Feature

Bangun Sekolah Tangguh Bencana, MDMC Pacitan Gelar Simulasi di MIM III Padi

47
×

Bangun Sekolah Tangguh Bencana, MDMC Pacitan Gelar Simulasi di MIM III Padi

Sebarkan artikel ini
Foto bersama dengan siswa, guru dan tenaga kependidikan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah III Padi.

MDMC Kabupaten Pacitan menggelar sosialisasi dan simulasi kebencanaan di MIM III Padi, Tulakan, sebagai upaya membangun budaya sadar dan siaga bencana di lingkungan sekolah.

Tagar.co — Upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini terus digencarkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pacitan. Kamis (18/12/2025), MDMC menggelar sosialisasi dan simulasi kebencanaan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) III Padi, Dusun Tumpang, Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sekaligus ikhtiar membekali warga sekolah dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Tak Hanya Memperbaiki Rumah, BSPS Menegakkan Martabat Warga Desa Gedompol

Ketua MDMC Kabupaten Pacitan, Jemi Darmawan, S.Sos., menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di satuan pendidikan.

“Kolaborasi dan sinergi dengan pihak sekolah merupakan bentuk upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang SPAB bagi guru, siswa, dan tenaga kependidikan,” ujar Jemi Darmawan.

Baca Juga:  Gempa Bumi Rusak Puluhan Rumah di Pacitan, Satu Warga Meninggal

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis bukan hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai tempat perlindungan bagi peserta didik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan bencana perlu diintegrasikan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Dalam sosialisasi tersebut, MDMC Kabupaten Pacitan memberikan pemaparan tentang berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi, serta prosedur evakuasi yang aman dan terukur sesuai standar kebencanaan.

Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi siaga bencana. Melalui simulasi ini, seluruh warga sekolah dilatih untuk merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kepala Sekolah MIM III Padi, Bambang Sutaryo, S.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi MDMC dalam memperkuat budaya aman bencana di sekolah yang dipimpinnya.

“Sosialisasi dan simulasi siaga bencana yang kami laksanakan bersama MDMC merupakan bagian penting dalam membudayakan satuan pendidikan aman bencana di MIM III Padi,” ungkap Bambang.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sangat membantu sekolah dalam menyusun langkah-langkah preventif, sekaligus meningkatkan rasa aman bagi peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung.

Baca Juga:  Memfoto Peristiwa Bencana, Perhatikan Aturan Ini

Dukungan positif juga disampaikan guru kelas MIM III Padi, Naning Eka Wahyuningsih, S.Pd. Menurutnya, sosialisasi kebencanaan memberikan tambahan wawasan praktis yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

“Kegiatan ini menambah pembelajaran yang sangat dibutuhkan, terutama ketika menghadapi kondisi darurat yang menuntut ketenangan dan ketepatan dalam bertindak,” tuturnya.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter tangguh bencana pada siswa sejak dini, serta meningkatkan kesiapan seluruh unsur sekolah.

MDMC Kabupaten Pacitan pun berkomitmen untuk terus memperluas program SPAB melalui kemitraan berkelanjutan dengan berbagai lembaga pendidikan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. (#)

Jurnalis Edi Susanto Penyunting Mohammad Nurfatoni