
Tagar.co – PTDI (Pendidikan Tinggi Dakwah Islam) Jatim meresmikan operasional dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Jalan Garuda No. 36–42, Rewwin, Waru, Sidoarjo, Sabtu (7/2/2026).
Hadir dalam peresmian ini perwakilan Camat, Polsek, Koramil Waru, warga sekitar, para relawan, pengurus PTDI, dan konsultan.
Nama resmi tempat memasak untuk melayani makan siang siswa di kawasan ini adalah dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Wedoro 4.
Kepala SPPG Wedoro 4, Nurul Ayu Andari, menjelaskan, dalam sepekan ini sudah produksi makanan sebanyak 1.124 ompreng per hari untuk melayani empat sekolah di Kelurahan Wedoro ini.
”Mulai Senin lusa produksi naik menjadi 1.204 ompreng karena ada satu sekolah lagi yang masuk daerah layanan dapur ini,” kata Nurul.
Dia mengatakan, produksi akan terus naik hingga mencapai kapasitas 2.500 ompreng per hari. Beberapa sekolah penerima manfaat yang masuk layanan dapur ini sudah dijajaki tinggal menunggu tanda tangan memorandum kesepakatan.
”Dalam sepekan layanan MBG ini respon siswa, guru, dan orang tua sangat baik menilai kualitas masakan dan disukai siswa,” ujarnya.
Nurul menceritakan, MGB ini sangat membantu siswa karena ada anak-anak yang ke sekolah belum sarapan dan tidak punya uang saku untuk jajan. ”Ketika menerima paket makan siang ini anak-anak itu bersyukur karena bisa makan,” tuturnya sambil terisak.
Dia menuturkan, proses memasak sesuai prosedur kesehatan, memenuhi nilai gizi, dan pengaturan jam pengantaran makanan yang tepat waktu ke sekolah. Dengan jadwal seperti ini makanan tetap sehat ketika diterima siswa.
Nurul menyampaikan, dapur ini juga menghidupkan UMKM di sekitar yang memasok beras, sayur, buah, lauk pauk, susu, bumbu, dan lainnya.

Angka Stunting
Ketua PTDI Jawa Timur, Prof. Dr Daniel Mohammad Rosyid, mengatakan, MBG sangat diperlukan untuk mendukung tumbuhnya generasi sehat. Sebab angka stunting di Indonesia sangat tinggi. Di Jawa Timur jumlah anak stunting juga banyak.
”Menurut data dari empat anak, satu anak menderita stunting. Ini sangat memprihatinkan. Salah satu solusinya MBG ini untuk memenuhi gizi,” katanya.
Dia menyampaikan, sasaran penerima MBG tidak hanya anak-anak, tapi juga ibu hamil. Karena stunting itu salah satu sebabnya ibu hamil kurang asupan makanan bergizi.
”Dapur kita nanti juga melayani ibu-ibu hamil. Kita kerja sama dengan Posyandu di kampung dan kelurahan yang punya data,” ujarnya.
Guru besar ITS ini bersyukur dapur MBG PTDI sudah bisa operasional. Awal pembangunan dimulai Agustus 2025. Bulan Januari disurvei oleh Badan Gizi Nasional lalu mendapatkan izin operasional dan sertifikat. ”Sepekan ini sudah melayani beberapa sekolah dan alhamdulillah mendapat respon baik,” katanya.
Dia berjanji terus menjaga kebersihan dan kesehatan makanan yang dimasak di dapur ini, supaya tidak menimbulkan masalah.
”Dapur MBG ini diperlakukan sebagai fasilitas vital negara, seperti instalasi reaktor nuklir. Tidak semua orang boleh masuk kecuali pengelola untuk menghindari kontaminasi,” ujarnya.
Dia juga bersyukur dibukanya dapur MBG telah membuka lapangan kerja bagi anak muda di Rewwin dan Wedoro menjadi relawan yang menyiapkan makanan. (#)
Penyunting Sugeng Purwanto












