Feature

Sakatek Bekali Remaja Tulungagung Keterampilan Branding dan Konten Viral untuk Dongkrak Usaha

50
×

Sakatek Bekali Remaja Tulungagung Keterampilan Branding dan Konten Viral untuk Dongkrak Usaha

Sebarkan artikel ini
Peserta pelatihan pemasaran digital yang digelar Sakatek Kreatif Teknologi di DMR Kedai Teh Tarik, Kauman, Ahad (7/12/2025).

Puluhan remaja Tulungagung mendapat pembekalan intensif mengenai cara memaksimalkan media sosial untuk pengembangan usaha dalam pelatihan pemasaran digital yang digelar Sakatek Kreatif Teknologi.

Tagar.co – Puluhan remaja Tulungagung mengikuti pelatihan pemasaran digital yang digelar Sakatek Kreatif Teknologi di DMR Kedai Teh Tarik, Kauman, Ahad (7/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB dan diikuti puluihan peserta dari berbagai kecamatan di Tulungagung, Jawa Timur.

Mereka belajar memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengembangkan usaha dan membangun branding di era ekonomi kreatif yang makin kompetitif.

Baca juga: sPelatihan Budidaya Ikan Hias Dorong Pemuda Tulungagung Produktif dan Kreatif

Pelatihan bertajuk “Optimalisasi Media Digital untuk Pengembangan Usaha dan Branding” ini menjadi bagian dari program Good Game Kemenpora, sebuah inisiatif nasional untuk memperkuat kompetensi digital dan kewirausahaan pemuda. ‘

Dua mentor utama dari Sakatek, M. Wildan Maulana dan Alfirdaus, hadir membawakan materi. Acara juga dihadiri H. Khamim, Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung sekaligus pembina Sakatek, serta Suwanto dari Dinas Pemuda dan Olahraga Tulungagung.

Baca Juga:  Takakura dan Ecobrick, Cara Siswa SMK Negeri 3 Malang Mengubah Sampah Jadi Solusi

Ketua Sakatek, M. Ilham Nurhakim, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterampilan digital bagi generasi muda. Ia menilai pemuda perlu beranjak dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta nilai ekonomi melalui kreativitas digital.

“Kami ingin pemuda Tulungagung lebih berdaya dan mampu memanfaatkan media digital secara produktif, bukan sekadar konsumtif,” ujarnya.

Konten Viral dan Strategi Hook

Sesi pertama disampaikan M. Wildan Maulana yang mengulas “Cara Nakal Bikin Konten Viral”. Ia menekankan bahwa tiga detik pertama video sangat menentukan apakah audiens akan bertahan menonton atau langsung menggulir layar.

Ia membagikan tujuh jenis verbal hook, seperti Negative Hook, Specific Audience Hook, hingga Listicle Hook, yang dapat meningkatkan atensi.

Wildan juga menjelaskan cara memanfaatkan aplikasi seperti Gemini AI, TikTok, Instagram, dan Threads untuk menggali ide konten. Ia memandu peserta memahami alur kerja kreator, mulai dari riset, pembuatan hook, editing, hingga publikasi lintas platform.

Banyak contoh yang ia berikan dekat dengan pola konsumsi konten anak muda, membuat materi semakin mudah dipahami. Viralitas, tegasnya, bukan faktor keberuntungan semata, tetapi strategi.

Baca Juga:  Takakura dan Ecobrick, Cara Siswa SMK Negeri 3 Malang Mengubah Sampah Jadi Solusi

TikTok Shop Affiliate dan Pemasaran Digital

Sementara itu Alfirdaus membahas peluang TikTok Shop Affiliate dan strategi pemasaran digital bagi pemula. Ia menjelaskan langkah-langkah teknis, mulai dari membuat akun profesional, mengoptimalkan profil, memahami algoritma FYP, memilih produk berkomisi tinggi, hingga merancang konten yang mendorong keputusan pembelian.

Menurut Alfirdaus, kunci kesuksesan pemasaran digital terletak pada konsistensi, kredibilitas, dan kemampuan membaca tren. Ia mendorong peserta memanfaatkan fitur-fitur seperti kolaborasi kreator, live shopping, dan analitik performa untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan konversi.

Dukungan DPRD dan Dispora

H. Khamim mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai langkah konkret pemberdayaan pemuda di tengah perkembangan teknologi yang cepat. Ia menilai program semacam ini dapat membuka jalur ekonomi baru bagi remaja Tulungagung.

Sementara itu, Suwanto menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung program-program kepemudaan yang mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Ia berharap pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas pemuda yang berkelanjutan. (#)

Jurnalis Eka Imbia Agus Diartika Penyunting Mohammad Nurfatoni