Feature

Baca Buku di Perpustakaan SD Almadany serasa Nongkrong di Kafe

46
×

Baca Buku di Perpustakaan SD Almadany serasa Nongkrong di Kafe

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Almadany membaca buku di perpustakaan ruang terbuka, Senin (29/9/25). Suasana teduh dengan meja kursi outdoor menghadirkan pengalaman belajar serasa nongkrong di kafe. (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Berjarak hanya beberapa meter dari Almadany Mart, perpustakaan ruang terbuka ini memadukan literasi dan gaya hidup. Anak-anak membaca sambil ngemil, seolah belajar di kafe modern.

Tagar.co — Di sudut halaman SD Almadany, Kebomas, Gresik, Jawa Timur, pemandangan unik langsung menyita perhatian, Senin (29/9/25).  Di sela jam istirahat, beberapa siswa tampak sibuk melayani teman-temannya yang datang berkunjung ke perpustakaan ruang terbuka.

Mereka adalah duta literasi, anak-anak yang dilatih khusus untuk menjaga ritme layanan membaca di sekolah alam pertama di Gresik ini. Penanggung jawab perpustakaan, Dian Ma’rifatus Sholihah, S.Pd., mendampingi mereka sembari memberi penguatan kecil.

Baca juga: Perpustakaan Ruang Terbuka SD Almadany: Menumbuhkan Literasi di Bawah Rindang Pohon

Di bawah rindangnya pepohonan halaman sekolah, siswa-siswa berkelompok duduk di kursi-kursi abu-abu yang ditata melingkar.

Meja sederhana itu menjadi ruang baca terbuka yang nyaman, seolah-olah sebuah kafe kecil di tengah alam. Latar gedung hijau-putih SD Almadany berpadu dengan deretan pot tanaman, membuat suasana terasa teduh.

Baca Juga:  Penilaian Sumatif Akhir Jenjang 2026: SD Almadany Mengukur Capaian Belajar Murid Angkatan 3

Serasa Nongkrong, Bukan Sekadar Membaca

Konsep perpustakaan yang dikembangkan SD Almadany memang unik. Kepala Sekolah Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., yang dilantik pada 14 Juli 2025, menyebutnya sebagai “perpustakaan rasa kafe”.

“Alhamdulillah, perpustakaan ini memiliki ruang baca yang nyaman dan terbuka, memungkinkan siswa belajar dan membaca dengan suasana santai,” ujarnya.

Hanya berjarak lima meter dari Almadany Mart, perpustakaan ini menghadirkan pengalaman baru. Siswa bisa membeli makanan atau minuman, lalu menikmatinya sambil membaca. Dua set meja kursi yang instagramable memperkuat kesan seperti sedang nongkrong di kafe, bukan di sekolah.

Dari sisi tampilan, perpustakaan ini didesain menarik. Rak bukunya berbentuk gerobak, dipadukan dengan banner besar bergambar kantor depan sekolah, sehingga menjadi spot yang mencolok dan menyenangkan untuk dikunjungi.

“Koleksi buku di sini cukup lengkap, mulai buku teks, referensi, sampai nonfiksi,” tambah Lilik.

Perpustakaan yang Ramah Teknologi

Tak hanya memanjakan mata, perpustakaan ini juga menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Dilengkapi akses internet, laptop, dan chromebook, siswa bisa mencari referensi digital atau membaca e-book.

Baca Juga:  Malam Abata SD Almadany, Tiga Kunci Meraih Sukses

“Kami berharap perpustakaan ini bisa meningkatkan minat baca sekaligus keterampilan siswa dalam menggunakan IT,” harap Lilik.

Dian Ma’rifatus Sholihah menambahkan, koleksi buku juga terus bertambah, baik dari pengadaan sekolah maupun sumbangan.

“Sering ada kiriman buku dari orang tua, guru, pengurus Muhammadiyah, maupun komunitas literasi. Semua membantu memperkaya koleksi,” jelasnya. Selain itu, koleksi digital juga dikembangkan lewat unduhan maupun langganan layanan perpustakaan online.

Tantangan dan Harapan

Meski terbuka dan ramah lingkungan, keberadaan perpustakaan outdoor ini tak lepas dari tantangan. Kerentanan terhadap cuaca, kebisingan, hingga kebutuhan perawatan ekstra menjadi catatan tersendiri.

Namun, bagi SD Almadany, perpustakaan ini adalah bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang inklusif.

Untuk menarik minat siswa, berbagai kegiatan literasi digelar. Setiap pagi, kelas bergiliran membaca di perpustakaan. Ada juga pendongeng tamu yang rutin diundang untuk menumbuhkan kegembiraan membaca.

“Beberapa koleksi favorit anak-anak adalah buku cerita, buku bergambar, hingga pengetahuan umum,” terang Dian.

Konsep ini membuat perpustakaan bukan lagi ruang sunyi yang membosankan, melainkan tempat berinteraksi, belajar, sekaligus menikmati suasana alam. Seperti duduk di kafe, tapi penuh dengan aroma ilmu. (#)

Baca Juga:  Seru dan Menegangkan, Lomba Cerdas Cermat Milad Ke-8 SD Almadany

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni