Opini

Halaman Sekolah dan Fungsi Sosial

75
×

Halaman Sekolah dan Fungsi Sosial

Sebarkan artikel ini
Halaman sekolah luas memungkinkan terjadinya pembelajaran kontekstual. Siswa belajar dari pengalaman langsung, bukan hanya teori di buku.
Siswa bermain di lapangan SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Tagar.co/Frida Ayu Lestari)

Halaman sekolah luas memungkinkan terjadinya pembelajaran kontekstual. Siswa belajar dari pengalaman langsung, bukan hanya teori di buku. Ruang ekspresi, berpikir kreatif, olahraga, dan bermain.

Oleh Mahyuddin Syaifulloh, Kepala SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo

Tagar.co – Anak-anak dengan riang bermain bola voli di halaman sekolah ketika jam istirahat. Mereka melakukan service, passing, smash diselingi teriakan lepas dan tawa.

Di sudut lain ada yang bermain basket. Ada pula yang bermain badminton. Itu suasana halaman SMP Miosi, sebutan populer SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo.

Keberadaan halaman sekolah menjadi unsur penting mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional siswa.

Masalah halaman sekolah ini disebut dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Sekolah wajib menyediakan ruang terbuka hijau untuk mendukung proses pembelajaran dan fungsi ekologis.

Fungsi ruang terbuka tersebut untuk area bermain dan olahraga. Juga sebagai ruang bermain, pendidikan jasmani, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Baca Juga:  Guru Muhammadiyah Sidoarjo Unjuk Inovasi Pendidikan di Hadapan Akademisi Malaysia

Sekolah idealnya dalam perencanaan tata ruang pengembangan pembangunan sekolah tetap mempertimbangkan tempat bermain anak.

Tidak sekadar memikirkan menambah jumlah siswa. Kalau siswa bertambah memikirkan menambah jumlah ruang kelas. Proses perencanaan harus dipertimbangkan dengan matang, tanpa mengorbankan halaman untuk aktualisasi anak.

Melepas Stres

Menurut teori perkembangan anak, khususnya yang dikemukakan Piaget dan Vygotsky, aktivitas fisik dan interaksi sosial merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang.

Anak usia SMP berada pada fase operasional formal awal. Mereka membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri, berpikir kreatif, serta mengolah pengalaman melalui aktivitas nyata.

Halaman sekolah luas memungkinkan terjadinya pembelajaran kontekstual, siswa belajar dari pengalaman langsung, bukan hanya teori di buku.

Dari sisi kesehatan, World Health Organization (WHO) menegaskan pentingnya aktivitas fisik minimal 60 menit per hari di ruang terbuka bagi remaja untuk menjaga kebugaran.

Secara psikologis, ruang terbuka hijau berkontribusi pada penurunan stres dan peningkatan fokus belajar.

Teori Attention Restoration menyebutkan bahwa interaksi dengan lingkungan alami dapat mengembalikan kejernihan perhatian setelah aktivitas akademik yang intens.

Baca Juga:  Prof. Milal Ingatkan Nilai Memaafkan dalam Halalbihalal Muhammadiyah Sidoarjo

Dengan demikian, halaman luas merupakan investasi pendidikan jangka panjang. Di tengah tantangan era digital yang sering membatasi gerak anak, keberadaan halaman luas menjadi anugerah sekolah bagi perkembangan anak. Anak terus bergerak, mengaktualisasikan fisik dan menjernihkan pikiran mereka. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto