
Tagar.co – Suasana belajar yang berbeda tampak di Masjid At-Taqwa kompleks Perguruan Muhammadiyah Giro Kebomas Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026). Saaat itu siswa kelas IV hingga VI SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, mengikuti materi praktik mandi wajib dalam rangkaian kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) dengan penuh antusias.
Baca juga: Menjelang Balig, Siswa SD Muri Ditempa Adab Pergaulan dan Praktik Bersuci
Materi ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran fikih, khususnya bagi siswa yang mulai memasuki masa balig. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibimbing memahami tata cara bersuci dengan benar agar ibadah yang mereka lakukan sah dan sesuai tuntunan syariat Islam.
Materi disampaikan oleh Mohammad Hilmi Fachruddin, S.Pd., bersama Umamah, S.Ag. Pada awal sesi, para pemateri menjelaskan kondisi-kondisi yang mewajibkan mandi besar.
Para siswa dikenalkan bahwa perempuan diwajibkan mandi setelah selesai masa haid, sedangkan laki-laki diwajibkan mandi setelah mengalami mimpi basah. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.

Memahami Tata Cara Mandi Wajib
Setelah memahami dasar hukumnya, para siswa diajak mempelajari langkah-langkah mandi wajib sesuai sunah Nabi Muhammad Saw., mulai dari niat, membersihkan bagian tubuh tertentu, hingga mengguyur seluruh tubuh agar air merata ke seluruh anggota badan.
Penjelasan disampaikan secara bertahap agar siswa tidak hanya mengetahui urutan tata cara mandi wajib, tetapi juga memahami pentingnya bersuci sebagai syarat sah berbagai ibadah.
Selama penyampaian materi, para siswa tampak menyimak dengan serius. Beberapa di antaranya juga mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemahaman mereka tentang materi yang dijelaskan.

Praktik Langsung di Kamar Mandi
Setelah sesi penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di kamar mandi sekolah yang dipisahkan antara siswa putra dan putri. Siswa perempuan dipandu oleh Umamah, sedangkan siswa laki-laki dibimbing oleh Mohammad Hilmi Fachruddin.
Praktik dilakukan secara bergantian mulai dari kelas IV, V, hingga VI.
Suasana praktik berlangsung semarak dan penuh semangat. Para siswa memperhatikan setiap tahapan yang dijelaskan, lalu mencoba mempraktikkannya sesuai arahan pemateri.
Salah satu siswa kelas VI, Khalifah Hakeem Said Ilmiawan, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Sekarang saya tahu bagaimana cara mandi wajib yang benar, dan airnya juga terasa segar sekali,” ujarnya dengan wajah ceria.
Kepada Tagar.co, Mohammad Hilmi Fachruddin menjelaskan melalui kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori tentang bersuci, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan pemahaman yang baik sejak dini, siswa diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih sempurna serta meneladani tuntunan Rasulullah Saw. dalam menjaga kesucian diri,” ujarnya. (#)
Jurnalis Novita Dyah Puspitasari | Penyunting Mohammad Nurfatoni












