Feature

Lesson Study di SMP Muhammadiyah Krian Berlangsung Seru, Guru Belajar sambil Berbagi Pengalaman

123
×

Lesson Study di SMP Muhammadiyah Krian Berlangsung Seru, Guru Belajar sambil Berbagi Pengalaman

Sebarkan artikel ini
Aniwati saat memandu pembelajaran Bahasa Inggris dalam kegiatan Pendampingan Micro Teaching model Lesson Study di SMP Muhammadiyah Krian, Rabu (29/4/2026). Penampilan interaktifnya mendapat apresiasi dan nilai sempurna dari tim penilai. (Tagar.co/Wiku Pulangsih)

Gelak tawa dan diskusi hangat mewarnai Pendampingan Micro Teaching model Lesson Study di SMP Muhammadiyah Krian. Para guru tak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung dinamika pembelajaran interaktif di kelas.

Tagar.co – Rabu pagi (29/4/2026), aula SMP Muhammadiyah Krian (SMP Meka) Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi ruang belajar bersama bagi para guru melalui kegiatan Pendampingan Micro Teaching model Lesson Study. Gelak tawa dan diskusi hangat mewarnai jalannya kegiatan yang dipandu Muflich Hasyim tersebut, menghadirkan suasana pembelajaran yang aktif, reflektif, dan penuh antusiasme.

Acara dibuka langsung oleh Kepala SMP Muhammadiyah Krian, Muhammad Taufiqqurrohman. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan reflektif dan kolaboratif seperti lesson study.

Baca juga: Semarak Budaya di Krian: Siswa SMP Meka Tampil Percaya Diri dalam Lomba Fashion Show

“Guru harus terus belajar dan berkembang. Lesson study menjadi ruang yang baik untuk saling berbagi pengalaman dan memperbaiki kualitas pembelajaran bersama,” ujarnya.

Usai pembukaan, Muflich Hasyim menyampaikan materi singkat mengenai konsep dan praktik micro teaching berbasis lesson study. Selain dikenal sebagai pendamping pendidikan, Muflich juga merupakan anggota Dikdasmen PDM Sidoarjo yang aktif mendampingi sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam peningkatan mutu pembelajaran.

Baca Juga:  Mengaji Fikih Praktis, PCA Krian Bekali Jemaah di Tengah Kesibukan

Dalam paparannya, Muflich menekankan bahwa pembelajaran ideal harus aktif, reflektif, dan berpusat pada siswa. Menurutnya, lesson study bukan sekadar praktik mengajar, melainkan proses belajar bersama antar guru.

“Lesson study ini bukan tentang siapa yang paling sempurna mengajar, tetapi bagaimana kita saling belajar, saling memberi masukan, dan memperbaiki pembelajaran secara bersama-sama,” tutur Muflich.

Kegiatan semakin menarik ketika Aniwati tampil sebagai guru model dengan materi Bahasa Inggris tentang descriptive text. Dengan metode interaktif dan komunikatif, Aniwati berhasil menghidupkan suasana kelas. Para guru yang hadir berperan sebagai siswa dan diminta mendeskripsikan hewan dalam Bahasa Inggris.

Guru SMP Meka bersama Muflich Hasyim (tiga dari kanan) setelah pendampingan Micro Teaching, Rabu (29/04/2026). (Tagar.co/Wiku Pulangsih)

Gelak tawa beberapa kali pecah di tengah pembelajaran. Rohmawati, misalnya, sempat enggan mendeskripsikan hewan karena tidak membawa kertas. Sementara Imam Rosyidin membacakan hasil tulisannya dengan sedikit terbata-bata karena mengaku masih kurang percaya diri berbahasa Inggris. Namun, momen-momen spontan tersebut justru membuat suasana belajar terasa lebih cair dan menyenangkan.

Nina Tri Wulyo turut membacakan hasil diskusi kelompok mengenai deskripsi hewan. Di sisi lain, Aniwati dengan sabar membimbing para “siswa” agar tetap aktif dan percaya diri saat menyampaikan hasil kerja mereka. Antusiasme juga ditunjukkan Yulis Prameswari dan Anik Hidayati yang aktif mengajukan pertanyaan tentang nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris.

Baca Juga:  Takmir Masjid Baiturrahman Ingatkan Pentingnya Kesiapan Spiritual Menyambut Ramadan

Menariknya, seluruh peserta juga diberikan lembar penilaian untuk mengevaluasi penampilan guru model. Penilaian meliputi aspek pembukaan, penyampaian materi, pengelolaan kelas, interaksi, hingga penutup dan refleksi pembelajaran.

Hasilnya, Aniwati memperoleh penilaian sangat memuaskan dengan skor rata-rata di kisaran 3,8 hingga 4. Bahkan sebagian besar peserta memberikan nilai sempurna. Penampilan Aniwati juga mendapat skor penuh, yakni 4, dari tim penilai utama yang terdiri atas Muflich Hasyim dan Wisnu dari PDA Sidoarjo.

Wisnu mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas pembelajaran yang ditampilkan SMP Muhammadiyah Krian.

“Dari beberapa sekolah yang sudah kami dampingi, baru SMP Muhammadiyah Krian yang berhasil memperoleh nilai sempurna,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Muflich memberikan hadiah kepada Aniwati atas penampilannya yang dinilai luar biasa. Hadiah juga diberikan kepada beberapa guru yang berhasil menjawab pertanyaan selama sesi berlangsung.

Suasana semakin hangat saat Aniwati menutup penampilannya dengan pantun khusus untuk Muflich dan Wisnu yang disambut tepuk tangan para peserta.

Bunga melati harum mewangi,
tumbuh indah di tepi taman.
Pak Muflich datang memberi energi,
membawa semangat dan harapan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi bersama Kepala Sekolah Muhammad Taufiqqurrohman, Muflich Hasyim, dan Wisnu. Dalam sesi tersebut, para peserta diajak terus berinovasi serta berani mencoba metode pembelajaran kreatif demi meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga:  Menjaga Relevansi Islam melalui Ijtihad

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dikdasmen PCM Krian, Nyoman, yang menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah Muhammadiyah.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan kegiatan. Pendampingan micro teaching ini tidak hanya menjadi ajang belajar bersama, tetapi juga mempererat kolaborasi antarguru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni