
FamFest 2025 Sekolah Kreatif Baratajaya tengah dipersiapkan. Guru, siswa, dan tim editor bahu-membahu memadukan musik, visual, dan gerakan agar pentas budaya nanti tampil mengesankan.
Tagar.co – Halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya tampak lebih semarak dari biasanya. Karpet hijau digelar rapi, monitor-monitor menyala, dan mata-mata tajam memelototi layar: gladi bersih FamFest 2025 bertema “Kreatif Hore” sedang berlangsung, Kamis (15/5/2025).
Kepala Sekolah Suyono, S.Si., dan Koordinator Acara Andi Widiyanto, S.Pd., tampak sibuk memantau tampilan setiap kelas, dari kelas I hingga kelas VI. Semua gerakan panggung, iringan musik, hingga latar visual yang muncul di layar diawasi dengan cermat agar selaras.
Baca juga: Kreatif Hore! FamFest 2025 Siap Tampilkan Parade Budaya hingga Kidungan Cak Kartolo
“Kualitas audio harus bagus dan terdengar nyaman di telinga. Musik yang dipilih guru kelas juga harus cocok dengan karakter pentas anak-anak,” ujar Suyono, sambil memberi arahan pada operator dan tim editing yang berjaga di dekat monitor.
Tidak hanya suara, visual pun tak luput dari perhatian. Pemilihan latar digital dan sinkronisasi dengan kostum serta aksesori anak-anak menjadi fokus utama. Terbatasnya waktu latihan karena banyaknya hari libur di bulan Mei menjadi tantangan tersendiri.
“Latihan jadi singkat, guru-guru harus berpacu dengan waktu. Musik baru disetor tiga hari lalu, jadi tim editor benar-benar kerja keras,” tutur Andi.
Ketua tim editor, Eko Wahyudi, S.Pd., mengamini hal itu. Ia menyebut penyesuaian cepat harus dilakukan agar musik dan visual panggung tetap apik meski waktu persiapan mepet.
“Setelah musik masuk, kami langsung mencari latar visual yang cocok. Harus disesuaikan dengan tema kelas, kostum, dan mood penampilan,” kata Eko sambil mengecek tampilan di laptopnya.

Di balik gemerlap FamFest setiap tahunnya, tim editor menjadi aktor penting. Mereka menghidupkan suasana dengan perpaduan musik, gambar, hingga animasi. Sekolah ini memang dikenal memiliki talenta editor andal, lengkap dengan fasilitas pendukung yang mumpuni. Tak heran, pentas tahunan ini selalu meninggalkan kesan mendalam bagi siswa, wali murid, dan masyarakat.
Salah satu sorotan tahun ini adalah Parade Budaya Nusantara yang ditampilkan oleh siswa-siswi dari tiap jenjang. Setiap penampilan telah divalidasi langsung oleh Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono.
“Setiap kelas mendapat validasi dari Pak Heru agar tampilannya selaras dengan tema budaya yang dibawakan,” jelas Andi.
Semangat tampak menggelora di wajah Gala Ali, siswa kelas IV. Ia antusias mengikuti latihan dan merasa bangga bisa tampil membawakan budaya Indonesia.
“Pentas tahun ini beda. Kami belajar budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Seru banget!” katanya.
Tak hanya siswa dan guru, para wali murid juga dilibatkan dalam pengisi acara. FamFest 2025 menjadi lebih dari sekadar panggung pertunjukan—ia adalah panggung kolaborasi, kreativitas, dan perayaan budaya Nusantara di tengah semangat pendidikan karakter yang hidup di Baratajaya. (#)
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












