Feature

Air Mata Haru, Putri Ikrarkan Syahadat di Masjid An-Nur Sidoarjo

53
×

Air Mata Haru, Putri Ikrarkan Syahadat di Masjid An-Nur Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Kajian rutin Masjid An-Nur berubah haru saat seorang gadis melafalkan syahadat, menandai awal perjalanan hidup barunya.
Ustaz Nadjih Ihsan saat membimbing Putri bersyahadat (Tagar.co/Haryanti Estuningdyah)

Kajian rutin Masjid An-Nur berubah haru saat seorang gadis melafalkan syahadat, menandai awal perjalanan hidup barunya.

Tagar.co — Momen istimewa hadir dalam kajian rutin Masjid An-Nur Sidoarjo pada Rabu (24/9/25). Kajian pekan keempat yang dipimpin Ustaz Nadjih Ihsan itu diwarnai peristiwa mengharukan. Seorang gadis mengikrarkan syahadat sebagai tanda memeluk Islam.

Tausiah sang ustaz hari itu selesai lebih cepat dari biasanya. Jemaah sempat bertanya-tanya, hingga takmir masjid bidang pendidikan dan pembinaan jamaah menjelaskan bahwa acara akan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar syahadat.

Air Mata Haru

Seorang gadis berkulit putih, mengenakan gamis hitam dan hijab krem, didampingi teman serta seorang pemuda, maju ke depan. Dengan tenang, ia duduk di hadapan Ustaz Nadjih Ihsan yang membimbingnya melafalkan dua kalimat syahadat.

Putri bersama ibu-ibu pengurus takmir masjid serta Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Sidoarjo (Tagar.co/Haryanti Estuningdyah)

Dalam wejangannya, mubaligh pakar bab tauhid itu menekankan bahwa seorang mualaf tetap wajib hormat dan berbakti kepada orang tua meski berbeda keyakinan. “Tidak ada paksaan dalam beragama, dan masuk Islam harus dilandasi niat tulus, bukan sekadar untuk pernikahan,” tuturnya.

Baca Juga:  Dari Angklung, Ibu-Ibu Aisyiyah Sidorjo Menyusun Harmoni Pergerakan

Suasana haru mengiringi prosesi tersebut. Usai bersyahadat, pengurus takmir masjid menghadiahi mukena dan buku tuntunan salat. Gadis cantik yang bernama Putri itu menerima dengan penuh syukur. Dengan mengusap air mata haru dia menerima ucapan selamat dari ibu-ibu. Sementara Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Sidoarjo memberikan bimbingan singkat mengenai dasar-dasar sebagai muslim.

Suasana masjid siang itu berubah khidmat. Senyum bahagia bercampur air mata haru, menjadi saksi perjalanan baru seorang muslimah yang menjemput hidayah. (#)

Jurnalis Haryanti Estuningdyah. Penyunting Darul Setiawan