
Kajian rutin Masjid An-Nur berubah haru saat seorang gadis melafalkan syahadat, menandai awal perjalanan hidup barunya.
Tagar.co — Momen istimewa hadir dalam kajian rutin Masjid An-Nur Sidoarjo pada Rabu (24/9/25). Kajian pekan keempat yang dipimpin Ustaz Nadjih Ihsan itu diwarnai peristiwa mengharukan. Seorang gadis mengikrarkan syahadat sebagai tanda memeluk Islam.
Tausiah sang ustaz hari itu selesai lebih cepat dari biasanya. Jemaah sempat bertanya-tanya, hingga takmir masjid bidang pendidikan dan pembinaan jamaah menjelaskan bahwa acara akan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar syahadat.
Air Mata Haru
Seorang gadis berkulit putih, mengenakan gamis hitam dan hijab krem, didampingi teman serta seorang pemuda, maju ke depan. Dengan tenang, ia duduk di hadapan Ustaz Nadjih Ihsan yang membimbingnya melafalkan dua kalimat syahadat.

Dalam wejangannya, mubaligh pakar bab tauhid itu menekankan bahwa seorang mualaf tetap wajib hormat dan berbakti kepada orang tua meski berbeda keyakinan. “Tidak ada paksaan dalam beragama, dan masuk Islam harus dilandasi niat tulus, bukan sekadar untuk pernikahan,” tuturnya.
Suasana haru mengiringi prosesi tersebut. Usai bersyahadat, pengurus takmir masjid menghadiahi mukena dan buku tuntunan salat. Gadis cantik yang bernama Putri itu menerima dengan penuh syukur. Dengan mengusap air mata haru dia menerima ucapan selamat dari ibu-ibu. Sementara Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Sidoarjo memberikan bimbingan singkat mengenai dasar-dasar sebagai muslim.
Suasana masjid siang itu berubah khidmat. Senyum bahagia bercampur air mata haru, menjadi saksi perjalanan baru seorang muslimah yang menjemput hidayah. (#)
Jurnalis Haryanti Estuningdyah. Penyunting Darul Setiawan











