
Sai berlari-lari dari bukit Safa ke Marwah hingga tujuh kali adalah perjuangan keras seorang ibu demi kehidupan anaknya. Berkahnya turun kepada anak sehingga menemukan air.
Tagar.co – Pengajian Ahad Pagi PDM Trenggalek berlangsung di Lapangan Rusunawa Prigi Watulimo, Ahad (1/2/2026).
Menghadirkan mubalig asal Temanggung, Jawa Tengah, KH Taufiq Hartono. Dalam ceramahnya dia mengutip surah Al-Baqarah ayat 158.
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَاۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ
Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar (lambang) Allah, maka barangsiapa mengerjakan ibadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai di antara keduanya. Dan barangsiapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
Ayat tersebut mengingatkan jemaah dengan cerita Hajar dalam perjuangannya di antara Safa dan Marwah.
”Dalam ayat tersebut Hajar lari-lari naik ke Safa. Apa yang dicari?” tanya Ustaz Taufiq Hartono.
”Aiiir….” jemaah menjawab kompak.
”Salah….” kata pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam dari Kendal Jawa Tengah ini.
”Jika Hajar mencari air bukan naik ke bukit Safa tapi turun. Di atas tidak ada air. Make sense kan?” jawabnya.
Jemaah tertawa lirih mengaku salah menerka.
Menurut dia, Hajar naik ke atas bukit bukan mencari air, tapi mencari orang yang lewat.
”Banyak orang memiliki persepsi bahwa Hajar berlari-lari sai dari Safa dan Marwah untuk mencari air. Hajar sadar betul bahwa di sekitarnya hanya ada batu dan pasir. Jika mencari air tentu mencari ke bawah. Bukannya ke atas. Ke bukit Safa,” tandasnya.
”Hajar sadar betul di tempatnya tidak ada air, karena itu dia naik ke atas untuk mencari orang yang lewat. Ternyata tidak ada. Balik ke tempatnya. Lalu dia melihat fatamorgana air. Di mana? Di Marwah. Berapa kali Hajar berusaha bapak ibu?” tanyanya lagi.
”Tujuh kali,” jawab jemaah. Kali ini jawabannya benar.
Ustaz Taufiq menanyakan lagi,”Apakah Siti Hajar lalu mendapat air? Tidak! Jangan merasa sudah bekerja maksimal hanya karena berusaha dua kali. Tiga kali. Empat kali. Lima kali. Enam kali. Hajar berusaha lari-lari mencari air antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.”
Menurut dia, ini sama dengan Nabi Muhammad Saw mencapai puncak Isra Mikraj di Sidratulmuntaha setelah melewati tujuh langit.
Pengajian dihadiri Ketua PDM Wicaksono, Wakil Ketua PDM Bachtiar Kholili, dan seluruh warga Muhammadiyah Trenggalek.
Wicaksono dalam sambutannya mengajak warga Muhammadiyah memberikan kontribusi yang besar bagi nusa dan bangsa. (#)
Jurnalis Kamas Tontowi Penyunting Sugeng Purwanto












