
Konsultasi ke Bendahara PWM Jawa Timur menghasilkan strategi konkret penguatan branding dakwah, akuntabilitas, dan jejaring penghimpunan dana Masjid dr. Soetomo.
Tagar.co — Komitmen memperkuat dakwah perserikatan di kawasan Surabaya Timur ditunjukkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Medokan Semampir dengan langkah konkret.
Kamis (12/2/2026), jajaran pengurus ranting itu bersilaturahmi sekaligus berkonsultasi dengan Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin.
Baca juga: Tak Cukup Angka dan Laporan, Lazismu Butuh Modal Batin
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 1 kantor PWM Jatim sejak pukul 12.15 WIB tersebut menjadi momentum strategis untuk mematangkan rencana pembangunan Masjid dr. Soetomo, yang berlokasi di tepi jalan utama kawasan Surabaya Timur.
Posisi lahan yang berada di jalur ramai dinilai memiliki nilai dakwah yang tinggi sekaligus potensi besar sebagai pusat aktivitas sosial-keagamaan.
Rombongan PRM Medokan Semampir dipimpin Ketua PRM, Drs. Chomsul Khamim, didampingi jajaran pengurus ranting dan panitia pembangunan masjid.
Hadir pula Yusfit Effendi, SE, yang juga bagian dari pengurus Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Jawa Timur. Kehadiran unsur LDK menegaskan bahwa agenda ini tidak semata membahas konstruksi fisik, melainkan penguatan ekosistem dakwah berbasis komunitas.
Mengawali pertemuan, Yusfit Effendi memperkenalkan satu per satu anggota rombongan sekaligus menyampaikan maksud silaturahim. Ia menegaskan pentingnya penyelarasan gerak dakwah di tingkat ranting dengan visi besar persyarikatan di tingkat wilayah.
Sesi utama dilanjutkan pemaparan Ketua Panitia Pembangunan Masjid dr. Soetomo, Ahmad Mahmudi, M.Pd. Ia menjelaskan secara sistematis tahapan yang telah dirancang panitia, mulai dari perencanaan, analisis lingkungan, hingga desain konstruksi yang telah melalui kajian para ahli.
“Perencanaan kami tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tetapi juga pada fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat,” ujarnya.
Menurut Mahmudi, lokasi masjid yang berada di tepi jalan utama Surabaya Timur memberi peluang besar untuk menjadikannya pusat syiar dan pelayanan masyarakat. Selain memaparkan desain dan konsep pengelolaan, ia juga menyampaikan progres penggalangan dana yang telah berjalan, termasuk pendekatan kepada donatur, jejaring warga Muhammadiyah, serta sinergi lintas elemen masyarakat.
Ia menambahkan, proses perencanaan masjid juga mendapatkan masukan dari sejumlah tokoh PWM Jawa Timur, terutama dalam aspek tata kelola wakaf, penguatan nilai strategis dakwah, dan keberlanjutan ekonomi masjid.
Paparan tersebut mendapat apresiasi dari drh. Zainul Muslimin. Ia menilai PRM Medokan Semampir telah menunjukkan keseriusan dan profesionalitas dalam merancang program.
Menurutnya, keberhasilan dakwah Muhammadiyah di kawasan perkotaan seperti Surabaya Timur sangat ditentukan oleh perencanaan yang matang, transparansi pengelolaan, serta kemampuan membangun dan menjaga kepercayaan publik.
Dalam arahannya, Zainul menekankan pentingnya memperkuat branding dakwah melalui masjid yang tidak hanya representatif secara fisik, tetapi juga aktif menjalankan program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Ia juga memberikan sejumlah strategi fundraising, mulai dari penguatan narasi manfaat, pelibatan tokoh berpengaruh, hingga optimalisasi jaringan persyarikatan di berbagai level.
“Fundraising bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi membangun partisipasi dan rasa memiliki umat terhadap gerakan dakwah,” tegasnya.
Ia mendorong panitia untuk menjaga akuntabilitas dan konsistensi komunikasi kepada publik agar kepercayaan terus tumbuh seiring progres pembangunan.
Diskusi yang berlangsung hangat itu berakhir pukul 13.30 WIB dengan pesan motivatif agar PRM Medokan Semampir melangkah secara cerdas, terukur, dan kolaboratif. Pembangunan Masjid dr. Soetomo diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan baru di jalur strategis Surabaya Timur, tetapi juga melahirkan pusat peradaban yang menggerakkan dakwah, pemberdayaan, dan kemajuan umat. (#)
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mochammad Nurfatoni












