Feature

FFU Bukan Sekadar Lomba, tapi Gerakan Pendidikan Muhammadiyah

24
×

FFU Bukan Sekadar Lomba, tapi Gerakan Pendidikan Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd., menyampaikan pidato pembukaan Festival Faqih Usman (FFU) ke-9 di Aula Universitas Muhammadiyah Gresik, Sabtu (1/11/2025).

Dalam pidato pembukaan FFU Ke-9 di UMG, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik M. Fadloli Aziz menegaskan pentingnya menjadikan kompetisi sebagai gerakan membangun karakter dan inovasi di sekolah Muhammadiyah.

Tagar.co – Aula Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dipenuhi usasana kehangatan pada Sabtu (1/11/2025). Ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik berkumpul mengikuti babak final Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9 Tahun 2025— ajang tahunan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik bersama Universitas Muhammadiyah Gresik yang menjadi wadah kompetisi, kolaborasi, dan inspirasi.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya FFU yang semakin berkembang dari tahun ke tahun.

Baca juga: Rektor UMG: Hall Sang Pencerah Saksi Perjuangan dan Juara FFU 2025

“Alhamdulillah, tahun ini FFU diikuti 588 peserta dari 72 sekolah Muhammadiyah di Gresik. Dari jumlah itu, 245 siswa berhasil melaju ke babak final. Mereka semua adalah bintang dari sekolah masing-masing,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta dan guru pendamping.

Baca Juga:  Teologi Kepemimpinan: Kepala Sekolah Tak Cukup Menjabat, Harus Meninggalkan Legasi

Aziz menegaskan bahwa FFU bukan sekadar ajang lomba, melainkan gerakan pendidikan untuk menumbuhkan semangat berprestasi, berinovasi, dan berakhlak mulia.

“Kita ingin tradisi berpikir kritis, kreatif, dan berkemajuan terus tumbuh di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Kompetisi bukan semata mencari juara, tapi menempah diri agar menjadi lebih baik,” tuturnya.

Tahun ini FFU Ke-9 menghadirkan delapan kategori lomba: Olimpiade Matematika, Olimpiade IPA, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, Karya Ilmiah, Duta Sekolah, Best Practice Kepala Sekolah, dan Video Pembelajaran Guru.

Semua kategori itu dirancang agar siswa, guru, dan kepala sekolah bisa menunjukkan kompetensi sekaligus memperkuat karakter.

Para peserta dan undangan memenuhi aula Universitas Muhammadiyah Gresik saat pembukaan Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9, Sabtu (1/11/2025). Acara dibuka dengan pidato Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz. (Tagar.co/Nadhirotil Mawaddah)

Inspirasi K.H. Faqih Usman

Dalam pidatonya yang hangat dan inspiratif, Aziz mengingatkan nilai perjuangan K.H. Faqih Usman — ulama dan negarawan Muhammadiyah asal Gresik yang namanya diabadikan dalam festival ini.

“K.H. Faqih Usman adalah sosok pejuang yang tulus, berilmu, dan bersemangat tinggi. Hari ini semangat beliau hidup di diri kalian. Tunjukkan bahwa kalian penerus perjuangan beliau— cerdas dalam berpikir, ikhlas dalam berjuang, dan rendah hati dalam setiap langkah,” pesan Aziz.

Baca Juga:  SDMM Mengajak Guru PAUD Se-Kabupaten Gresik Menumbuhkan Green Learning sejak Dini

Ia juga berpesan kepada para finalis agar tidak takut kalah, sebab nilai utama sebuah lomba adalah proses belajar.

“Jangan takut kalah. Karena anak-anak, khususnya yang ada di sini, semuanya adalah juara,” ujar Aziz menyemangati para finalis FFU ke-9. “Ini pialanya banyak, ada seratus lebih piala sudah disiapkan dari delapan kategori tersebut.”

Ia menegaskan, makna kemenangan sejati tidak terletak pada piala, melainkan pada semangat dan kejujuran dalam berproses. “Karena sesungguhnya orang yang kalah bukanlah orang yang gagal meraih piala, tapi yang berhenti mencoba. Dan orang yang juara bukan yang mendapat piala, tapi yang mampu menjaga semangat, kesungguhan, dan kejujuran dalam setiap usaha,” terangnya.

Aziz juga memberikan apresiasi tinggi kepada guru dan kepala sekolah yang telah mendampingi siswa hingga tahap final. Ia mencontohkan beberapa madrasah kecil seperti MI Muhammadiyah Mentaras yang mampu meloloskan banyak finalis di tingkat kabupaten.

“Ini bukti bahwa madrasah juga bisa berbicara di level kompetisi Muhammadiyah. Semua ini berkat bimbingan bapak-ibu guru yang luar biasa,” tambahnya.

Baca Juga:  Majelis Dikdasmen Gresik Luncurkan 7 Program Strategis 2026, Fokus Mutu dan Sinergi Sekolah

Menutup sambutannya, Fadloli Aziz mengajak seluruh peserta menjadikan FFU sebagai ruang silaturahmi, inspirasi, dan kolaborasi.

“Mari jadikan FFU ini wadah untuk melahirkan generasi berilmu, berkarakter, dan berdaya saing. Generasi yang akan membawa Muhammadiyah Gresik semakin unggul dan berkemajuan,” pungkasnya.

Sebelum meninggalkan mimbar, Aziz menutup dengan bait puisi pendek yang membuat seluruh hadirin bertepuk tangan:

Mentari pagi menyapa ramah,
langit cerah tanda harapan.
FFU sembilan penuh berkah,
lahirkan insan berkemajuan

Suasana aula pun bergemuruh oleh tepuk tangan dan seruan semangat. Hari itu, FFU ke-9 bukan hanya perayaan kompetisi, tetapi cermin dari gerakan pendidikan Muhammadiyah yang terus melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni