
Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas mengikuti manasik haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Dari tawaf hingga lempar jumrah, anak-anak belajar langsung makna ibadah haji dengan penuh semangat dan keceriaan.
Tagar.co – Gema talbiah “Labbaik Allahummalabbaik” menggema di kompleks Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (17/9/2025). Suara penuh semangat itu datang dari ratusan siswa kelas 1 hingga kelas 4 SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, yang tengah mengikuti praktik manasik haji.
Kegiatan merupakan bagian dari Outdoor Education bertema Manasik Haji dan Edukasi Bandara. Dengan dipandu ‘mutawif’ Ardiansyah dan guru pendamping, para siswa mempraktikkan rukun dan wajib haji secara tertib.
Baca juga: Keseruan Outdoor Education SD Muri: Bus Jadi Panggung Konser
Mereka memulai dari niat ihram, lalu melakukan tawaf mengelilingi replika Ka’bah, dilanjutkan dengan sa’i—lari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah.
Suasana menjadi khusyuk ketika simulasi wukuf di Arafah, di mana para siswa diajak berdoa bersama. Puncaknya adalah prosesi lempar jumrah di Mina.
Dengan penuh semangat, para siswa melemparkan kerikil ke arah tugu replika sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan. Tawa dan sorak-sorai mewarnai suasana, menandakan betapa kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Bagi siswa-siswi, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga di luar kelas yang memperkaya wawasan sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual.

Pendidikan Karakter
Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Riza Agustina Wahyu Setiawati, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan pemahaman tentang Rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji, sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak belajar dengan mengalami langsung, bukan hanya menghafal teori. Harapannya, mereka tumbuh cinta pada ibadah, dan bercita-cita menunaikan haji di masa depan,” ujarnya sambii menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar simulasi, melainkan bagian dari pendidikan karakter. (#)
Jurnalis Muhammad Hilmi Fakhruddin Penyunting Mohammad Nurfatoni












