sama dengan Kemenpora menyelenggarakan “Youth Digital Power: From Zero to Livestreaming Hero for Small Business”, pada Ahad, 14 Desember 2025, di Botanica Garden Resto, Tulungagung, Jawa Timur.

Baca juga: Dari Nol ke Jago Live: Sakatek Bekali UMKM Tulungagung Kuasai Digital Marketing

Acara ini menghadirkan Fathir Burhanuddin Abdul Malik, seorang Live Streamer Songgep Koi, sebagai pemateri utama. Dalam suasana interaktif, Fathir membagikan pengalaman, strategi, serta praktik langsung pemanfaatan fitur Live TikTok sebagai sarana pemasaran digital efektif bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor ikan hias.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sakatek Kreatif Teknologi bersama Kemenpora untuk mendorong pemuda lebih adaptif terhadap teknologi digital dan mampu memanfaatkannya secara produktif dalam mengembangkan usaha. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pemuda, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga pegiat wirausaha digital.

Dalam sambutannya, Yaqin, ketua panitia, menekankan bahwa livestreaming kini telah berkembang menjadi model bisnis digital yang menjanjikan. Dengan modal relatif terjangkau, strategi tepat, dan konsistensi, livestreaming bisa meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar UMKM.

Mengawali materi, Fathir mengangkat tema “From Zero to Livestreaming Hero”. Ia menegaskan bahwa kesuksesan dalam live streaming tidak instan, melainkan melalui proses belajar, keberanian untuk memulai, dan konsistensi.

“Banyak orang takut live karena peralatan kurang bagus atau jumlah follower masih sedikit. Padahal yang paling penting adalah berani mulai dan konsisten,” ujarnya. Menurut Fathir, TikTok memberikan peluang yang adil bagi akun baru, karena algoritmanya memungkinkan konten live menjangkau audiens luas jika menghadirkan interaksi aktif dan konten menarik.

Dalam sesi utama, Fathir membahas strategi live TikTok secara bertahap. Persiapan sebelum live menjadi poin krusial, termasuk kualitas visual, pencahayaan, koneksi internet stabil, dan latar belakang bersih.

Waktu dan jadwal live yang konsisten juga penting, dengan pengalaman menunjukkan waktu paling efektif pada malam hari pukul 19.00–21.00 atau jam istirahat siang, agar audiens terbiasa dan performa akun meningkat.

Fathir juga menekankan teknik showcasing produk: menampilkan detail produk secara transparan, menggunakan wadah bening, pengambilan gambar dari jarak dekat, dan penjelasan kondisi produk agar meningkatkan kepercayaan pembeli. Ia menekankan bahwa livestreaming bukan sekadar menjual, tetapi membangun hubungan dengan penonton melalui interaksi komunikatif dan ramah. Aktivitas seperti mini games atau lelang kecil pun dapat meningkatkan engagement dan durasi tontonan.

Dalam aspek penjualan, Fathir membagikan strategi promo, mulai dari harga khusus selama live, paket bundling, hingga bonus bagi penonton yang membagikan link live. Standar packing yang baik dan garansi DOA (Death on Arrival) juga menjadi kunci membangun kepercayaan jangka panjang.

Menutup sesi, Fathir mendorong peserta untuk rutin mengevaluasi performa live melalui fitur analitik TikTok agar strategi ke depan lebih optimal. Melalui kegiatan ini, Sakatek Kreatif Teknologi bersama Kemenpora berharap lahir lebih banyak pemuda dan pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan kekuatan digital untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan menciptakan kemandirian ekonomi di era digital. (#)

Jurnalis M. Ilham Nurhakim Penyunting Mohammad Nurfatoni