Telaah

Keteladanan Orang Tua, Kunci Membangun Kebiasaan Baik Anak

×

Keteladanan Orang Tua, Kunci Membangun Kebiasaan Baik Anak

Sebarkan artikel ini
Foto freepik.com premium

Islam menempatkan keteladanan sebagai fondasi pendidikan karakter. Melalui sikap dan perilaku sehari-hari, orang tua dapat menanamkan kebiasaan baik yang membekas pada diri anak.

Oleh Hanif Asyhar, M.Pd., C.H., C.Ht; Trainer Spiritual Healthy Parenting dan Konsultan Pengembangan Pendidikan

Tagar.co – Membangun karakter anak melibatkan banyak hal, bukan melalui perkataan semata, tetapi juga tindakan nyata. Keteladanan menjadi kunci utama dalam proses tersebut.

Baca juga: Menjadi Guru Hebat dan Bahagia: Membangun Kapasitas Spiritual di Ruang Kelas

Dalam ajaran Islam, konsep keteladanan yang baik dikenal dengan istilah uswah hasanah. Rasulullah Saw. adalah sosok teladan sejati dan terbaik untuk diikuti, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab: 21).

Baca Juga:  Digital Detox: Saatnya Menguatkan Koneksi Hati di Tengah Banjir Sinyal

Dalam Surah Al-Qalam ayat 4 juga disebutkan:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4).

Mengingat anak-anak merupakan peniru yang ulung, orang tua memiliki peranan yang sangat penting sebagai teladan selama berada di rumah bersama mereka, baik dalam hal akhlak maupun ibadah. Semua itu menjadi semacam kurikulum hidup yang senantiasa diamati setiap hari oleh anak-anak.

Dalam hadis, Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (Baihaqi dan Ahmad).

Oleh karena itu, orang tua hendaknya senantiasa mempelajari, meneladani, dan mempraktikkan akhlak serta perilaku Nabi Muhammad Saw. agar dapat dicontoh oleh anak-anak.

Berikut beberapa tip praktis menanamkan kebiasaan baik pada anak melalui keteladanan Islami.

Menjadikan Ibadah sebagai Kebiasaan yang Menyenangkan

Anak-anak akan lebih mudah mengikuti ibadah, seperti salat, ketika mereka melihat secara langsung orang tuanya segera melaksanakannya saat azan berkumandang. Bukan sekadar mendengar perintah, konsistensi orang tua dalam beribadah merupakan fondasi yang sangat penting.

Baca Juga:  Parenting TK Aisyiyah Ketangi: Menanam Nilai-Nilai Zakat, Infak, dan Wakaf sejak Usia Dini

Jika ingin anak mencintai Al-Qur’an, orang tua perlu membiasakan membaca Al-Qur’an dengan tenang, penuh kekhusyukan, serta berusaha memahami isinya di hadapan anak.

Dengan demikian, hati anak akan tergerak untuk turut membacanya, bukan sekadar disuruh mengaji sementara perhatian orang tua teralihkan pada hal lain.

Menerapkan Adab dalam Interaksi Sehari-hari

Sopan santun dipelajari anak dari cara orang tua berbicara dan berinteraksi dengan mereka. Karena itu, biasakan menggunakan kalimat tayibah seperti bismillah, alhamdulillah, dan astagfirullah dalam percakapan sehari-hari.

Ketika orang tua terbiasa meminta maaf saat melakukan kesalahan, anak akan belajar tentang kerendahan hati. Keteladanan dalam berkata jujur dan menjaga amanah akan membentuk integritas anak tanpa harus disertai banyak nasihat.

Melibatkan Anak dalam Kebaikan Sosial

Orang tua perlu mengajarkan kedermawanan dengan melibatkan anak secara langsung. Saat bersedekah, misalnya, berikan uang kepada anak untuk dimasukkan ke kotak amal. Keterlibatan fisik ini akan memberikan kesan mendalam bahwa berbagi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.

Baca Juga:  Anak Saleh Tidak Lahir dari Kebetulan

Mengelola Emosi dengan Cara Islami

Ketika merasa marah atau kecewa kepada anak, orang tua perlu menunjukkan bagaimana seorang Muslim mengelola emosi sesuai sunah, seperti berwudu atau duduk saat marah.

Anak yang melihat orang tuanya tetap tenang dan menghindari perkataan kasar saat emosi akan meniru cara penyelesaian masalah yang sehat dan beradab.

Kekuatan Doa untuk Kebaikan Anak

Selain memberikan keteladanan dan mendidik dengan sungguh-sungguh, orang tua juga perlu menyadari kekuatan doa. Mendoakan kebaikan bagi anak-anak merupakan bagian penting dari tanggung jawab orang tua, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Furqan ayat 74:

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Artinya: “Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’” (Al-Furqan: 74). (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni