Feature

Program CoE UMM Dorong Mahasiswa Siap Kerja di Industri Sawit

323
×

Program CoE UMM Dorong Mahasiswa Siap Kerja di Industri Sawit

Sebarkan artikel ini
Novan Adhi Ramadhan (tengah) bersama tim saat menjalani praktik lapangan dan pengolahan hasil panen kelapa sawit dalam program CoE di industri.

Program CoE Kelapa Sawit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong mahasiswa terjun langsung ke industri, mengasah keterampilan praktis, sekaligus membangun portofolio dan jejaring profesional sejak masa kuliah.

Tagar.co – Melampaui batasan teori di bangku kuliah, Novan Adhi Ramadhan kini mampu terjun langsung menangani operasional industri kelapa sawit berskala besar. Transformasi dari yang semula “belum bisa” menjadi “kompeten” ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Malang sebagai kampus inovatif, mandiri, dan berdampak.

Baca juga: UMM Meluncurkan Identitas Baru sebagai Kampus Islami

Melalui program Center of Excellence (CoE) Kelapa Sawit, UMM menghadirkan pendekatan pembelajaran yang progresif dengan menempatkan mahasiswa langsung di jantung industri sejak masih kuliah.

Novan, mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMM, menjadi salah satu contoh keberhasilan program tersebut. Sebelum mengikuti CoE pada semester lima, ia mengaku pemahamannya tentang dunia industri masih terbatas pada teori dan simulasi di kelas. Ia merasa belum siap menghadapi kompleksitas operasional di dunia kerja yang sesungguhnya.

Perubahan besar terjadi ketika ia lolos seleksi ketat program CoE dan menjalani magang profesional di PT Eagle High Plantations Tbk. Di perusahaan pengolahan kelapa sawit berskala nasional itu, Novan mengalami peningkatan kompetensi yang signifikan.

Baca Juga:  Desa Digital, UMKM Wiyurejo Makin Dikenal

“Awalnya saya kaget dengan ritme kerja industri yang cepat, penuh tekanan, dan sangat dinamis dibandingkan suasana kampus. Sempat merasa tertinggal karena semuanya berbasis praktik lapangan. Namun justru di situlah proses belajar yang sebenarnya terjadi.

Dari hanya memahami teori sistem produksi, saya akhirnya bisa melihat langsung alur pengolahan bahan baku, pengendalian mutu secara presisi, hingga evaluasi efisiensi kerja di lapangan,” ujar Novan saat diwawancarai 6 April 2026.

Novan Adhi Ramadhan mengikuti kegiatan praktik lapangan bersama tim CoE, mengaplikasikan pengetahuan industri kelapa sawit secara langsung.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari ekosistem CoE yang dirancang komprehensif dan aplikatif. Program ini memberikan berbagai keuntungan bagi mahasiswa, salah satunya konversi Satuan Kredit Semester (SKS) secara penuh. Dengan demikian, seluruh aktivitas magang diakui sebagai bagian dari pembelajaran formal tanpa menghambat masa studi.

Selain itu, pengalaman menyelesaikan permasalahan nyata di industri menjadi bekal berharga untuk penyusunan tugas akhir berbasis studi kasus. Mahasiswa juga memperoleh akses jaringan profesional yang luas serta portofolio kerja yang memiliki nilai jual tinggi di dunia kerja.

Dosen Penanggung Jawab CoE Kelapa Sawit UMM, Baiq Firyal Salsabila Safitri, menegaskan bahwa kolaborasi antara akademik dan praktik industri menjadi kunci utama dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja.

Baca Juga:  UMM Salurkan THR Rp314,6 Juta untuk 525 Guru dan Karyawan AUA di Malang

“Kehadiran CoE Kelapa Sawit merupakan bentuk komitmen UMM dalam mencetak lulusan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana, tetapi juga talenta tangguh yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi sejak hari pertama bekerja,” ujarnya.

Melalui program ini, UMM terus menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata sebagai jembatan menuju dunia profesional. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni