
Tiga siswa terbaik resmi ditetapkan sebagai juara lomba cerpen Spemupat. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi langkah konkret sekolah menghidupkan kembali budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar.
Tagar.co, Gresik – Juara lomba menulis cerpen yang digelar SMP Muhammadiyah 4 Gresik (Spemupat) dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw. diumumkan pada Kamis (12/2/2026) di Masjid At-Taqwa Giri.
Baca juga: Spemupat Dukung Open School SD Muri, Bagikan Snack dan Minuman Gratis
Suasana bahagia menyelimuti area salat masjid. Usai melaksanakan salat Duha berjemaah, seluruh siswa Spemupat dikejutkan dengan pengumuman pemenang yang disampaikan Wakil Kepala Bidang Ismuba, Faridatul Asriah, S.Ag.
Dengan nada jenaka, ia menggoda para siswa sebelum membuka amplop penghargaan.
“Siapa nih yang dapat hadiah? Isinya berapa juta, ya?” kelakarnya sambil mengangkat salah satu amplop. Sontak, riuh tepuk tangan dan sorakan memenuhi masjid.
Juara I diraih Nisa Nafazatul (IX-B), disusul Charlene Kamila (VII-A) sebagai Juara II, dan Muhammad Alvino (IX-B) sebagai Juara III. Selain tiga pemenang utama, tujuh siswa lainnya menerima hadiah hiburan atas karya terbaik mereka.
Memantik Kreativitas di Tengah Padatnya Aktivitas
Memasuki semester dua, siswa—terutama kelas akhir—dihadapkan pada jadwal yang padat. Tugas harian, perlombaan, TKA, hingga berbagai pembekalan akademis kerap menguras energi dan pikiran.
Karena itu, lomba menulis cerpen yang diinisiasi Perpustakaan Maktabah Al-Farabi bersama IPM Ranting Spemupat diharapkan menjadi ruang jeda yang produktif—melepas penat sekaligus mengasah daya cipta.
Kepala Sekolah Spemupat, Makhbub Zunaidi, S.Pd., Gr., mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi literasi pelajar yang dinilai menurun.
“Anak-anak sekarang terlalu akrab dengan gawai dan semakin jarang membaca. Ini menjadi tantangan kita bersama,” ujarnya.
Ia berharap lomba ini mampu membangkitkan kembali minat baca dan keterampilan menulis siswa. Lebih dari itu, karya para pemenang rencananya akan dibukukan dalam bentuk antologi cerpen siswa sebagai dokumentasi sekaligus kebanggaan bersama.
Bagi Spemupat, perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar yang spektakuler. Kebiasaan sederhana—membaca, menulis, dan berani berkarya—yang dilakukan secara konsisten dengan suasana hati yang bahagia, justru lebih membekas dan membentuk karakter literat dalam jangka panjang.
Jurnalis Kurnia Eva Sari | Penyunting Mohammad Nurfatoni












