
SMA Muhi Yogyakarta meluluskan 421 generasi terbaik tahun 2026. Perjuangan panjang menempuh pendidikan di sekolah ini telah menemui titik akhir, namun nilai-nilai yang ditanamkan sekolah tidak boleh berakhir.
Tagar.co – Sebanyak 421 murid kelas XII SMA Muhammadiyah 1 (SMA Muhi) Yogyakarta resmi dilepas dalam kegiatan Pelepasan Murid Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Kamis, 7 Mei 2026 di Sportorium UMY.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai dengan suasana khidmat, meriah, dan penuh kebanggaan atas capaian para lulusan.
Pelepasan ini menjadi momentum penting bagi sekolah yang selama ini dikenal unggul dalam prestasi akademik maupun nonakademik, serta konsisten membangun budaya berkarakter dan kompetitif di kalangan murid.
Ketua panitia, Bayu Dwi Pinto Kurniawan, S.Sos., menyampaikan, bahwa kegiatan pelepasan tahun ini berangkat dari perjuangan panjang seluruh murid selama menempuh pendidikan di SMA Muhi.
Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak hanya diukur dari kelulusan semata, tetapi juga dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan daya juang selama tiga tahun terakhir.
“Pelepasan ini menjadi simbol perjuangan panjang yang telah dilalui bersama. Banyak tantangan yang dihadapi, namun seluruh murid mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan penuh semangat,” ujarnya.
Acara dimulai pukul 06.30 WIB dengan registrasi peserta pelepasan dan tamu undangan. Selanjutnya, pada pukul 07.00–07.20 WIB para hadirin disuguhi pra acara berupa penampilan solo vokal dan biola, tari kreasi tradisional, serta pemutaran video dokumenter perjalanan kelas XII.
Memasuki pukul 07.20 WIB, dilaksanakan kirab pimpinan sekolah, wali kelas, dan pendamping menuju lokasi acara utama. Acara resmi dibuka pukul 07.30 WIB dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Muhi pada pukul 07.40 WIB.
Setelah laporan ketua panitia, rangkaian sambutan disampaikan oleh kepala sekolah, komite sekolah, hingga Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIY sebelum memasuki prosesi inti pelepasan murid.
Kelulusan Bukan Akhir Perjalanan
Plt. Kepala Sekolah, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian kelulusan seluruh murid kelas XII. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal perjuangan menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
“Tantangan digital, AI, dan globalisasi yang bergerak cepat sedang menanti kalian. Namun kalian telah dibekali ilmu, karakter, dan nilai-nilai yang kuat selama belajar di SMA Muhi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa SMA Muhi memiliki 736 prestasi dari tingkat regional hingga internasional sebagai bukti budaya sekolah yang selalu mendorong murid untuk berprestasi setiap hari.
Baca Juga: Di Antara Riuh Teras Malioboro, Murid Muhi Sukses Menyulam Seni
Bahkan, penerimaan murid baru SMA Muhi disebut telah dibuka hingga tahun 2030 karena tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan sekolah tersebut.
Ketua Komite Sekolah, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menilai SMA Muhi memiliki budaya belajar yang menyenangkan sekaligus kompetitif secara sehat. Menurutnya, sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menanamkan nilai adab, penghargaan terhadap perbedaan, serta semangat kebersamaan dan kekeluargaan.
Lulusan Muhi Harus Menjaga Identitas Kader Muhammadiyah
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., berpesan agar seluruh lulusan tetap menjaga identitas sebagai kader Muhammadiyah dan calon pemimpin bangsa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga salat, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga pergaulan dengan adab yang baik di tengah perkembangan zaman yang semakin terbuka
Prosesi pelepasan murid berlangsung pada pukul 08.40–09.40 WIB dan dilanjutkan prasetya alumni serta pelepasan atribut murid. Dalam kesempatan tersebut diumumkan wisudawan terbaik diraih oleh Muhammad Athalla Sheehan dari kelas XII G.
Acara semakin mengharukan saat sesi bakti guru pada pukul 10.35 WIB, yang menjadi bentuk penghargaan kepada para guru SMA Muhi yang telah lama mengabdi dan mendampingi murid dengan penuh dedikasi. Tangis haru dan tepuk tangan mewarnai penghormatan tersebut sebelum acara ditutup dengan doa bersama pada pukul 11.00 WIB.
Tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, pelepasan ini juga memperlihatkan kekuatan budaya sekolah yang telah dibangun SMA Muhi selama bertahun-tahun. Perpaduan prestasi, karakter religius, kedisiplinan, serta lingkungan belajar yang kompetitif namun hangat menjadikan SMA Muhi sebagai salah satu sekolah unggulan di Yogyakarta.
Dengan bekal ilmu, pengalaman organisasi, dan nilai-nilai kepemimpinan yang ditanamkan selama di bangku sekolah, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan kiprah di perguruan tinggi maupun masyarakat serta menjadi generasi yang membawa manfaat bagi bangsa dan persyarikatan Muhammadiyah.
Jurnalis Yusron Ardi Darmawan Penyunting Nely Izzatul












