
Tagar.co – Kurikulum cinta disampaikan oleh Dr. Muhammad Nur Ibadi.,SE. MM, Kepala Kementerian agama Kabupaten Trenggalek di Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Trenggalek, Selasa (20/1/2026).
Tausiah disampaikan di acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Nur Ibadi mengingatkan tentang peristiwa Nabi Muhammad Saw disakiti warga Thaif. Lalu Jibril menawari membalas dengan menimpakan gunung kepada warga Thaif.
Tapi rasa cinta Nabi kepada umat mengurungkan malaikat untuk melakukannya. Nabi berharap dan berdoa mudah-mudahan warga Thaif akan menjadi umat Islam yang kuat.
“Cinta menjadi hal yang utama bagi Nabi Muhammad Saw dalam berdakwah. Hal ini sangat perlu mengingat betapa keadaan anak remaja kita sudah harus menghadapi dunia yang lebih berat sama dengan kita. Mari kita didik mereka sesuai zamannya. Bukan zaman kita,” katanya.
Dia memberikan tip untuk menguatkan kurikulum cinta terhadap siswa, di antaranya
Pertama, menguatkan cinta pada Allah dan rasulnya di setiap pembelanjaran. Nikmat Allah tiada habisnya jika kita menghitung.
Kedua, menguatkan cinta diri dan sesama. ”Kamu menzalimi orang lain sama dengan menzalimi diri sendiri. Mari kita bingkai pembelajaran dengan cinta Allah dan rasulnya, cinta diri dan sesama,” ujarnya.
Ketiga, cinta ilmu pengetahuan. Dengan menambah ilmu pengetahuan maka derajat akan bertambah seperti disebut dalam surah Al-Mujadalah: 11.
Keempat, cinta lingkungan. MTsN dulu masih kotor. Mari kita perbaiki lingkungan kantor kita.
”KUA di tiap-tiap kecamatan saya minta untuk diperbaiki. Begitu juga madrasah. Eko teologi. Lingkungan kita harus bersih. Biasakan anak-anak mencintai kebersihan,” katanya.
Kelima, cinta bangsa dan negara. Setiap awal masuk sekolah harus menyanyikan lagu-lagu Indonesia Raya. Tiap di depan kelas ada bendera. Pastikan mereka cinta bangsa. Tanamkan rasa cinta pada bangsa pada anak-anak kita.
”Mengapa harus menguatkan cinta. Anak-anak menghadapi dunia yang berbeda. Karena itu kita harus menanamkan nilai-nilai cinta kepada para siswa,” tandasnya. (#)
Jurnalis Kamas Tontowi Penyunting Sugeng Purwanto












