Telaah

Belajar Persaudaraan dari Sepasang Sepatu

29
×

Belajar Persaudaraan dari Sepasang Sepatu

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono

Nang Blauran nggolek AC gawean Cino
supaya enak lek masang kudu sing tepak
Seduluran saklawase kudu diraketno
ibarate kaya sakpasang sepatu sing kompak

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Persaudaraan sejati dalam Islam diibaratkan seperti sepasang sepatu. Keduanya tak pernah sama persis, namun tetap serasi dan kompak.

Analogi sederhana ini dapat mengajarkan kepada kita tentang arti kebersamaan, kesetaraan, dan saling melengkapi dalam kehidupan.

Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)

Dari ayat ini jelaslah bahwa perbedaan adalah sarana untuk saling mengenal dan bekerja sama, bukan untuk bermusuhan. Seperti sepatu, meski bentuknya tidak persis sama, ia tetap serasi.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Mari kita petik hikmah dari sepatu dalam menjalin ukhuwah:

  • Bentuknya tidak persis sama, tapi serasi.

  • Saat berjalan tidak selalu seiring, tapi tujuannya sama.

  • Tidak pernah bertukar posisi, namun saling melengkapi.

  • Selalu sederajat, tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi.

  • Bila yang satu hilang, yang lain tak lagi berarti.

Sepatu mengajarkan bahwa persaudaraan bukan hanya soal bersama dalam suka, tetapi juga saling menopang dalam duka. Ukhuwah yang kuat akan membawa kita berjalan tegak menuju tujuan yang sama: rida Allah Swt.

Maka, mari rapatkan barisan persaudaraan kita. Jadilah seperti sepatu: sederhana, kompak, dan penuh manfaat. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni