Rileks

Tapak Tilas Penuh Makna: 40 Aktivis Aisyiyah Gresik Menuju Yogyakarta

112
×

Tapak Tilas Penuh Makna: 40 Aktivis Aisyiyah Gresik Menuju Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Empat puluh perempuan memulai perjalanan bukan sekadar berpindah tempat untuk wisata, tetapi menyalakan kembali semangat perjuangan yang diwariskan Ahmad Dahlan.
Empat puluh perempuan Aisyiyah Gresik mengabadikan momen penuh semangat sebelum memulai napak tilas ke Yogyakarta. Dengan satu niat: mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan.
Dari Gresik menuju Yogyakarta, perjalanan ini bukan sekadar jarak—melainkan ikhtiar menghidupkan kembali semangat membangun umat berkemajuan. Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, 25 April 2026 (Tagar.co/Istimewa)

Empat puluh perempuan memulai perjalanan bukan sekadar berpindah tempat untuk wisata, tetapi menyalakan kembali semangat perjuangan yang diwariskan Ahmad Dahlan.

Tagar.co – Udara pagi masih menyisakan dingin yang menggigit. Langit pun belum sepenuhnya terang ketika satu per satu langkah kaki para ibu mulai memenuhi halaman gedung. Mereka datang dari berbagai penjuru—Dukun, Bungah, Sidayu, Cerme, Menganti, hingga Gresik kota—membawa semangat yang sama.

Di bawah kepemimpinan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, Innik Hikmatin, program tapak tilas ini menjadi salah satu agenda istimewa periode 2022–2027. Sebanyak 40 peserta, dengan penuh antusias, bersiap memulai perjalanan yang sarat makna.

Baca juga: Fikih Wanita di PKDA Smamsatu: Taharah dan Tiga Macam Darah Dibahas Tuntas

Ada yang bergegas ke lantai dua untuk menunaikan salat Subuh. Ada yang sibuk memastikan koper tertata rapi di bagasi. Sebagian lainnya larut dalam peluk hangat dan sapa akrab—gambaran kebersamaan yang tulus dan menguatkan.

Tepat pukul 05.00 WIB, rombongan menaiki bus yang telah terparkir rapi. Doa dipanjatkan yang langsung saya pimpin, mengawali langkah perjalanan. Lima belas menit berselang, roda mulai berputar—membawa rombongan menuju kota penuh jejak sejarah: Yogyakarta.

Baca Juga:  Bimbingan Perkawinan PDA Gresik Bekali Peserta Wujudkan Keluarga Sakinah

Perjalanan yang Menghidupkan Suasana

Keceriaan segera mengisi ruang perjalanan. Di dalam bus, suasana hidup dengan nyanyian yang bersahut-sahutan. Tawa pecah tanpa sekat. Karaoke spontan mengalun, mencairkan penat dari rutinitas dakwah yang selama ini dijalani tanpa jeda.

Di balik kesibukan organisasi, tersimpan bakat-bakat terpendam. Nama-nama seperti Fiaduz Zaqiyah, Riza Agustina Wahyu Setyawati, hingga Ayu Mira tampil menyumbangkan suara emas mereka.

Perjalanan pun menjelma menjadi panggung kebersamaan—hangat, ringan, dan penuh energi positif.

Empat puluh perempuan memulai perjalanan bukan sekadar berpindah tempat untuk wisata, tetapi menyalakan kembali semangat perjuangan yang diwariskan Ahmad Dahlan.
Perjalanan bukan sekadar berpindah tempat, tapi juga ruang kebersamaan. Di dalam bus, canda, cerita, dan kebersamaan mengalir hangat. Di sela perjalanan napak tilas, para ibu Aisyiyah menikmati momen sederhana—berbagi bekal, tawa, dan energi positif yang menguatkan satu sama lain. Karena dalam kebersamaan, lelah terasa ringan. (Tagar.co/Istimewa)

Menyusuri Jejak Perjuangan

Setibanya di Yogyakarta, rombongan memulai rangkaian agenda bermakna: ziarah ke makam K.H. Ahmad Dahlan, yang akan dilanjutkan ke Museum Muhammadiyah, serta malam menyusuri denyut kehidupan di Malioboro.

Di setiap titik yang akan disinggahi, tersimpan jejak sejarah perjuangan yang hingga kini masih berdenyut dan menginspirasi.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut esok hari dengan kunjungan ke kantor Pimpinan Pusat Aisyiyah, sebelum ditutup dengan wisata di Kulon Progo menggunakan kendaraan VW.

Hening yang penuh makna. Di hadapan makam K.H. Ahmad Dahlan, rombongan Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik menundukkan hati—mengirim doa, sekaligus meneguhkan kembali semangat perjuangan.
Tapak tilas ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah dakwah hari ini berdiri di atas jejak besar para pendahulu. Yogyakarta, 25 April 2026. (Tagar.co/Istimewa)

Menyemai Semangat Berkemajuan

Tapak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin—ikhtiar meresapi kembali nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat pembaruan yang diwariskan sang pendiri.

Baca Juga:  DIY Juara Umum Olympicad VIII 2026 di Makassar

Harapannya, dari perjalanan ini akan tumbuh energi baru yang kelak dibawa pulang ke Gresik—menguatkan langkah, menggerakkan organisasi, dan terus menyalakan semangat membangun umat berkemajuan.

Perjalanan baru saja dimulai. Namun maknanya telah terasa—mengalir dalam setiap langkah, dalam kebersamaan, dan dalam niat yang sama: melanjutkan perjuangan. (#)

Jurnalis Nurfadlilah Penyuntung Mohammad Nurfatoni