
Puluhan siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas mengikuti lomba mewarnai Damar Kurung bersama K3S Kebomas. Kreativitas mereka melahirkan karya warna-warni sekaligus mengenalkan seni rupa khas Gresik kepada generasi muda.
Tagar.co – Puluhan siswa duduk tekun memegang pensil warna di aula SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Kamis (26/2/2026). Di hadapan mereka terbentang gambar Damar Kurung, lampion khas Gresik yang sarat cerita kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui lomba mewarnai yang digelar bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kebomas, sekolah ini mengajak siswa mengenal warisan budaya daerah melalui kreativitas warna.
Baca juga: Sirah Nabawiah Hidupkan PKDA SD Muri, Siswa Belajar Memilih Teman yang Baik
Sebanyak 50 siswa dari kelas I hingga VI mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka memadukan berbagai warna untuk menghidupkan motif-motif khas Damar Kurung, sebuah tradisi seni rupa yang dipopulerkan oleh maestro Gresik, Masmundari.
Bagi SD Muhammadiyah 1 Kebomas, kegiatan ini bukan sekadar lomba mewarnai. Lebih dari itu, lomba ini menjadi cara memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda di tengah arus budaya digital yang semakin kuat.
Hasil Kolaborasi
Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Agustina Wahyu Setyawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kolaborasi dengan K3S Kebomas merupakan langkah untuk memperkuat sinergi antar-sekolah sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan akar budayanya. Mewarnai Damar Kurung menjadi sarana melatih kesabaran dan ketelitian, sekaligus mengenalkan identitas khas Gresik kepada mereka,” ujarnya, Kamis (5/3/26).
Selama lomba berlangsung, para siswa tampak serius menyelesaikan karya mereka. Ada yang berhati-hati mengisi bidang warna agar tidak keluar garis, ada pula yang mencoba memadukan warna agar motif terlihat lebih hidup.
Kehadiran para kepala sekolah yang memantau jalannya lomba turut menambah semangat para peserta.
Salah satu juri lomba, Qomariyah, S.Pd., menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yakni komposisi warna, kerapian, dan kreativitas.
“Komposisi warna dilihat dari keharmonisan perpaduannya. Kerapian berkaitan dengan ketelitian saat mewarnai. Sementara kreativitas terlihat dari bagaimana siswa memberi sentuhan unik pada motif Damar Kurung,” jelasnya.

Sang Juara
Setelah melalui proses penilaian, panitia mengumumkan para pemenang pada Rabu (4/3/2026).
Kategori kelas bawah (kelas 1–3)
-
Juara I: Shoffiyah Azka Dina (Kelas 2 Mas Mansoer)
-
Juara II: Echa Putri Hafizah (Kelas 3 Ahmad Badawi)
-
Juara III: Alesha Salsabila Haris (Kelas 3 Ahmad Badawi)
Kategori kelas atas (kelas 4–6)
-
Juara I: Syakira Jauhara Zahrani (Kelas 6 Din Syamsuddin)
-
Juara II: Nabila Amelia Fachruddin (Kelas 6 Haedar Nashir)
-
Juara III: Rizky Ayu (Kelas 4 AR Fachruddin). (#)
Jurnalis Bellah Iasyah Meylindah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












