Feature

Elpiji Langka, Laporan Rakyat saat Halalbihalal dengan Bupati

213
×

Elpiji Langka, Laporan Rakyat saat Halalbihalal dengan Bupati

Sebarkan artikel ini
Elpiji berkurang pasokannya mendorong Bupati Lumajang sidak ke distributor untuk mengatasi keluhan rakyat yang disampaikan saat open house di pendapat kabupaten.
Bupati Lumajang Indah Amperawati

Elpiji berkurang pasokannya mendorong Bupati Lumajang sidak ke stasiun pengisian gas untuk mengatasi keluhan rakyat yang disampaikan saat open house di pendapa kabupaten.

Tagar.co –  Di tengah hangatnya open house Idulfitri 1447 H di Pedapa Bupati Lumajang, ada kegelisahan yang tak bisa diabaikan dari suara rakyat yang berdatangan untuk halalbihalal sejak pagi hingga siang.

Pesan WA datang bertubi-tubi ke ponsel Bupati Lumajang, Ir Indah Amperawati MSi.

“Cukup banyak warga yang langsung menghubungi saya lewat WhatsApp,” ujarnya, Senin (23/3/2026), di rumah dinas Pendapa Kabupaten Lumajang.

Isinya sama: Elpiji langka.

Bunda Indah, sapaan akrabnya, mengaku tak bisa menutup mata. Meski dua hari sebelumnya ia disibukkan dengan open house yang dihadiri ribuan warga, laporan itu tetap menjadi perhatian serius.

“Saya kemarin dua hari open house. Ribuan masyarakat datang, dan saya tidak mungkin menolak mereka yang ingin bersilaturahmi,” katanya.

Namun hari itu, ia memilih bergerak. Ia memutuskan turun langsung ke lapangan. Sidak ke sejumlah SPBE dilakukan untuk memastikan distribusi elpiji benar-benar berjalan.

Baca Juga:  Bupati Hadiri Pembagian Kado Ramadan Lazismu Lumajang

“Saya mau cek langsung, apakah kiriman sudah datang atau belum. Informasinya tadi malam sudah datang, dan hari ini harus segera didistribusikan,” tegasnya.

Langkah itu bukan sekadar formalitas. Ia mengajak berbagai pihak ikut: dinas terkait, bagian ekonomi, Hiswana Migas, hingga kepolisian. Semua turun bersama, memantau kondisi riil di lapangan.

Di tengah ketegasan itu, Bunda Indah juga berbicara dengan nada yang lebih teduh.

Ia memahami kegelisahan masyarakat. Namun ia juga mengingatkan, persoalan LPG bukan sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah.

“Ini kewenangan pusat. Saya maklum kalau masyarakat marah. Tidak apa-apa, mau ngomong apa saja juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengajak masyarakat tetap menjaga suasana. “Ndak usah tukaran. Sing adem ayem, sing rukun,” ujarnya dalam bahasa Jawa. Artinya, tidak usah bertengkar. Yang sejuk nyaman, yang rukun.

Ia juga menjelaskan, lonjakan kebutuhan elpiji saat Lebaran adalah wajar. Masyarakat memasak dalam jumlah besar, menggelar selamatan, hingga budaya ater-ater membuat konsumsi meningkat tajam.

“Banyak yang masak lontong, banyak yang kirim makanan ke tetangga. Itu tradisi kita, silaturahmi yang sudah mengakar. Dan itu butuh elpiji lebih,” katanya.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Bahkan ia mengaku, dirinya pun melakukan hal yang sama. “Aku ae yo masak, yo ater-ater kok,” ucapnya ringan yang artinya, saya saja ya masak, ya antar makanan.

Bunda Indah menyampaikan permohonan maaf. Di tengah kesibukan sidak, ia sadar masih banyak warga yang ingin bersilaturahmi dengannya di pendopo.

“Saya minta maaf kalau hari ini ada yang terganggu. Semua ini saya lakukan untuk masyarakat luas, supaya bisa tenang,” pungkasnya.

Di hari raya yang seharusnya penuh kehangatan, kegelisahan itu sempat muncul. Tapi setidaknya, warga melihat satu hal: pemimpinnya memilih turun tangan, bukan diam.

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto