Feature

Di Antara Harapan Ayah dan Pilihan Hati, Ketum Pasbrama Smamsatu Gresik Berlabuh di Filsafat UGM

624
×

Di Antara Harapan Ayah dan Pilihan Hati, Ketum Pasbrama Smamsatu Gresik Berlabuh di Filsafat UGM

Sebarkan artikel ini
Khansa ‘Jalilah Hasna’, Ketua Umum Pasbrama Smamsatu Gresik periode 2025-2026 berhasil tembus Prodi Filsafat UGM jalur SNBP 2026 (Tagar.co/M. Ali Safa’at)

Di balik momen pengumuman SNBP, Ketum Pasbrama Smamsatu Gresik ini menyimpan cerita tentang keyakinan, dialog dengan ayah, dan langkah berani hingga akhirnya berlabuh di Filsafat UGM.

Tagar.co — Suasana asrama Muhammadiyah Boarding School (MBS) Madinatul Ilmi Smamsatu Gresik, Selasa sore (31/3/2026), dipenuhi rasa tegang bercampur harap. Di tengah kerumunan teman-temannya, Khansa Jalilah Hasna membuka pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 melalui layar laptopnya.

Ia belum sempat menuntaskan bacaannya ketika sorak-sorai lebih dulu pecah dari belakang. Layar berwarna biru menjadi pertanda yang dinanti. Khansa mencoba memastikan hasilnya dengan membaca perlahan, tetapi suasana sudah telanjur riuh.

Baca juga: 21 Siswa Smamsatu Gresik Lolos SNBP 2026, Tembus PTN dan Jurusan Bergengsi

Beberapa detik kemudian, kepastian itu benar-benar ia cerna: ia diterima di Program Studi S1 Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), pilihan pertamanya.

Harunya datang tidak seketika. Air mata justru mengalir setelah ia benar-benar memahami apa yang baru saja terjadi. Ia segera menghubungi orang tuanya. Sang ayah yang pertama kali mengangkat telepon sempat kebingungan mendengar suaranya yang bergetar, sebelum akhirnya Khansa menjelaskan bahwa ia lolos SNBP.

Baca Juga:  Siswi Smamsatu Gresik Alma Ariella Tsany Lolos ke Asian Games Aichi–Nagoya 2026

Namun, bagi Khansa, kabar itu bukan sekadar soal kelulusan. Ada proses panjang di baliknya—terutama dalam meyakinkan orang tua terkait pilihan jurusan.

Sejak awal, diskusi mengenai kampus dan jurusan berlangsung cukup intens. Ayahnya sempat berharap ia mengambil jurusan keagamaan di perguruan tinggi Islam. Sementara itu, Khansa justru menaruh minat besar pada filsafat.

Ia memilih jalan tengah: tetap membuka ruang dialog, berkompromi, dan menyampaikan pandangannya secara perlahan. Ia meyakinkan bahwa memperdalam ilmu agama tidak harus selalu melalui jalur formal jurusan keagamaan, melainkan juga bisa melalui kajian yang konsisten ia ikuti.

Pendekatan itu berbuah hasil. Orang tuanya akhirnya memberikan restu.

Ketertarikan Khansa pada filsafat telah tumbuh sejak lama. Ia sempat mempertimbangkan Universitas Indonesia sebagai tujuan, sebelum akhirnya mengarahkan pilihan ke UGM berdasarkan pertimbangan peluang serta arahan guru bimbingan konseling.

Dalam perjalanan akademiknya, Khansa tidak melihat dirinya sebagai siswa dengan capaian yang menonjol. Nilai rapornya ia anggap biasa, dengan posisi peringkat yang tidak berada di jajaran teratas. Meski demikian, ia menjaga konsistensi belajar setiap hari dan memanfaatkan program bimbingan belajar di MBS sebagai pendukung.

Baca Juga:  Randome Art Exhibition Dibuka, 29 Karya Perupa Muda Smamsatu Gresik Dipamerkan

Di sisi lain, ia justru menonjol dalam kegiatan nonakademik. Khansa aktif berorganisasi dan mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pasbrama (Pasukan Pengibar Bendera Smamsatu) periode 2025–2026. Ia juga aktif sebagai Ketua Bidang Advokasi PR IPM Smamsatu dan PR IPM Madinatul Ilmi.

Pengalaman tersebut tidak hanya membentuk keterampilan kepemimpinan dan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam portofolio SNBP yang ia sertakan dalam proses seleksi.

Bagi Khansa, keaktifan dalam organisasi bukanlah hal yang sia-sia, melainkan bagian dari proses belajar yang nyata dan berdampak.

Selain itu, ia juga memperkuat aspek spiritual. Sejak kelas XI, ia mulai membiasakan diri menjaga ibadah sunah seperti salat duha, rawatib, dan tahajud, serta puasa Senin-Kamis. Momentum Ramadan semakin menguatkan kebiasaan tersebut, termasuk iktikaf pada sepuluh malam terakhir.

Guru bimbingan konselingnya, Wiwit Rahmya Rosintan, menilai pilihan Khansa selaras dengan karakternya yang kritis, tekun, dan memiliki daya juang tinggi. Karakter itu dinilai menjadi modal kuat untuk menempuh studi di bidang filsafat.

Baca Juga:  Kajian Ramadan Berbagi Smamsatu: Santri Diajak Mempraktikkan “Jalan Lapar” dalam Kehidupan

Kini, setelah seluruh proses itu terlewati, Khansa tidak hanya menapaki fase baru sebagai mahasiswa UGM. Ia juga membawa satu hal yang sejak awal ia perjuangkan: keyakinan atas pilihannya sendiri yang berjalan seiring dengan rida orang tua. (#)

Jurnalis Terry Angria Putri Perdana Penyunting Mohammad Nurfatoni