Feature

MDMC Lumajang Gelar Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan

98
×

MDMC Lumajang Gelar Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan

Sebarkan artikel ini
MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Lumajang mengadakan Pelatihan Tim Media Kebencanaan Relawan Muhammadiyah.
Wakil Ketua MDMC Jatim Yuanita Wulandari. (Tagar.co/Agus Hilda)

Tagar.co – MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Lumajang mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tim Media Kebencanaan Relawan Muhammadiyah.

Kegiatan bertempat di Aula Kebun Teh Gucialit Lumajang. Pelatihan berlangsung tiga hari Jumat-Ahad, 30 Januari hingga 1 Februari 2026.

Acara dibuka oleh Wakil Ketua PDM Lumajang Teguh Hidayat Indaryanto. Pelatihan jurnalistik diikuti oleh 30 peserta dari Ortom.

Pembicara hari pertama, Sekretaris MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Yuanita Wulandari.

Dia memaparkan materi mengenai profil MDMC. Mulai dari sejarah pembentukan, mandat, struktur organisasi, hingga peran strategis MDMC dalam respons kebencanaan.

Setelah itu bicara konsep One Muhammadiyah One Response (OMOR). Materi ini menekankan pentingnya satu komando dalam aksi kemanusiaan.

Pembicara lainnya Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang, Sultan Syafaat.

Dia mengupas pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

Ia menguraikan potensi ancaman bencana di wilayah Lumajang serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak dini, termasuk peran masyarakat dan relawan dalam pengurangan risiko bencana.

Hari kedua, Sabtu (31/1/2026), diisi narasumber dari redaksi Tagar.co Sugeng Purwanto dan Mohammad Nurfatoni.

Baca Juga:  Di Samping Menara Pisa, PRNA Suci Dampingi Kader IPM Belajar Jurnalistik

Keduanya menyampaikan teknik menulis berita jurnalistik, mencari angel berita, dan foto jurnalistik.

MDMC
Sultan Syafaat ( Tagar.co/Agus Hilda)

Tim Inti

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh urgensi keberadaan Tim Media Kebencanaan di wilayah Jawa Timur untuk melaporkan dan mendokumentasikan tanggap bencana yang dilakukan MDMC.

Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik, Agus Hilda Laksana, menyampaikan, kegiatan ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Ini memang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas relawan MDMC Lumajang terkait pemberitaan kebencanaan,” ujar Hilda, panggilannya.

Ia menambahkan, pengalaman saat penanganan bencana di Aceh Tamiang menjadi refleksi penting. “Saat itu secara spesifik disebutkan relawan media. Dari situ kami sadar, tim media harus benar-benar siap,” katanya.

Gagasan pelatihan ini berawal dari pembicaraan menjelang keberangkatan relawan MDMC Lumajang ke Aceh. Diskusi tersebut melibatkan tim kecil beranggotakan lima orang, yakni Kuswantoro dari Lazismu Lumajang, Muhammad Yusuf Hidayatullah, Ketua MDMC Lumajang, Agus Hilda Laksana, Sekretaris Bidang Siapasiaga dan Mitigasi Bencana MDMC, Miftahul Huda, Ketua Bidang Rehabilitasi dan Kerjasama MDMC Lumajang. Kemudian ditambah Najib Faizin.

Baca Juga:  Lazismu Lumajang Audiensi ke Bupati

“Selagi tidak ada bencana, kita tingkatkan saja dulu skill tim media. Jadi ketika dibutuhkan, MDMC Lumajang sudah siap,” kata Mas Hilda.

Proses persiapan kegiatan dilakukan melalui diskusi kecil yang intens antara empat anggota MDMC dan Kuswantoro dari Lazismu sekaligus pengelola keuangan. Tujuannya agar program tetap berjalan tanpa mengganggu keberlangsungan operasional organisasi.

“Bisa kok kita atasi,” kata Hilda optimis.

Pelatihan ini dijalankan oleh panitia inti lima orang ini. Pembagian tugas dilakukan secara fleksibel dan efisien. Menurut Hilda, jumlah panitia yang ramping justru menjadi kekuatan tersendiri.

“Daripada menggemukkan panitia tapi pekerjaannya tidak efisien, lebih baik sedikit tapi solid,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, tantangan diatasi dengan kerja kolaboratif. Kuswantoro, misalnya, berperan menghubungi pemateri berpengalaman.

Hida mengatakan, melalui pelatihan ini berharap dapat mencetak relawan media kebencanaan yang siap, terampil, dan responsif dalam menyampaikan informasi bencana secara cepat, akurat, dan beretika kepada masyarakat. (#)

Jurnalis Rizal Masaki, Attar Tohari, Lina Fikriyah Penyunting Sugeng Purwanto