
PWNA Kalimantan Tengah memperkuat konsolidasi melalui Gerakan Mengaji Nasyiah (Rajin) untuk menghadapi era disrupsi dengan semangat dakwah pencerahan, pemberdayaan perempuan berkemajuan, serta peningkatan sinergi antar kader.
Tagar.co — Semangat pembaruan menyeruak di tengah hangatnya pertemuan Gerakan Mengaji Nasyiah (Rajin) serta Konsolidasi Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Tengah pada Sabtu, 3 Januari 2026. Bertempat di Sisi Cafe Positif dan Playground, Jalan Temanggung Tandang, Kota Palangka Raya, para kader berkumpul untuk merumuskan langkah strategis organisasi.
Ketua PWNA Kalteng, Dwi Purbayanti, S.T., M.Si., menegaskan, kegiatan Rajin menjadi momentum awal untuk meluruskan niat dan menguatkan ghirah (semangat) berorganisasi sebagai amal saleh. Ia memandang konsolidasi ini bukan sekadar urusan laporan pertanggungjawaban administratif, melainkan ruang untuk menyamakan frekuensi hati dan pikiran seluruh anggota.
“Gerakan Mengaji Nasyiatul adalah ujung tombak pembumian tarjih. Kami bukan sekadar pelaksana program rutin, melainkan jembatan penghubung atau sinergi kader dalam menjalankan program-program yang berdampak bagi umat dan masyarakat,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, seluruh kader harus saling menguatkan dalam satu visi dan misi Nasyiatul Aisyiyah yang solid.
Baca Juga: Rajin, Gerakan Dakwah Perempuan Tangguh PWNA Kalimantan Tengah
Hadapi Tantangan Zaman dengan Tabayun
Di hadapan para pimpinan dan kader yang memadati ruangan, Dr. Ngismatul Choiriyah, M.Pd.I., menyalakan kembali api semangat dakwah perempuan berkemajuan. Dalam paparan bertajuk “Berorganisasi sebagai Amal Saleh dan Sarana Pemberdayaan”, ia mengingatkan, mengelola organisasi harus bermula dari pikiran yang tenang.
Ngismatul menekankan agar kader tidak menjadikan amanah organisasi sebagai beban. “Niatkan untuk ibadah agar apa yang kita lakukan, khususnya berorganisasi di Nasyiatul Aisyiyah, menjadi bernilai pahala di mata Allah SWT,” ucapnya.
Menurutnya, dedikasi yang tulus akan melahirkan tindakan nyata yang memberikan dampak luas bagi lingkungan sekitar. Ia juga mengakui, hambatan dan kendala pasti muncul dalam organisasi. Program yang hebat membutuhkan nakhoda yang tangguh untuk menghadapi perbedaan visi.
“Di Nasyiatul Aisyiyah, kita harus memiliki pemikiran terbuka serta wawasan luas. Jika ada hal yang tidak sependapat, baiknya kita selalu bertabayun dan mencari jalan terbaik untuk kebersamaan,” tambah Ngismatul.
Kekompakan jadi kunci utama bagi PWNA Kalteng dalam memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Ngismatul mengajak seluruh kader untuk menjawab tantangan zaman melalui kerja nyata yang terukur. Ia berharap Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah mampu melangkah lebih tegap dengan menjadikan Islam Berkemajuan sebagai napas gerakan.
Visi besar ini menuntut kader untuk terus bergerak dinamis di tengah arus disrupsi yang cepat. Dengan memperkuat literasi keagamaan melalui Rajin dan menjaga soliditas internal, PWNA Kalteng optimistis mampu menghadirkan gerakan yang mencerahkan, meneguhkan, dan menggembirakan semesta. Panggilan hati dan pikiran kini menjadi motor penggerak utama bagi setiap langkah perempuan Nasyiah di Bumi Tambun Bungai. (#)
Jurnalis Muhammad Fitriani Penyunting Sayyidah Nuriyah












