Feature

Besuki Diterjang Banjir Bandang Lagi, Tinggi Air Capai 1,5 Meter

129
×

Besuki Diterjang Banjir Bandang Lagi, Tinggi Air Capai 1,5 Meter

Sebarkan artikel ini
Besuki diterjang banjir bandang lagi, tinggi air capai 1,5 meter. Yang membuat makin susah, listrik padam sejak Sabtu malam pukul 19.00 WIB. Warga kesulitan bersihkan lumpur karena pompa air tak bisa hidup
Besuki diterjang banjir bandang lagi, tinggi air capai 1,5 meter. Salah satu titik di Desa Lubawang Kecamatan Banyuglugur yang terdampak banjir parah dan beberapa pohon besar tumbang (Tagar.co/Suphiatin Nisa)

Besuki diterjang banjir bandang lagi, tinggi air capai 1,5 meter. Yang membuat makin susah, listrik padam sejak Sabtu malam pukul 19.00 WIB. Warga kesulitan bersihkan lumpur karena pompa air tak bisa hidup

Tagar.co – Cuaca ekstrem masih melanda Jawa Timur. Hujan sangat deras yang bercampur dengan air kencang melanda berbagai daerah di Jatim. Salah satunya yang terimbas cuaca ekstrem adalah Kabupaten Situbondo.

Pada akhir Januari 2026 banjir bandang menerjang lima kecamatan di Situbondo. Yaitu Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Bungatan dan Kendit. Ketinggian air saat itu mencapai 2 meter.

Sabtu (7/3/2026) hujan sangat lebat disertai angin kencang kembali melanda Kabupaten Situbondo. Hujan deras plus angin kencang yang turun mulai pukul 16.00 WIB mengakibatkan banjir bandang kembali melanda lima kecamatan tersebut.

Warga juga melaporkan beberapa pohon besar tumbang dan beberapa tiang listrik mengalami kerusakan. Tak ayal sejak pukul 19.00 WIB listrik mengalami pemadaman. Pantauan tagar.co, hingga berita ini diterbitkan listrik masih padam.

Besuki diterjang banjir bandang lagi, tinggi air capai 1,5 meter. Bekas terjangan banjir bandang di rumah guru TK Aisyiyah Besuki, Ruli Indriani, yang tingginya mencapai 1,5 meter (Tagar.co/Ruli Indriani)

Banjir plus Listrik Padam 

Ruli Indriani, salah satu guru TK Aisyiyah Besuki yang tinggal di Desa Kalimas Kecamatan Besuki menjelaskan, sejak setelah maghrib air mulai masuk ke dalam rumah. Ternyata pukul 19.00 WIB listrik padam.

Baca Juga:  Idulfitri 20 Maret 2026, Muhammadiyah Bondowoso Siapkan 6 Lokasi Salat Id

“Hujannya sangat deras dan bercampur dengan angin kencang. Saya mengungsi ke rumah saudara Pak. Ternyata air yang masuk rumah tinggi lagi. Itu perabotan rumah berantakan. Ini masih membersihkan lumpur sebisanya, karena air gak bisa akibat listrik padam,” ujar Ruli – sapaan akrabnya.

Sementara itu Kepala TK Aisyiyah Besuki, Suphiatin Nisa mengungkapkan, banyak rumah siswanya yang kembali terdampak banjir bandang.

“Saya memantau dari story WhatsApp wali murid Pak. Tidak bisa menghubungi satu persatu karena listrik padam dan kondisi baterai handphone terbatas. Intinya yang akhir Januari lalu kena banjir maka sekarang kebanjiran lagi,” ungkapnya.

Suphiatin Nisa juga berinisiatif untuk keliling melihat situasi di sekitar rumah muridnya di Kecamatan Banyuglugur. Terutama Desa Lubawang dan Kalianget yang saat banjir Januari lalu terdampak cukup parah.

“Daerah Desa Lubawang masih parah lagi Pak. Selain banjir juga banyak pohon besar yang roboh. Begitu juga di Desa Kalianget, di jalur Pantura banyak pohon roboh juga. Sampai sekarang listrik masih padam, ini baterai handphone saya tinggal 10 persen,” paparnya.

Baca Juga:  TBIG Perluas Bantuan Banjir di 25 Titik di Sumatra dengan 10.000 Penerima Manfaat

Pembaca yang ingin berdonasi untuk Banjir Besuki dan sekitarnya bisa mengirimkan bantuan ke rekening Bank Muamalat atas nama Lazismu Situbondo Kemanusiaan 733 001 1861. (#)

Jurnalis Sugiran.