Feature

Lelah Terbayar Juara, PCA Bungah Sabet 5 Piala Lomba Drumben

39
×

Lelah Terbayar Juara, PCA Bungah Sabet 5 Piala Lomba Drumben

Sebarkan artikel ini

Lelah Terbayar Juara, Ibu-ibu PCA Bungah foto bersama usai meraih 5 piala lomba drumben (Tagar.co/Muhammad Haris Nurdiansyah)

Lelah terbayar juara, begitulah gambaran semangat ibu-ibu PCA Bungah, Gresik mengikuti lomba drumben. Meskipun dengan beragam kesibukan dan hanya dua pekan latihan, mereka berhasil membawa pulang 5 piala kejuaraan.

Tagar.co – Kabar bahagia menyelimuti keluarga besar Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bungah, Gresik, Jawa Timur. Atas kegigihan dan semangat yang tinggi, mereka berhasil membawa pulang lima piala kejuaraan drumben.

Lomba tersebut digelar SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (SD Mutu Kagumi) Gresik. Sekolah berkolaborasi dengan IIR Production The Series 2025. Acara berlangsung di halaman SD Mutu Kagumi, Sabtu, (20/9/2025).

Sebanyak 36 personel—sebagian besar ibu-ibu Aisyiyah, bersama beberapa yunda dari Nasyiatul Aisyiyah—tampil dengan semangat membara. Mereka tampil penuh percaya diri di panggung kompetisi perdana mereka. Sejak fajar menyingsing, mereka bersiap. Semua berdandan, mengenakan kostum, dan menyatukan tekad untuk momen yang luar biasa.

Meskipun hanya latihan selama dua pekan, tim drumben PCA Bungah berhasil meraih prestasi luar biasa. Mereka memborong lima piala sekaligus. Penghargaan itu meliputi; juara 1 Konser, juara 1 Gitapati, juara 1 colot guard, juara 2 mayoret, dan juara 3 kostum terbaik.

Setiap berlatih, tentu tidak dapat diikuti dengan formasi lengkap. Selain sebagai ibu rumah tangga, mereka juga ada yang guru di sekolah, pengajar ngaji, bahkan ada yang menjadi tulang punggung keluarga.

Namun, meski badai menerjang baik hujan dan panas berdatangan, tak menjadi penghalang. Mereka menjalani dengan satu tujuan, yakni mengikuti kompetisi ini sebagai bukti kecintaannya kepada Aisyiyah dengan bersiar melalui prestasi.

Hasil Jerih Payah Banyak Pihak

Ketua LSBO PCA Bungah, Rita Maralina mengungkapkan, hasil ini merupakan kerja sama banyak pihak. Ini adalah bukti kolaborasi penuh semangat dalam mencetak prestasi yang luar biasa.

“Apa yang kami persembahkan ini bukanlah hasil kerja individu semata. Ini semua buah kolaborasi antara semangat bunda-bunda Aisyiyah dan ketekunan para Pemuda Muhammadiyah Cabang Bungah,” katanya.

Rita mengatakan, bahwa Pemuda Muhammadiyah Cabang Bungah tidak lelah untuk melatih ibu-ibu ini. Mereka adalah Habibi Syahid sebagai pelatih utama, bersama Mustofa Haji, Vyan Syah, dan Ikhwan Billah.

Berkat bimbingan mereka, harmonisasi musik dan kekompakan tim semakin terasah sempurna. “Berkat kegigihan mereka, Gita Suara Aisyiyah mampu mencetak prestasi yang luar biasa dengan meraih lima piala dalam satu ajang sekaligus,” ugkap Rita.

Rasa haru dan bangga pun terpancar dari para peserta dan pendukung. Semangat untuk latihan secara rutin menjadi kunci suksesnya penampilan Gema Suara Aisyiyah. Kemenangan ini tidak menjadi kebanggaan PCA Bungah, tetapi menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkarya dan menunjukkan semangat perjuangan yang tak kenal usia.

“Semoga ke depan, melalui semangat kebersamaan dan kerja keras, kita dapat memperoleh hasil yang lebih baik dan terus berdakwah untuk aisyiyah tercinta kita,” imbuh Rita.

Menurutnya, melalui prestasi ini, bunda-bunda Aisyiyah bungah berhasil membuktikan bahwa kekompakan, kerja keras, dan semangat kebersamaan dapat melahirkan prestasi yang gemilang di panggung drumben tingkat daerah.

Sang juara. (Tagar.co/Humas PCPM Bungah)

Perjalanan Penuh Tantangan

Perjalanan menuju lokasi lomba juga menjadi cerita tersendiri. Menggunakan dua mobil elf dan satu mobil pribadi, rombongan menerobos jalan tol hingga menghadapi padatnya lalu lintas di Cerme dan Balongpanggang.

Namun, tantangan perjalanan ini tak sedikit pun menyurutkan semangat para ibu. Sesampainya di lokasi, mereka segera memancarkan energi positif yang memukau para penonton. Mereka menunjukkan, persiapan matang jadi kunci utama pertunjukan yang sukses.

Sochifah, gitapati Gema Nada Aisyiyah, dengan mata berbinar menambahkan, “Melihat teman-teman yang begitu semangat dan antusias untuk ikut kompetisi, saya tergerak untuk mewujudkan keinginan mereka. Meskipun ini adalah penampilan pertama, semangat ibu-ibu ini tidak bisa dikalahkan.”

“Harapan kami menjadi kenyataan sebagai juara di kompetisi ini. Memang usaha tidak akan mengkhianati hasil,” imbuhnya.

Semua pengorbanan dan latihan panjang itu terbayar tuntas. Gema Nada Aisyiyah berhasil meraih gelar juara. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi sebuah prestasi. Tetapi juga inspirasi yang membuktikan, ibu-ibu memiliki kemampuan untuk tampil membanggakan dengan karya dan kreativitas mereka.(#)

Jurnalis Muhammad Haris Nurdiansyah dan Suhailah Naili Penyunting Nely Izzatul