Feature

Di Balik Rapor: Membangun Sinergi Pendidikan di SD Mukrida

37
×

Di Balik Rapor: Membangun Sinergi Pendidikan di SD Mukrida

Sebarkan artikel ini
Dari kiri: Sulthon Dedy Wijaya, Nanang Rouful Akbar, dan Muhammad Taufiqqurrohman (Tagar.co/Shellyn Roudhotul Apriana)

SD Mukrida mengadakan pertemuan wali murid untuk pengambilan rapor dn acara parenting. SD Mukrida ingin momen ini menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak.

Tagar.co – Jumat (20/12/2023) pagi, suasana Masjid An-Nur di kompleks SD Muhammadiyah 2 Krian (SD Mukrida) Sidoarjo, Jawa Timur, terasa berbeda.

Tak seperti biasanya yang hening, kali ini masjid yang berada di lantai satu gedung sekolah itu dipenuhi oleh suara orang tua yang bercengkrama.

Senyum dan tawa kecil sesekali terdengar, menciptakan atmosfer hangat dan penuh kekeluargaan.

Hari ini bukan hari biasa, melainkan momen spesial: pembagian hasil belajar semester ganjil tahun ajaran 2023/2024, yang dibalut dalam acara silaturahim antara pihak sekolah dan wali murid.

Tepat pukul 08.30 WIB, acara dimulai. Lantunan ayat suci Al-Quran menggema, dibacakan dengan merdu oleh Amam Fahrur, S.H., M.Pd., salah satu guru Ismuba di SD Mukrida. Suasana khidmat seketika tercipta.

Kemudian, Khusnul Kotimah, guru BTQ, memimpin pembacaan Asmaul Husna, menambah syahdu pagi itu.

Baca juga: AUM Krian: Mengukir Excellent Service di Tengah Rintik Hujan

Setelahnya, Nanang Rouful Akbar, S.Pd.I., M.Pd., Kepala SD Mukrida yang akrab disapa Pak Nanang, maju ke depan. Dengan senyum ramah, dia menyapa para orang tua yang hadir.

Baca Juga:  Generasi Tangguh Dimulai dari Keluarga yang Utuh

“Kami ucapkan selamat kepada anak-anak yang telah mengikuti penilaian akhir semester satu. Apapun hasil yang diterima nantinya, Bapak Ibu, itulah yang hasil yang terbaik,” ucap Pak Nanang, berusaha menenangkan hati para orang tua yang mungkin deg-degan menanti hasil belajar putra-putri mereka.

Empat Pilar Pendidikan

Namun, acara ini tak sekadar pembagian rapor. SD Mukrida ingin momen ini menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. Oleh karena itu, sesi parenting pun dihadirkan, menghadirkan pembicara Sulthon Dedy Wijaya, MPd, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krian Bidang Dikdasmen dan PNF.

Pak Sulthon, dengan gaya bicaranya yang interaktif, membuka sesi parenting dengan pertanyaan pemantik, mengajak para orang tua untuk merefleksikan kembali sejauh mana keterlibatan mereka dalam pendidikan anak.

“Ketika kita bicara dalam konteks pendidikan, tentu hubungannya dengan sekolah. Bapak Ibu akan sering berkomunikasi dengan Pak Nanang dan Bapak Ibu guru. Kapan? Ya saat raporan seperti ini. Di mana? Ya tempatnya di sekolah,” paparnya, disambut anggukan setuju dari para orang tua.

Lebih lanjut, Pak Sulthon menekankan pentingnya peran orang tua sebagai role model bagi anak. “Seorang anak akan mencontoh lingkungan keluarga, termasuk bagaimana anak meniru ucapan orang tua. Karena sejatinya yang mereka dengar itu paling sering dari lingkungan orang tua,” tegasnya.

Baca Juga:  Rumah Minim Kehangatan Picu Masalah Anak, SD Al Islam Gaungkan Parenting Berbasis Cinta

Dia mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

Untuk memperkuat argumennya, Pak Sulthon mengutip empat pilar pendidikan menurut Unesco: learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar melakukan atau mengerjakan), learning to be (belajar untuk mengembangkan diri sendiri), dan learning to live together (belajar untuk hidup bersama).

Empat pilar inilah yang menurutnya menjadi kunci untuk membentuk manusia seutuhnya.

Suasana parenting semakin hidup dengan diskusi dan tanya jawab. Para orang tua tampak antusias berbagi pengalaman dan menanyakan berbagai hal terkait pola asuh dan pendidikan anak.

Penerimaan hasil belajar siswa Kelas 3 Al-Muhaimain. Ismalidiya Indah Sulistyani SPd wali kelas 3 Al-Muhaimin bersama wali murid
(Tagar.co/Shellyn Roudhotul Apriana)

Hasil Rapor

Setelah sesi parenting yang mencerahkan, tibalah saat yang dinanti-nanti: pembagian hasil belajar.

Para wali murid diarahkan menuju kelas putra-putri mereka masing-masing. Di dalam kelas, suasana tegang bercampur penasaran terasa kental.

Satu per satu, nama siswa dipanggil, dan orang tua menerima rapor dengan beragam ekspresi. Ada yang tersenyum lebar, ada pula yang tampak sedikit cemas. Namun, yang pasti, semua berharap yang terbaik untuk perkembangan anak mereka.

Baca Juga:  Keteladanan Orang Tua, Kunci Membangun Kebiasaan Baik Anak

Berikut ini daftar rangking sumatif akhir semester (SAS) ganjil 2024/2025 SD Mukrida:

Kelas 1 Ar-Rahman

  1. Aisha Yasmin Saralee
  2. Ken Hayu Segara Biru
  3. Lintang Shaqueena Azmi

Kelas 1 Ar-Rahim

  1. Salsabila khansa hafidzah Umam
  2. Syahida anka aquinna
  3. Abdullah fawad akba

Kelas 2 Al-Malik

  1. Fadia Hafsa ayunindita
  2. M. Rifky Lilan cendikia
  3. Ahmad Gesang pangestu jati

Kelas 2 Al-Quddus

  1. Arsyila Diyavera
  2. Shafiyah Hanum Mahirah
  3. Manggala Wistara Ardiansyah

Kelas 2 As-Salam

  1. Muhammad Ay Kobe Dzulfikri Abdullah
  2. Meyla Azzahra Nidyasifaq
  3. Adzkia Latifah Syakib

Kelas 3 Al-Mukmin

  1. Silir Ranesti
  2. Abdillah Ash Shobri
  3. Viko adellard Jibril

Kelas 3 Al-Muhaimin

  1. Ayesha Yusdia Azalea
  2. Zainab Aimmatul
  3. Cheryl Rhea

Kelas 4 Al-Jabbar

  1. Altamis Faaz Raihan
  2. Ahmad Raffi Sutrisno
  3. Valeriu Sezilio Afandi

Kelas 4 Al-Aziz

  1. Kheyla Azzahra Putri
  2. Hilmi Yafi Arisky
  3. Assyauqi Yumatsa Sayyidin Hajjaj

Kelas 5 Al-Kholiq

  1. Ghina Fathin Fadhillah
  2. Pandya Rasya Al Fatih
  3. Zaidan Andriansyah Ibrahim

Kelas 5 Al-Mutakabbir

  1. Latifa Qotrunnada Fanani
  2. Ibrahim Omar Salendra
  3. Asiyah Thaqifah Syakib

Kelas 6 AL-Baari’

  1. Lettisha Nayla Azzahra
  2. Zahy Azka Rafandra
  3. Muhammad Ihsan Alfarezi

Kelas 6 AL-Mushowwir

  1. Alesha Ramadhani Pristyanto
  2. Nawab Muttaqin Al Faruq
  3. Evano Zavier Alfarizi Nugroho

Kelas 6 Al-Ghoffar

  1. Szuellaiman Alif Rendhie Hoetomo
  2. Nasywah Dinda Zhufairah
  3. Faradiba Tsaniya

Selamat! (#)

Jurnalis Bayu Krisna Adji Penyunting Mohammad Nurfatoni