Feature

Tarhib Ramadan RS PKU Palangka Raya Kumpulkan Karyawan

90
×

Tarhib Ramadan RS PKU Palangka Raya Kumpulkan Karyawan

Sebarkan artikel ini
Tarhib Ramadan digelar RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di Masjid Al-Insan, Ahad (8/2/2026).
M. Zuhri

Tagar.co – Tarhib Ramadan digelar RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di Masjid Al-Insan, Ahad (8/2/2026).

Pengajian rutin bulanan ini sebagai sarana menyambung silaturahmi, pembinaan spiritual, dan mental pegawai sehingga terbentuk karakter, meningkatkan ketenangan batin, moral, dan etika kerja.

Tarhib Ramadan menghadirkan M. Zuhri, S.HI., M.Pd.I, Wakil Ketua PWM Kalimantan Tengah yang membidangi Tarjih dan Tajdid.

Tema kajian Pahami Fikih Puasa, Capai Ibadah yang Maksimal di Bulan Ramadan.

Dalam ceramahnya M. Zuhri mengingatkan, Ramadan yang datang setiap tahun berpotensi menjadi rutinitas belaka jika tidak dimaknai secara khusus.

“Tarhib Ramadan di RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya menjadi penting sebagai sarana menyambut bulan suci dengan kesadaran dan kesiapan spiritual yang lebih mendalam,” ujar Zuhri.

Dia menekankan, Ramadan diperlakukan sebagai anugerah yang disambut dengan kegembiraan, bukan dianggap sebagai beban.

Dengan cara tersebut, umat Islam dapat menjadikan bulan suci sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah sekaligus pembaruan diri.

“Sambut Ramadan dengan suka cita, siapa tahu Ramadan kali ini adalah Ramadan terakhir kita,” tambahnya.

Baca Juga:  Smantis Gelar Semaan Al-Quran dan Doa Bersama Sambut Ramadan

Ibadah Ramadan, kata dia, merupakan ibadah yang mengondisikan setiap muslim mengamalkan ajaran Islam secara kaffah. Salah satu bukti dari berIslam secara kaffah adalah berakhlak mulia.

Tidak hanya berpuasa, setiap muslim menjauhkan diri dari hati yang buruk sehingga terpancar kepribadian yang saleh yang menghadirkan kedamaian dan kemanfaatan bagi diri dan sesamanya. Agar muslim yang beribadah Ramadan memiliki kepribadian yang saleh.

”Di antara kegiatan itu adalah  salat lima waktu berjemaah, taklim, tadarus sendiri-sendiri maupun bersama, berbagi sedekah, dan pembagian zakat fitri,” ujar Zuhri yang anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Amalan yang Membatalkan Pahala Berpuasa

Lantas dia mengupas amalan yang membatalkan pahala puasa seperti berbohong, memfitnah, menipu, berkata kotor, mencaci maki, membuat kegaduhan, mengganggu orang lain, berkelahi.

Dia mengatakan, memfitnah dan berbohong merupakan perbuatan tercela. Muslim yang berpuasa dilarang melakukannya. Jika melakukannya, puasanya tidak berpahala. Perlu kita pahami secara utuh bahwa muslim yang tidak sedang berpuasa pun dilarang memfitnah dan berbohong. Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina, suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah.

Baca Juga:  Sepuluh Hari Pertama Puasa: Teruji di Jalan Raya, Pasar, dan Linimasa

“Muslim yang berpuasa, tetapi berdusta dan tidak meninggalkan perbuatan buruk, puasanya tidak diperhitungkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hanya memperoleh lapar dan haus” ujarnya.

Islam, sambung dia, merupakan rahmat bagi seluruh alam selama pemeluknya mengamalkannya secara kaffah. Jika semua amalan yang bersifat wajib dan sunah ketika beribadah Ramadan diamalkan dengan benar dan semua amalan yang membatalkan pahala puasa ditinggalkan, pasti kedamaian dan kemanfaatan terwujud tidak hanya bagi muslim, tetapi juga bagi umat lain.

Pendalaman Al-Islam

Hadir di acara ini Direktur Utama RSI PKU dr. Lia Indriana, Direktur Pelayanan dan Penunjang Medis dr. Widya Dewi Jayanti, para dokter spesialis, manajer, kepala ruangan, serta pegawai sekitar 300 orang.

Dokter Lia Indriana dalam sambutannya bersyukur serta menekankan komitmen layanan rumah sakit terhadap pasien dan kesejahteraan pegawai.

Muhammadiyah, kata dia, mendirikan rumah sakit sebagai dakwah bidang kesehatan yang menjadi ciri khas RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Tarhib Ramadan ini pendalaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misal salat berjemaah, pengajian, dan ibadahdi bulan Ramadhan.

Baca Juga:  Tiga Bekal Raih Kebahagiaan di Kajian Badan Eksekutif Lazismu Gresik

Tahun ini, sambung dia, rumah sakit memberikan makan buka puasa dan sahur, kegiatan khataman, tarawih dan iktikaf.

“Komitmen kita harus meningkatkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kita lakukan dengan niat ikhlas berbuah pahala oleh Allah Swt, bukan hanya bekerja yang kita lakukan tapi juga mencari ridaNya, sehingga kita selamat dunia dan akhirat, apalagi di bulan Ramadhan  yang ganjaran pahalanya dilipat gandakan,” ujarnya.

Dia mengajak pegawai RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, dan warga Muhammadiyah untuk memaknai datangnya bulan suci Ramadan secara istimewa untuk memperkuat nilai kejujuran, kesabaran, dan ukhuwah. (#)

Jurnalis Muhammad Fitriani  Penyunting Sugeng Purwanto