Feature

98 Siswa Spemupat Ikuti PKDA, Menguatkan Spirit Ibadah di Akhir Ramadan

88
×

98 Siswa Spemupat Ikuti PKDA, Menguatkan Spirit Ibadah di Akhir Ramadan

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Muhammadiyah 4 Kebomas, Ustaz Makhbub Zunaidi, S.Pd., Gr., membuka kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) yang diikuti 98 siswa kelas VII dan VIII di Aula Spemupat, Senin (9/3/2026). (Tagar.co/Kurnia Eva Sari)

Sebanyak 98 siswa kelas VII dan VIII SMP Muhammadiyah 4 Kebomas mengikuti PKDA sebagai penguat iman dan praktik ibadah menjelang 10 malam terakhir Ramadan.

Tagar.co – Aula SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat) Gresik, Jawa Timur, dipenuhi suasana khidmat pada Senin (9/3/2026). Sebanyak 98 siswa kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) yang digelar selama tiga hari ke depan sebagai penguat spiritual di penghujung Ramadan.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 dan dibuka langsung oleh Kepala SMP Muhammadiyah 4 Kebomas, Makhbub Zunaidi, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integritas dalam kehidupan seorang pelajar sekaligus seorang muslim.

Baca juga: Spemupat Umumkan Juara Lomba Cerpen, Tiga Nama Terbaik Catat Prestasi

“Sebagai pelajar, apa yang harus dilakukan saat ujian? Harus jujur, tidak boleh mencontek. Jika mencontek, berarti kalian melanggar integritas sebagai pelajar yang baik,” ujarnya di hadapan para peserta.

Ia juga mengaitkan nilai integritas dengan ibadah puasa. Menurutnya, meninggalkan puasa dengan sengaja berarti mengabaikan komitmen sebagai muslim yang taat.

Baca Juga:  PKDA SD Almadany Kupas 10 Keutamaan Ramadan

“Begitu pula dengan puasa. Jika kalian sengaja meninggalkan puasa di bulan Ramadan, berarti kalian menantang Allah. Itu melanggar integritas sebagai seorang muslim,” tambahnya.

Puasa dan Keajaiban Tubuh

Materi pertama disampaikan oleh dua mahasiswa PLP, Fanny Aulia Elka Firdaus dan Mar’atul Iffah Rusdiana, yang mengangkat tema puasa dan kesehatan.

Melalui pemutaran video edukatif, para siswa diajak memahami bagaimana puasa dapat memengaruhi sistem metabolisme tubuh. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa praktik puasa yang diajarkan dalam Islam juga memiliki manfaat kesehatan yang diakui ilmu pengetahuan modern.

Antusiasme siswa terlihat dari berbagai komentar spontan yang muncul selama sesi berlangsung.

“Wow… keren banget ya tubuh kita,” ujar Annisa Nur Hikmah, siswa kelas VIII-B dengan ekspresi kagum.

“Diet gratis dan berpahala,” seloroh temannya, Raiqah Helya, yang langsung disambut tawa ringan peserta lainnya.

Materi ini memberikan pemahaman bahwa puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga memiliki dimensi ilmiah yang menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah.

Mahasiswa PLP Universitas Muhammadiyah Gresik Putra Fakhruddin Amrullah, memperkenalkan penggunaan aplikasi Al-Qur’an digital kepada siswa kelas VII dan VIII dalam kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) di Aula SMP Muhammadiyah 4 Kebomas, Senin (9/3/2026). Melalui sesi interaktif dan permainan islami, para siswa diajak memanfaatkan teknologi untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. (Tagar.co/Kurnia Eva Sari)

Ketika Wahyu Bertemu Teknologi

Materi kedua disampaikan oleh Wilujeng Alhayat dan Putra Fakhruddin Amrullah, mahasiswa PLP dari Universitas Muhammadiyah Gresik. Mereka memperkenalkan berbagai aplikasi Al-Qur’an digital yang dapat membantu siswa lebih dekat dengan kitab suci melalui teknologi.

Baca Juga:  Empat Pos Esmalik Uji Ibadah dan Kekompakan Siswa SD Muri

Sesi diawali dengan permainan islami yang diselingi pembagian hadiah untuk meningkatkan antusiasme peserta. Setelah itu, para siswa diperkenalkan dengan beberapa aplikasi Al-Qur’an digital.

Menariknya, sebagian besar siswa ternyata sudah memiliki aplikasi tersebut di gawai masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an.

Praktik Wudu dan Tayamum

Kegiatan hari pertama PKDA ditutup dengan praktik wudu dan tayamum yang dipandu oleh para wali kelas. Praktik ini bertujuan memastikan para siswa memahami secara benar tata cara bersuci sebelum melaksanakan salat.

Salah satu wali kelas VIII-B, Ustazah Adhimatul Ilmiyah, S.Ag., menegaskan pentingnya menjaga kesempurnaan wudu sebagai syarat sah salat.

“Sebelum melaksanakan salat, kita harus memastikan tubuh kita bebas dari hadas. Wudu dan tayamum adalah cara kita bersuci, jadi jangan dilakukan asal-asalan,” pesannya kepada para siswa.

Melalui rangkaian materi, diskusi, dan praktik ibadah tersebut, kegiatan PKDA diharapkan menjadi booster ketakwaan bagi para siswa, khususnya dalam menyambut 10 malam terakhir Ramadan yang penuh keberkahan. (#)

Baca Juga:  310 Paket Takjil Dibagikan, Pesantren Kilat SD Muri Ditutup dengan Aksi Berbagi

Jurnalis Kurnia Eva Sari | Penyunting Mohammad Nurfatoni