Feature

Galaulah jika Masjid Sepi

84
×

Galaulah jika Masjid Sepi

Sebarkan artikel ini
Galaulah jika masjid sepi. Itu pesan dari Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Jamaludin Ahmad di Silaturahmi PDM Balapan. Jangan hanya galau kalau PTM, RSM, dan sekolah Muhammadiyah sepi
Galaulah jika masjid sepi. Pesan dari Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Jamaludin Ahmad saat Silaturahmi PDM Balapan di SMK Muhammadiyah 1 Genteng Banyuwangi, Ahad (11/1/2026) (Tagar.co/Sugiran)

Galaulah jika masjid sepi. Itu pesan dari Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Jamaludin Ahmad di Silaturahmi PDM Balapan. Jangan hanya galau kalau PTM, RSM, dan sekolah Muhammadiyah sepi

Tagar.co – Matahari bersinar terang di atas langit Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Ahad (11/1/2026). Ratusan peserta Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Balapan sejak pukul 08.00 WIB memadati kawasan SMK Muhammadiyah 1 Genteng.

PDM Balapan beranggotakan PDM Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

Silaturahmi yang mengangkat tema Gerakan Memakmurkan Cabang, Ranting dan Masjid/Musala Muhammadiyah ditempatkan di Aula Lantai 2 SMK Muhi Genteng. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Lembaga Pengembang Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, H.M. Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog.

Pusat Jemaah di CRM

Mengawali paparannya, Jamaludin Ahmad mengaku baru pertama kali ke Banyuwangi. Dia menyampaikan sudah pernah ke PDM Jember dan PDM Bondowoso

“Meski baru pertama kali ke Banyuwangi, ternyata perkembangan Muhammadiyah di Banyuwangi luar biasa. Perkembangan Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) luar biasa. Alhamdulillah cabang rantingnya sudah di atas 100 persen,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Idulfitri di Bali, Ini 11 Lokasi Salat Id Muhammadiyah Bali 20 Maret 2026

Jamaludin menjelaskan, Muhammadiyah secara organisasi berpusat di Yogyakarta. Maka Ketua PP Muhammadiyah selalu punya rumah kediaman di Yogyakarta. Kantor Muhammadiyah ada pula di Jakarta, tetapi secara organisasi tetap berkedudukan di Yogjakarta

“Tapi secara jemaah, pusatnya Muhammadiyah itu di CRM. Maka yel-yel CRM harus terus digaungkan seterusnya. Maka Musyda, Musywil, Tanwir, dan Muktamar, selalu melaporkan perkembangan CRM, terutama CRM yang unggul,” ungkapnya.

Menurutnya, boleh kita mempunyai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM), dan Sekolah Muhammadiyah yang unggul. Tapi kita juga harus bangga jika mempunyai CRM yang maju dan unggul.

“Kalau PTM jumlah mahasiswanya turun, maka BPH, rektor, dan seluruh elemen akan rapat tiap hari untuk mencari solusi. Apakah itu juga dilakukan jika masjidnya sepi. Maka mari perlakukan masjid sama dengan PTM, RSM, dan sekolah yang unggul,” ajaknya.

Ikhlas, Amanah, Berjuang dan Berkorban

Dia menegaskan, Muhammadiyah dalam sejarahnya lahir dari Langgar Kidul dan Masjid Kauman Yogyakarta. Insyaallah kalau masjid Muhammadiyah makmur maka Muhammadiyah akan dimakmurkan oleh Allah.

Baca Juga:  Masjid Al-Fattah Tulungagung Jadi Contoh Tempat Ibadah Ramah dan Aman bagi Perempuan

“Jika kantor PP Muhammadiyah bagus, PTM bagus, RSM bagus, tapi masjid Muhammadiyah sepi maka sebenarnya Muhammadiyah sepi. Muhammadiyah bisa bertahan lebih dari 100 tahun, karena Muhammadiyah merupakan organisasi yang terus menebar kebaikan dan banyak memberikan manfaat,” paparnya.

“Masih banyak orang-orang yang ikhlas, amanah, berjuang dan berkorban di Perserikatan Muhammadiyah. Jadi Muhammadiyah keberadaannya mendapat ridha dari Allah SWT,” tambahnya. (#)

Jurnalis Sugiran.