
LDK PDM Bojonegoro meluncurkan Mualaf Center dalam Kajian Ramadan 1447 sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan mualaf melalui kajian, pendampingan ibadah, pelatihan keterampilan, hingga dukungan psikologis.
Tagar.co — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro meluncurkan Mualaf Center dalam rangkaian kegiatan Kajian Ramadan 1447 Hijriah yang mengangkat tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan.”, Ahad (8/3/26).
Peluncuran ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah Bojonegoro untuk memperkuat pembinaan dan pemberdayaan mualaf di wilayah tersebut.
Baca juga: 73 GTK Ikuti Baitul Arqam PCM Balen, Perkuat Kompetensi dan Pemahaman Tarjih
Mualaf Center dihadirkan sebagai wadah pembinaan yang komprehensif bagi para mualaf agar dapat meningkatkan keimanan sekaligus memperdalam pengetahuan keislaman.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk membantu para mualaf menjadi pribadi yang mandiri serta mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mochamad Arifin menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para mualaf.
Menurutnya, proses menjadi muslim tidak berhenti pada syahadat, tetapi memerlukan pendampingan yang serius agar para mualaf dapat menjalani kehidupan beragama secara utuh.
“Mualaf perlu mendapatkan pendampingan yang sistematis agar mereka dapat memahami ajaran Islam secara benar sekaligus mampu menjalani kehidupan sosial dengan baik,” ujarnya.

Ketua LDK PDM Bojonegoro Drs. K.H. Sulayman AA, S.Pd. berharap keberadaan Mualaf Center dapat memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan para mualaf di Bojonegoro.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah menghadirkan dakwah yang membina dan memberdayakan, sehingga para mualaf dapat menjalankan ajaran Islam sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah.
Menurutnya, melalui Mualaf Center, LDK Muhammadiyah Bojonegoro menyiapkan berbagai program pembinaan, mulai dari kajian keislaman, pendampingan praktik ibadah, pelatihan keterampilan, hingga dukungan psikologis.
“Kami berharap Mualaf Center ini menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan, sehingga para mualaf semakin mantap dalam berislam sekaligus mampu memperkuat komunitas muslim di Bojonegoro,” ujarnya.
Kajian Ramadan PDM Bojonegoro yang menjadi momentum peluncuran Mualaf Center tersebut dihadiri ratusan kader Muhammadiyah dari berbagai tingkatan, mulai dari ranting hingga daerah. Kegiatan ini juga diikuti perwakilan organisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah.
Selain itu, turut hadir Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ir. Tamhid Mayshudi serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bojonegoro. (#)
Jurnalis Aulia Singa Zanki Penyunting Mohammad Nurfatoni












