
Menyingkap Rahasia Huruf Ba. Ucapan basmalah ternyata tidak sekadar pembuka aktivitas. Di balik huruf ba tersimpan makna agung: permohonan pertolongan kepada Allah Swt. agar setiap urusan diberkahi dan dimudahkan.
Oleh Ridwan Ma’ruf; Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.
Tagar.co – Kata basmalah dalam bahasa Arab merupakan ungkapan yang bermakna “Dengan menyebut nama Allah”. Biasanya diucapkan di awal suatu pekerjaan sebagai penyerahan diri kepada Allah Swt.
Salah satu sunah Nabi Saw. yang sangat penting adalah membiasakan diri mengucapkan bismillah pada setiap aktivitas kebaikan. Sebagaimana sabdanya:
كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ
“Setiap urusan yang tidak dimulai dengan bismillāhirraḥmānirraḥīm, maka amalan tersebut terputus (berkahnya).” (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban melalui dua jalur sanad). Ibnu Shalah berkata, “Hadis tersebut hasan.” (Lihat Fathul Majid, Penjelasan Kitab Tauhid, hlm. 12, karya Syaikh Abdurrahman Hasan Alu Syaikh).
Baca juga: Menyingkap Makna Mendalam di Balik Ucapan Insyaallah
Maksud dari “terputus” dalam hadis tersebut adalah bahwa pekerjaan yang dikerjakan tidak memberikan hasil baik kepada pelakunya, bahkan berkurang keberkahannya. Sebagaimana perintah Allah dalam surat Al-Muzammil ayat 8:
اذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا
“Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.”
Ayat ini bermakna perintah untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas ibadah, mencari nafkah, dan khusyuk beribadah agar memperoleh ketenangan, keberkahan, serta keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, sekaligus menjauhi perkara yang haram.
Mengapa demikian? Karena huruf ba dalam kalimat bismillāh mengandung makna agung, di antaranya:
Bermakna Al-Istiānah
Yaitu meminta pertolongan kepada Allah Swt. agar segala urusan kebaikan dimudahkan, dilancarkan, dan berhasil. Misalnya dalam kalimat:
بداءت عملي باسم الله فنجحت بتوفيقه
“Aku mengawali pekerjaanku dengan menyebut nama Allah, maka aku berhasil dengan pertolongan-Nya.” (Lihat Tarjamah Jāmi‘ud Durūsil ‘Arabiyyah, Jilid 3, hlm. 242, karya Syaikh Musthafa Al-Ghulayaini).
Dengan demikian, ucapan bismillāhirraḥmānirraḥīm adalah pernyataan permohonan pertolongan dan keberkahan dari Allah, sekaligus pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak-Nya.
Sebagaimana doa pagi dan sore Nabi Saw.:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ
وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
“Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata selamanya.” (H.R. Ibnu As-Sunni dan An-Nasai; hadis hasan menurut Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah).
Oleh karena itu, seorang muslim diperintahkan mengucapkan bismillāh pada setiap awal aktivitas agar senantiasa mendapat pertolongan, kemudahan, kelancaran, serta rida Allah Swt. dalam menjalankan urusannya. Wallāhualambisawāb. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












