
Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan yang diadakan MDMC mengesankan peserta. Selama tiga hari mereka beraktivitas dan liputan di kebun teh membuat berita.
Tagar.co – Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lumajang, Umi Fauziah Yuniarsih, mengirim informasi ke grup Whatapps PDNA, Kamis (15/1/2026).
Isi informasi pendaftaran peserta Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan MDMC Lumajang. ”Monggo departemen yang membidangi bisa ikut serta dalam pelatihan tersebut.” pesan Umi, panggilan akrab ketua PDNA itu dalam chat.
Dua hari setelah informasi, Diah Nur Fitria, anggota Departemen Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LHPB) PDNA Lumajang segera mendaftarkan diri mengikuti pelatihan tersebut.
Pelatihan jurnalistik dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari hingga Ahad, 1 Februari 2026. Acara selama tiga hari bertempat di homestay Pabrik Teh Kertowono Kecamatan Gucialit.
Jumat usai mengajar, Diah langsung berangkat berboncengan bersama temannya, Lina Fikriyah, menuju lokasi kegiatan naik motor. Mereka menerobos hujan sepanjang perjalanan Lumajang kota hingga Desa Kertowono.
Sampai di lokasi terlambat. Sudah pukul 16.45 WIB. Acara sudah berlangsung. Pemaparan materi kedua dengan pembicara Sultan Syafaat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.
Mereka registrasi ke meja panitia, lalu mengambil tempat duduk di antara peserta lainnya. “Wkwk… kita ketinggalan materi,” kata Diah ke temannya.
Lina Fikriyah menjawab dengan tertawa. ”Iya ini udah materi kedua.”
Setelah salat Isya sesi ketiga dimulai. Yusuf Hidayatullah, Ketua MDMC Lumajang mengevaluasi kegiatan hari pertama.
Lalu moderator M. Najib Faizin, Sekretaris MDMC Lumajang, memberikan kesempatan peserta sharing pengalaman menarik ketika mengikuti respon bencana.
Diah mengacungkan tangan. “Pengalaman menarik saya ketika respon bencana Semeru 2025. Saya dan satu teman kebagian tempat tidur di luar. Kita satu tim 9 orang. Tujuh orang tidur di dalam kamar”.
Dia menceritakan, suara Gunung Semeru bergemuruh di tengah malam menjadi suasana menegangkan. Barang-barang setiap habis dipakai langsung dimasukkan ke dalam tas supaya kalau ada bahaya langsung angkut tasnya dan lari.”

Hari Kedua
Hari kedua, Sabtu (31/1/2026) diawali dengan senam bersama dipimpin tiga peserta dari SMK Muhammadiyah Jatiroto. Mereka peserta termuda dalam pelatihan ini.
Setelah senam peserta jalan-jalan menikmati udara segar kebun teh. Ada yang foto-foto, jalan-jalan di sekitar pabrik PT Perkebunan Nusantara I, ada yang keliling melihat perkebunan teh.
Diah bersama tiga temannya dihampiri seorang bapak mengendarai motor. “Ada acara apa, Nak? Ini dari Muhammadiyahkah? Ini bapak punya susu kedelai. Bapak jualan tapi orang yang bapak titipi libur jadi buat kalian aja,” ujarnya.
”Matur nuwun sanget bapak,” ujar Diah dan temannya.
Setelah sarapan dimulai sesi materi oleh Mohammad Nurfatoni, Redaktur Pelaksana Tagar.co. Dia menyampaikan teknik menulis berita kebencanaan.
Dijelaskan struktur penulisan berita terdiri 5W1H yaitu what, who, where, when, why, dan how.
Kemudian pemateri Nurfatoni memberi tugas mendeskripsikan foto yang ditayangkan di LCD ke dalam berita jurnalistik. Foto itu berupa seorang laki-laki di atas motornya berhenti menyaksikan abu vulkanik Gunung Semeru yang membumbung tinggi.
Tugas tulisan dikumpulkan ke grup WA. Kemudian semua tulisan dievaluasi dan dipilih yang terbaik mendapatkan hadiah buku.
”Tulisan pertama yang bagus oleh Rizal Mazaki dan satunya oleh Diah Nur Fitria,” ucap Nurfatoni.
Saat itu Diah melamun dan tidak sadar namanya dipanggil. ”Diah Nur Fitria ini yang mana? Ayo maju,” kata Nurfatoni.
Di depan terjadi perebutan saat memilih buku. Akhirnya Rizal dipersilakan memilih buku terlebih dahulu.
Sesi pertama berakhir diganti materi kedua oleh Sugeng Purwanto, Pemred Tagar.co. Dia menyampaikan materi memilih angle berita.
Di sesi ini juga ada tugas menulis angle suasana kebun teh. Tulisan Diah terpilih lagi mendapat hadiah buku. Dia bangga pada pelatihan jurnalistik ini tulisannya dinilai baik.
Hari Ketiga
Hari ketiga, Ahad, (1/2/2026) ditutup dengan materi mobile journalisme disampaikan oleh Rahadi, M.Si, dosen UMM.
Ia memaparkan bagaimana cara mengambil foto dan video melalui smartphone, cara mengambil foto yang di dalamnya memuat banyak informasi.
Sesi materi ini diakhiri dengan praktik membuat short video durasi satu menit secara berkelompok.
Diah dan kelompoknya bergerak memikirkan ide video yang dibuat. “Bagaimana kalau membuat video cinematic tentang perjalanan teh dari kebun hingga ke cangkir,” ujarnya.
Pengambilan video sempat diulang beberapa kali ketika dalam diskusi dinilai jelek. Tugas ini dikerjakan dengan maksimal. Waktu ishoma berakhir videonya belum selesai. Bahkan belum take voice over (VO).
Ketika pemateri mulai masuk forum, Diah,Yunita, dan Ilham meninggalkan ruang forum melakukan take VO.
Kuswantoro, Panitia Pelaksana, berkomentar,”Dari tadi ngedit belum selesai-selesai.” ujarnya
“Pelan-pelan, Pak, supaya hasilnya maksimal,” jawab kelompok ini.
Panitia menyampaikan ada hadiah untuk video terbaik. Waktu tersisa lima menit untuk mengumpulkan video.
Setelah terkumpul, pemateri Rahadi mereview video satu persatu. Hasilnya ada dua video terbaik dipilih. Satunya milik kelompok Diah.
“Alhamdulillah, keren teman-teman terima kasih kerja samanya,” ucap Diah.
Prompt yang dibuat kelompok Diah pas, alurnya runtun. Dua video ini mendapt hadiah dari panitia. (#)
Jurnalis Diah Nur Fitria Penyunting Sugeng Purwanto












