Feature

Empat Golongan yang Dirindukan Surga

49
×

Empat Golongan yang Dirindukan Surga

Sebarkan artikel ini
Empat golongan yang dirindukan surga dikupas dalam pengajian PCM Lakarsantri bertempat di halaman MI Muhammadiyah 28 Jln. Raya Bangkingan Surabaya
Ustaz Fajrul Islam Ats-Tsauri mengisi pengajian Ahad di MIM 28 Lakarsantri Surabaya. (Tagar.co/Purwanto)

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah, mereka akan dinaungi rahmat

Tagar.co – Empat golongan yang dirindukan surga dikupas dalam pengajian PCM Lakarsantri bertempat di halaman MI Muhammadiyah 28 Jln. Raya Bangkingan Surabaya, Ahad (20/4/2025).

Hadir sebagai penceramah Fajrul Islam Ats-Tsauri, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Surabaya.

Membuka kajiannya Ustaz Fajrul membacakan hadis dari penuturan Ibnu Abbas ra

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

Surga merindukan empat golongan yaitu orang yang membaca Al-Quran, orang yang menjaga lisannya, memberi makan orang lapar, dan orang berpuasa di bulan Ramadan. (HR Abu Dawud dan Tirmizi)

Empat golongan yang dirindukan surga, kata Ustaz Fajrul, pertama, orang yang membaca Al-Quran (: تَالِى الْقُرْانِ)

Dia menjelaskan, makna kata تَالِى  taaliy berbeda dengan قِرَاءَة qira’ah walaupun sama-sama berarti membaca.

Taaliy, tala, tilawah, maknanya membaca dengan objeknya dibatasi. Membaca melibatkan hati dan pikiran. Kalau qira’ah sekadar membaca melafalkan huruf,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Golongan Manusia, Khotbah Idulfitri di PCM Lakarsantri

Lantas dia mencontohkan ayat dalam surat Al-Ankabut: 45 yang memakai kata dasar tala.

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ

Bacalah Kitab yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari keji dan mungkar.

Begitu juga hadits Nabi Muhammad yang memakai kata yatluuna kitaaba seperti ini.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisiNya. (HR Muslim)

Golongan kedua yang dirindukan surga adalah orang yang menjaga lisannya (وَحَافِظِ اللِّسَانِ).

Hadis ini selaras dengan surah Al-Mukminun ayat 3

Baca Juga:  Surga Gratis, tetapi Harus Diperjuangkan

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ٣

Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.

”Selama puasa Ramadan sudah dilatih menjaga lisan. Karena itu selepas puasa semestinya tetap mampu menjaga lisan dengan tutur kata yang baik dan menghindari perkataan kotor,” tuturnya.

Begitu juga seruan Nabi Muhammad untuk berkata baik atau diam dan jangan menyakiti tetangganya.

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَومِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir maka hendaknya dia berbicara yang baik atau (kalau tidak bisa hendaknya) dia diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya. (HR Bukhari dan Muslim)

Golongan ketiga orang yang dirindukan surga adalah orang yang suka memberi makan mereka yang lapar.

Baca Juga:  Sumber Rezeki Banyak Jalan Meraihnya

Ustaz Fajrul menjelaskan, seorang aktivis Muhammadiyah selalu dikondisikan menjadi dermawan. Mengamalkan surat Al-Maun sebagai teologinya Muhammadiyah yang diajarkan KH Ahmad Dahlan yaitu memberi makan orang-orang miskin dan menyantuni anak yatim.

Selama bulan Ramadan, sambung dia, kaum muslimin semakin dermawan dengan memberi makan orang berpuasa berupa makanan takjil dan memberikan santunan.

Golongan keempat orang yang dirindukan surga adalah orang yang berpuasa Ramadan. Mereka masuk lewat pintu khusus orang berpuasa yaitu pintu ar-Rayan.

Itulah empat golongan yang dirindukan surga yang diceritakan Nabi Muhammad Saw.

Jurnalis Ichsan Mahyuddin  Penyunting Sugeng Purwanto