Feature

Sekolah Politik Pemuda Muhammadiyah Gresik: Saatnya Anak Muda Kolaborasi tanpa Baper

39
×

Sekolah Politik Pemuda Muhammadiyah Gresik: Saatnya Anak Muda Kolaborasi tanpa Baper

Sebarkan artikel ini
Pemuda Muhammadiyah Gresik
Nur hamim, S.ip, M.Si saat memberikan memberikan materi (Tagar.co/ Muhammad Haris Nurdiansyah)

Pemuda Muhammadiyah harus berani bergerak dan jangan baper. Pegang teguh empat pilar, salah satunya Islam berkemajuan.

Tagar.co Pemuda Muhammadiyah Gresik menggelar Sekolah Politik dengan menggandeng DPRD Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik yang diikuti 125 peserta, terdiri dari 100 kader Pemuda Muhammadiyah serta 25 kader AMPI, Rabu (27/8/2025).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Gresik, Syafiq Abdillah, menyebut kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama sekaligus ajang kolaborasi anak muda lintas organisasi.

“Sekolah politik ini menghadirkan narasumber dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik, Wakil Ketua DPRD Gresik, dan DPD AMPI. Bagi kami, ini kesempatan berharga untuk belajar sekaligus membangun jaringan,” Ungkap Ketua Pemuda Gresik Syafiq Abdillah.

Dia melanjutkan dan menegaskan, Pemuda Muhammadiyah membawa semangat pemuda negarawan dalam setiap langkah. “Isu yang kami dorong meliputi ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga kesehatan. Ini bukti inklusivitas kami dalam bergerak dan mengabdi untuk negeri,” tuturnya.

Sekolah Politik
Pemuda Muhammadiyah Gresik menggelar Sekolah Politik dengan menggandeng DPRD Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Rabu (27/8/2025). (Tagar.co/ Muhammad Haris Nurdiansyah)

Jangan Baper

Dalam sesi kegiatan diskusi panel Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik, Ainul muttaqin, S.P., M.Pd. menekankan agar anak muda tidak takut mencoba.

Baca Juga:  Penilaian Sumatif Akhir Jenjang 2026: SD Almadany Mengukur Capaian Belajar Murid Angkatan 3

“Pemuda Muhammadiyah harus berani bergerak dan jangan baper. Pegang teguh empat pilar: pertama, Islam berkemajuan, kedua, keilmuan, ketiga, kewirausahaan, dan keempat, identitas politik kebangsaan,” ungkapnya.

Narasumber kedua, Wakil Ketua DPRD Gresik. Nur hamim, S.ip, M.Si Mengingatkan bahwa politik tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang kotor.

“Semua kebijakan publik, mulai dari pajak hingga pembangunan, lahir dari keputusan politik. Karena itu, anak muda harus berani ambil peran dan memberi masukan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan narasumber ketiga, Minal Abidin. Ketua DPD AMPI Gresik ini menutup sesi dengan pesan tentang pentingnya bonus demografi.

“Indonesia hari ini didominasi pemuda. Dua puluh tahun ke depan, saat Indonesia Emas, kitalah yang akan memimpin bangsa. Maka mulai sekarang, anak muda harus siap mengambil peran,” ungkapnya.

Dia menuturkan, Sekolah Politik Pemuda Muhammadiyah Gresik pun menjadi ajang penting untuk menyiapkan generasi muda yang kolaboratif, berani, dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa. (#)

Jurnalis Muhammad Haris Nurdiansyah. Penyunting Ichwan Arif.