
Kepala SD/MI Muhammadiyah Surabaya melepas masa tugas dengan penuh haru. Air mata, pelukan, dan doa menggema, menegaskan: jabatan boleh berakhir, tetapi persaudaraan yang terjalin di antara mereka tetap abadi.
Tagar.co – Hangat sekaligus haru mewarnai suasana di Florawisata Santerra de Laponte, Malang, 27 Agustus 2025. Puluhan kepala sekolah SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya berkumpul dalam acara perpisahan kepala sekolah yang memasuki masa purnatugas.
Hari itu menjadi momen terakhir mereka duduk bersama, merajut kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Baca juga: Syukur Kemerdekaan, SD Mumtas Gelar Tumpengan Merah Putih
Tahun ini, ada 14 kepala sekolah yang dilantik pada Juli–Agustus 2025. Enam di antaranya adalah wajah baru dan delapan lainnya merupakan kepala sekolah dan madrasah lama yang mendapat tugas untuk melanjutkan kepemimpinan berikutnya pada periode 2025–2029.
Acara yang dipandu dengan penuh keakraban oleh Rohim, M.Pd., Kepala MI Muhammadiyah 28 Surabaya, berlangsung khidmat. Sesekali senyum merekah, sesekali air mata jatuh, ketika ia mengingatkan, “Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya.” Kalimat singkat itu menyentuh hati, seakan menegaskan bahwa kepemimpinan pun memiliki akhir.
Jejak Pengabdian
Bagi sebagian kepala sekolah, perjalanan pengabdian itu tak sebentar—ada yang 4 tahun, ada pula yang 8 tahun. Selama itu mereka saling bergandeng tangan, menguatkan satu sama lain di tengah suka dan duka, demi satu cita-cita bersama: memajukan sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Surabaya. Slogan “maju bersama, sukses bersama” bukan sekadar kata, melainkan napas yang mereka hidupi.
Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muazam, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami berterima kasih atas perjuangan dan pengabdian yang tak ternilai. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga, meski masa tugas telah berakhir. Dan bagi kepala sekolah baru maupun yang melanjutkan periode berikutnya, selamat mengemban amanah. Semoga membawa K3S semakin maju dan berprestasi,” ujarnya penuh semangat.

Tali Asih dan Air Mata
Puncak keharuan pecah ketika sesi pemberian tali asih berlangsung. Satu per satu kepala sekolah yang purna menerima kenang-kenangan. Pelukan erat dari rekan sejawat seakan tak ingin dilepaskan. Air mata pun menetes, menjadi saksi ikatan yang lahir bukan dari jabatan, melainkan dari persaudaraan yang tulus.
Meski secara kedinasan kebersamaan itu berakhir, ukhuwah tetap terjaga. Mereka sadar, pengabdian yang pernah dibagi akan terus hidup di hati.
Doa yang Menyatukan
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Munahar, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 6 Surabaya. Suaranya bergetar saat menyampaikan pesan yang diwariskan para pendahulu: “Tugas paling berat bagi seorang kepala sekolah adalah saat dirinya purna, apalagi jika penggantinya belum memahami dinamika. Maka berbuatlah baik kepada mereka yang purna, niscaya kelak kita pun akan diperlakukan dengan kebaikan oleh generasi setelah kita.”
Doa pun menggema, menyatukan hati semua yang hadir. Di Florawisata Santerra de Laponte, mereka belajar arti penting sebuah pengabdian: jabatan boleh berakhir, tetapi persaudaraan tidak akan pernah purna.
Kepala Sekolah/Madrasah yang Melanjutkan Periode 2025–2029:
-
Ferry Rismawan, M.Pd.I., MI Muhammadiyah 25 Surabaya
-
Mursiah, S.Ag., M.Pd., SD Muhammadiyah 11 Surabaya
-
Yunita Puspitasari, S.Si., S.Pd., Gr., SD Muhammadiyah 26 Surabaya
-
Priyo Sasongko, S.Pd., M.Pd., SD Muhammadiyah 21 Surabaya
-
Qurrota A’yun, S.Pd., M.Pd., SD Muhammadiyah 14 Surabaya
-
Munahar, S.H.I., M.Pd., SD Muhammadiyah 6 Surabaya
-
Norma Setyaningrum, M.Pd., SD Muhammadiyah 24 Surabaya
-
Ali Imran, S.Ag., SD Muhammadiyah 3 Surabaya
Kepala Sekolah/Madrasah Baru Periode 2025–2029:
-
Sixtynna Eka Octaviany, S.Pd., MIM 27 (menggantikan Moch. Ismul Muchlis, M.Pd.I.)
-
Ahmad Barizi, M.Pd., SD Muhammadiyah 18 (menggantikan Baroroh Berlian N., S.Pd.)
-
Nundun Neti Sufyan, S.Pd., MIM 05 (menggantikan Umi Sarofah, M.Pd.)
-
Mationo, M.A., SD Muhammadiyah 15 (menggantikan Sholikin, M.Pd.I.)
-
Ely Rodlifah, S.H., M.Pd., SD Muhammadiyah 16 (menggantikan Suyono, S.Si.)
-
M. Agus Zaki Fanani, S.Pd., Gr., SD Muhammadiyah 2 (menggantikan Choirotur Rosyidah, S.Pd (#)
Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni






