
Ratusan jemaah memadati halaman Masjid Al-Mishbah, PRM Bajang, Ponorogo, dalam salat Idulfitri 1447. Khotbah menekankan pentingnya menjaga nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Tagar.co — Ratusan jemaah mengikuti salat Idulfitri 1447 di halaman Masjid Al-Mishbah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (20/3/2026) pagi. Salat dimulai pukul 06.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 07.05 WIB.
Jemaah datang sejak pagi dan memenuhi area salat yang berada di kompleks SMP Muhammadiyah 7 Ponorogo, SD Muhammadiyah Inovatif, dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bajang. Tercatat sedikitnya 11 saf jemaah laki-laki memenuhi halaman, sementara jemaah perempuan menempati area belakang yang telah disiapkan.
Baca juga: Abu Nasir: Satu Matlak Dunia Menuju Kesatuan Umat
Salat dipimpin oleh Drs. H. Muhadjir Mahfud, MM sebagai imam. Khotbah Idul Fitri disampaikan oleh Farid Makruf, M.Pd.I dengan tema menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbahnya, Farid Makruf mengajak jemaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum refleksi, bukan sekadar perayaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah setelah Ramadan.
“Hari ini bukan hanya merayakan, tetapi juga merenungkan perjalanan Ramadan agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sekarang saatnya bertindak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak kembali pada kebiasaan sebelum Ramadan. Menurutnya, nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan puasa perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Farid Makruf memaparkan tiga peran penting pascaramadan, yakni peran untuk diri sendiri dengan menjaga istiqamah, peran dalam keluarga dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta peran sosial dengan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
Menutup khutbahnya, ia mengajak jemaah meningkatkan kepedulian sosial di tengah tantangan seperti kemiskinan dan krisis moral. (#)
Jurnalis Naimul Hajar Penyunting Mohammad Nurfatoni












