Feature

Role Model PM, TK IT Handayani Jadi Tempat Belajar Guru-Guru Gresik Selatan

46
×

Role Model PM, TK IT Handayani Jadi Tempat Belajar Guru-Guru Gresik Selatan

Sebarkan artikel ini
Suasana belajar bersama para guru tamu di kelas B TK IT Handayani, Menganti, Gresik, Jawa Timur, Rabu, 15 Oktober 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Sebagai sekolah role model , TK IT Handayani Menganti menjadi tempat belajar guru-guru dari wilayah Gresik Selatan. Mereka menyaksikan langsung praktik Pembelajaran Mendalam yang hidup, hangat, dan bermakna.

Tagar.co — Hari masih pagi ketika para guru dari berbagai sekolah di wilayah Gresik selatan berkumpul di TK IT Handayani Menganti Gresik. Udara terasa sejuk, namun semangat mereka begitu hangat.

Mereka datang untuk belajar langsung dari praktik nyata di sekolah yang kini menyandang predikat kelas role model dalam penerapan Pembelajaran Mendalam (PM).

Baca juga: Ceria Puncak Tema KB-TK IT Handayani: Dari Senam, Cuci Tangan, hingga Gosok Gigi bareng Dokter

Di antara rombongan hadir Sri Ayu, S.Pd., M.Pd., Pengawas Taman Kanak-Kanak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo yang bertugas sebagai fasilitator.

Sehari sebelumnya, ia sudah tiba di Gresik dan menginap di Hotel Horison agar bisa hadir tepat waktu pada kegiatan On the Job Training (OJT) guru yang digelar, Rabu (15/10/2025).

Suasana Belajar yang Menghidupkan

Tepat pukul 07.15 WIB, pembelajaran dimulai. Para guru tamu berbondong-bondong memasuki ruang kelas, menyaksikan bagaimana siswa-siswi TK IT Handayani belajar dengan penuh antusias.

Baca Juga:  Dongeng Jadi Senjata Pendidikan, Guru TK Menganti Asah Kompetensi Berkisah

Setiap anak tampak mengekspresikan diri dengan cara unik mereka, menciptakan suasana kelas yang hidup dan penuh makna.

“Proses pembelajaran di sini sudah sangat baik, terutama di kelas role model, sudah memenuhi kriteria Pembelajaran Mendalam,” tutur Ayu.

Menurutnya, penerapan PM di TK IT Handayani telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Prinsip pembelajaran sudah terlaksana dengan baik dan pengalaman belajar benar-benar diterapkan. Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang dituju pun sudah tercapai di setiap pembelajaran,” tambahnya.

Proses pembelajaran yang menyenangkan di TK IT Handayani Menganti, Gresik, Jawa Timur,  (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Bangga sekaligus Tertantang

Sementara itu, Eka Nurjannah, S.Pd., guru kelompok B sekaligus guru model, mengaku bangga sekaligus tertantang setelah kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, rasanya luar biasa bersyukur, bangga, sekaligus tertantang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Eka menilai kepercayaan menjadi guru model merupakan amanah besar untuk membuktikan bahwa konsep Pembelajaran Mendalam bisa diterapkan sejak usia dini. “Kami harus mampu menunjukkan bahwa belajar itu bisa menyenangkan sekaligus bermakna,” ungkap ibu empat anak itu.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini memacunya untuk terus berinovasi. “Kami ingin pembelajaran tidak berhenti pada rutinitas, tetapi menjadi kegiatan yang menggugah rasa ingin tahu dan menumbuhkan karakter anak,” tuturnya.
Menurutnya, momen OJT ini menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar dan berbagi praktik baik dengan guru-guru lain.

Baca Juga:  Fania dan Ketakutan-Ketakutan Kecil

Persiapan yang Matang

Sebagai guru model, Eka bersama tim mempersiapkan kegiatan dengan sangat matang—mulai dari perencanaan pembelajaran, kesiapan anak, hingga penataan lingkungan belajar. Mereka merancang kegiatan berbasis eksplorasi dan pengalaman langsung, memilih fokus pembelajaran yang sesuai dengan tema serta kebutuhan anak.

Agar lebih menarik, mereka menyiapkan media dan alat peraga yang kreatif sehingga anak-anak bisa berpikir kritis dan aktif bereksperimen. Area bermain pun ditata sedemikian rupa agar anak-anak bebas menentukan kegiatan mainnya.

“Dan tentunya, yang paling penting adalah berdoa serta memohon pertolongan Allah, agar proses belajar ini menjadi ladang pahala dan membawa manfaat bagi anak-anak kami,” ujar Eka penuh harap.

Tantangan yang Menguatkan

Menjadi guru model, kata Eka, bukan tanpa tantangan. Ia harus menjaga alur pembelajaran agar tetap sesuai tujuan, sambil mengikuti minat alami anak.
“Saya juga harus tetap tenang dan fokus, terutama ketika ada banyak pengamat di kelas,” kisahnya.

Menurutnya, kunci utama adalah menampilkan pembelajaran yang alami—tidak dibuat-buat—sehingga anak-anak tetap nyaman dan menjadi diri sendiri. Ia pun terus berusaha menumbuhkan rasa percaya diri, terbuka terhadap evaluasi, dan mau belajar dari umpan balik.

Baca Juga:  Amplop Kosong di Hari Lebaran

“Semoga anak-anak kami terus bertumbuh menjadi pribadi yang bertakwa, berakhlak, dan berkesadaran dalam belajar,” harapnya.

Eka menutup refleksinya dengan pesan penuh semangat, “Semoga TK IT Handayani terus menjadi sekolah yang inspiratif—tempat anak-anak belajar dengan hati riang, bukan hanya tentang ilmu dunia, tetapi juga untuk bekal akhirat. Dan semoga para ustazah selalu semangat berinovasi dan bersinergi dalam belajar serta berbagi kebaikan.” (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni