Feature

Cilukba SD Almadany: Menanam Karakter Peduli Lingkungan lewat Aksi Nyata

92
×

Cilukba SD Almadany: Menanam Karakter Peduli Lingkungan lewat Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini
Affan Arkana Giyatsa dan Almer Huzaim Wicaksono memasukan botol dan gelas plastik dalam “Sangkar Bogel” ( Tagar.co/ Eli Syarifah)

Tak hanya teori, siswa SD Almadany Kebomas diajak langsung mempraktikkan kepedulian lingkungan melalui program Cilukba yang konsisten digelar setiap pekan.

Tagar.co — Suasana Gazebo Jati SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur, tampak lebih semarak dari biasanya, Selasa (6/1/2026).

Sebanyak 78 siswa kelas II mengikuti morning activity bertajuk Cilukba, akronim dari Cintai Lingkungan bersama Almadany, sebuah program pembiasaan pagi yang dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap alam sejak usia dini.

Baca juga: Apel Pagi dan Senam Sambut Hari Pertama Semester Genap di SD Almadany

Kegiatan pagi itu berlangsung penuh antusias. Anak-anak tak sekadar duduk mendengarkan penjelasan guru, melainkan langsung terlibat dalam praktik nyata merawat lingkungan sekolah.

Guru kelas II, Rizqi Susanti, S.Psi, menjelaskan bahwa terdapat tiga aktivitas utama dalam program Cilukba hari itu.

“Pertama, siswa dikenalkan dengan tanaman TOGA atau Tanaman Obat Keluarga. Kedua, mereka membersihkan gulma di sekitar kebun sekolah. Ketiga, siswa mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas ke dalam Sangkar Bogel, yaitu tempat khusus penampungan sampah plastik,” ujar Rizqi.

Baca Juga:  Adab Pergaulan Menjelang Balig Dibahas dalam PKDA SD Almadany
Siswa kelas II SD Almadany mencabuti gulma di sekitar pojok Tanaman Toga (Tagar.co/Eli Syarifah)

Karakter Peduli Lingkungan

Untuk memastikan seluruh siswa aktif berpartisipasi, kegiatan dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama bertugas mengumpulkan botol dan gelas plastik dan memasukkannya ke dalam Sangkar Bogel dengan pendampingan langsung dari Rizqi Susanti.

Kelompok kedua mencabuti gulma di area kebun SD Almadany di bawah bimbingan Safira Aryundani Firdyanti. Sementara kelompok ketiga mempelajari jenis-jenis tanaman Toga bersama Eli Syarifah, S.Pd.

“Melalui pembagian tugas ini, siswa belajar bertanggung jawab, bekerja sama, serta memahami bahwa menjaga alam adalah tugas bersama yang harus dilakukan dengan penuh kesadaran,” jelas Rizqi.

Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa program Cilukba dilaksanakan secara bergilir setiap Senin hingga Kamis oleh siswa kelas I sampai kelas VI. Tujuannya adalah membangun karakter peduli lingkungan sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

“Program ini mencakup pengolahan sampah organik dan anorganik, pembuatan pupuk kompos, menanam kacang tanah, tomat, dan cabai, mengukur pH tanah, hingga memberi makan ikan, ayam, dan kelinci,” terang Lilik.

Baca Juga:  Malam Abata SD Almadany, Tiga Kunci Meraih Sukses

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang yang turut mendukung tersedianya berbagai media pembelajaran untuk program Cilukba.

Siswa kelas II SD Almadany mencabuti gulma di sekitar pojok Tanaman Toga (Tagar.co/Eli Syarifah)

Pembelajaran Lintas Mata Pelajaran

Tak hanya berdampak pada pembentukan karakter, fasilitas Cilukba seperti kandang ayam, kolam ikan lele, kebun, mini zoo, dan rumah sampah juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran lintas mata pelajaran, antara lain PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) dan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

“Ini seperti pepatah sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Anak-anak belajar mencintai alam sekaligus memahami materi pelajaran melalui pengalaman langsung,” tambah Lilik.

Seluruh rangkaian kegiatan Cilukba dirancang sejalan dengan empat misi utama SD Almadany. Sekolah ini menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada alam, sekaligus menyelenggarakan pembelajaran yang berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an dan penguatan logika.

Melalui pendekatan learning by doing dan learning with nature, siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengalami langsung proses pembelajaran di ruang-ruang kehidupan. Dari proses itu, sekolah menyiapkan generasi yang mandiri, cakap, dan memiliki keterampilan hidup yang kuat sebagai bekal masa depan.

Baca Juga:  Logo Milad Ke-8 SD Almadany Diluncurkan, Usung Tema Brighter Future

Jurnalis Eli Syarifah Penyunting Mohammad Nurfatoni