Feature

Rakerda Lazismu Bakorwil 5 Jatim: Menyatukan Langkah, Menguatkan Dampak Zakat

76
×

Rakerda Lazismu Bakorwil 5 Jatim: Menyatukan Langkah, Menguatkan Dampak Zakat

Sebarkan artikel ini
Para narasumber Rakerda Lazismu Barkorwil 5 Sabtu, 31 Januari 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro, Jawa Timur. (Tagar.co/Ansorul Hakim)

Rakerda Lazismu Bakorwil 5 Jawa Timur di Bojonegoro menjadi ruang konsolidasi penting untuk memperkuat sinergi antardaerah, meningkatkan profesionalisme amil, dan menghadirkan layanan zakat yang berdampak nyata bagi umat.

Tagar.coLazismu Bakorwil 5 Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Sabtu, 31 Januari 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro, Jawa Timur.

Forum ini mempertemukan Dewan Pengawas Syariah, Badan Pengurus, dan Badan Eksekutif Lazismu dari tiga daerah—Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban—dengan satu tujuan besar: menguatkan sinergi dan profesionalisme pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Baca juga: Lazismu Bojonegoro Perkuat Tata Kelola Zakat lewat Pelatihan Simziska

Sejak awal, Rakerda dirancang bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia menjadi ruang strategis untuk menyamakan langkah, meningkatkan mutu layanan, sekaligus merawat silaturahmi antarpengelola Lazismu se-Bakorwil 5 Jawa Timur.

Ketua Lazismu Bojonegoro, Drs. Rofi’i, M.Pd.I., membuka kegiatan dengan sambutan hangat. Ia berharap pertemuan ini melampaui rapat formal—menjadi ajang saling mengenal, berbagi praktik baik, dan memperkuat keakraban lintas daerah.

Baca Juga:  Peristiwa Langit yang Menyapa Akal dan Iman

“Semoga Rakerda ini menjadi media silaturahmi agar kita semakin akrab dan memiliki tujuan yang sama, yakni berfastabikul khairat melalui Lazismu,” ujarnya. Mengutip pesan Ketua PP Muhammadiyah M. Sa’ad Ibrahim, ia menekankan pentingnya keseimbangan: yang kuat menguatkan yang lemah, agar Lazismu tumbuh bersama dalam semangat saling mendukung.

Apresiasi juga datang dari Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si. Ia menilai kiprah Lazismu sangat mulia karena berurusan langsung dengan amanah umat. Potensi zakat—terutama zakat profesi—menurutnya masih terbuka lebar dan perlu terus dimaksimalkan.

Ia mencontohkan manfaat konkret pengelolaan zakat yang sudah dirasakan masyarakat, salah satunya kehadiran RS Aisyiyah Bojonegoro. “Terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Lazismu memikul tugas besar untuk menjaga amanah sebaik-baiknya,” tuturnya, seraya mengingatkan spirit Surah Yasin ayat 65 tentang tanggung jawab dan amanah.

Ketua Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, dalam Rakerda Lazismu Barkorwil 2 Sabtu, 31 Januari 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro, Jawa Timur. (Tagar.co/Ansorul Hakim) 

Dari tingkat wilayah, Ketua Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, M.SEI., menegaskan bahwa Rakerda adalah ikhtiar peningkatan kapasitas dan kualitas Lazismu. Tahun ini, Lazismu didorong bergerak dengan empat spirit utama: Inovatif, Integratif, Berdampak, dan Berkemajuan.

Ia menyebut Lazismu sebagai “bahan bakar” gerakan Muhammadiyah—yang menuntut sinergi dan integrasi seluruh pimpinan. Mengingatkan sejarah runtuhnya peradaban Islam pada 1924, ia menekankan bahwa dana zakat tak boleh direduksi menjadi sekadar filantropi. “Program Lazismu harus konsisten dan benar-benar berdampak,” tegasnya.

Baca Juga:  Ilmu sebagai Penentu Masa Depan Peradaban

Tantangan layanan di era relasi sosial-ekonomi yang makin dinamis, lanjut Imam Hambali, menuntut layanan prima bagi para muzakki dan donatur: menyenangkan, menenangkan, mudah, dan cepat. Digitalisasi menjadi jawabannya.

Awal Januari ditandai implementasi Simziska sebagai sistem pengelolaan zakat terintegrasi. Lazismu Bojonegoro dinilai cepat beradaptasi berkat konsistensi para amil, termasuk P. Sartono, Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, yang telah menekuni sistem ini sekitar satu setengah tahun.

Rakerda Lazismu Barkorwil 2 Sabtu, 31 Januari 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro, Jawa Timur. (Tagar.co/Ansorul Hakim)

Ia juga menegaskan posisi amil sebagai profesi mulia yang harus dijalankan dengan kehati-hatian tinggi. Audit oleh LPPK menjadi instrumen penting menjaga transparansi dan akuntabilitas. Pesan penutupnya jelas: rawat hubungan harmonis dengan PDM dan bangun sinergi positif bersama Majelis Dikdasmen dan PNF.

Pada sesi penguatan kapasitas, Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Agus Lukman Hidayat, menyampaikan materi marketing zakat yang diadaptasi dari pemikiran Philip Kotler. Kerangka ini menunjukkan transformasi paradigma pengelolaan dan sosialisasi zakat seiring perubahan perilaku masyarakat, teknologi, dan relasi sosial-ekonomi.

Dari Marketing 1.0 hingga 4.0, zakat diposisikan bukan hanya kewajiban ritual, melainkan instrumen strategis pemberdayaan umat—yang memerlukan inovasi, integrasi, nilai, dan sentuhan kemanusiaan—tanpa kehilangan ruh syariat.

Baca Juga:  Refleksi Nuzululquran: Lima Ikhtiar Menghidupkan Nilai-Nilai Al-Qur’an

Melalui Rakerda ini, Lazismu Bakorwil 5 Jawa Timur diharapkan kian solid dan profesional, menghadirkan layanan zakat yang modern, tepercaya, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. (#)

Jurnalis Ansorul Hakim Penyunting Mohammad Nurfatoni