Feature

Friendpreneurship Baratajaya: Peduli Aceh–Sumatra dalam Kemeriahan Kostum Adat dan Mancanegara

17
×

Friendpreneurship Baratajaya: Peduli Aceh–Sumatra dalam Kemeriahan Kostum Adat dan Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Suasana entrepreneur day kelas I, Senin (8/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Halaman sekolah berubah menjadi pasar mini ketika siswa kelas 1 Sekolah Kreatif Baratajaya berjualan sambil mengenakan kostum adat dan mancanegara. Meriah, edukatif, dan penuh kreativitas.

Tagar.co — Halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya mendadak berubah menjadi pasar mini, Senin (8/12/2025). Siswa kelas I menggelar Entrepreneur Day bertema Friendpreneurship: Peduli Aceh dan Sumatra, sebuah ajang belajar berwirausaha yang dikemas kreatif melalui kegiatan berjualan sekaligus pengenalan budaya.

Sejak pagi, puluhan stan bazar berjajar rapi menyuguhkan aneka jajanan rumahan. Dari puding warna-warni, roti isi, bakso tusuk, sosis bakar, popcorn, hingga minuman segar—semuanya merupakan hasil kolaborasi siswa dan orang tua.

Tak ketinggalan, aksesori buatan tangan seperti gelang manik-manik, gantungan kunci, bros, hingga hiasan rambut ikut dipasarkan.

Baca juga: Panggung Mini Profesi: Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Wujudkan ‘Cita-citaku’

Suasana makin meriah berkat kostum warna-warni yang dikenakan para siswa. Ada yang memakai baju adat Jawa, Bali, Bugis, Dayak, hingga kebaya modern. Sebagian lainnya tampil percaya diri dengan kostum khas Jepang, Korea, Arab, India, sampai Eropa.

Baca Juga:  Wajah Baru Premanisme yang Berlindung di Balik Regulasi Perparkiran

Paduan kostum Nusantara dan mancanegara itu membuat acara terasa seperti festival budaya kecil yang hidup dan menarik.

Elly Rhadlifah Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya membuka acara Entrepreneur Day kelas I, Senin (8/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran entrepreneurship di Sekolah Kreatif. “Ini bekal untuk berwirausaha sejak dini, menanamkan kreativitas, kemandirian, dan keberanian,” ujar Andriyanti Dwi Utami, S.Pd., guru kelas I yang mendampingi siswa mempersiapkan stan.

Tepat pukul 08.00 WIB, acara dibuka dengan penuh semangat oleh Muhammad Keenan Arfa (VI Ahmad Dahlan) dan Rasya Jovia Hanindya Wicaksono (VI Yunus Anis). Suara lantang keduanya mengawali kegiatan dengan suasana ceria.

Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Elly Rhadlifah, S.H., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kreativitas para siswa. “Kalian semua calon pengusaha. Menyiapkan barang dagangan, melakukan packing, hingga menata stan seperti ini sungguh luar biasa,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah siswa.

Di tengah keramaian, para siswa tampak percaya diri menawarkan dagangan. Mereka belajar cara melayani pelanggan, menghitung harga, memberi kembalian, hingga mempromosikan produk dengan bahasa yang sopan. Aktivitas sederhana itu menjadi latihan nyata bagi pembentukan karakter dan keterampilan hidup.

Baca Juga:  PRM Medokan Semampir Matangkan Pembangunan Masjid Strategis, PWM Jatim Beri Arahan Fundraising
Pasar dadakan Entrepreneur Day kelas I, Senin (8/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Koordinator acara, Shofwan Hidayat, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan kostum adat dan luar negeri bukan sekadar pemanis acara. “Kostum ini menambah kesan kreatif sekaligus memperkenalkan keragaman budaya dunia kepada siswa,” ungkapnya sambil memantau jalannya kegiatan.

Shofwan juga menambahkan bahwa panitia acara berasal dari siswa kelas VI. “Mereka menyusun struktur panitia, menyiapkan teknis pelaksanaan, mulai dari penataan tempat, susunan acara, hingga penampilan hiburan. Ini juga menjadi pembelajaran kepemimpinan bagi mereka,” jelasnya.

Lebih dari sekadar bazar, Entrepreneur Day menjadi wahana belajar yang membangun kemandirian, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap keberagaman budaya—baik dari Indonesia maupun mancanegara. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni