Feature

Parfum Berbahan Kelapa Sawit Buatan Pemuda Muhammadiyah Aceh di Siexpo 2025

32
×

Parfum Berbahan Kelapa Sawit Buatan Pemuda Muhammadiyah Aceh di Siexpo 2025

Sebarkan artikel ini
Parfum berbahan kelapa sawit buatan Pemuda Muhammadiyah Aceh tampil di Sawit Indonesia Expo (Siexpo) 2025 Pekanbaru Riau. PWPM Aceh juga mendukung penuh peningkatkan kesejahteraan pekebun sawit
Utusan Pemuda Muhammadiyah Aceh, Fauzan Putraga Albahari (kiri) menyerahkan produk UKMK kepada perwakilan BPDP Republik Indonesia saat mengikuti Expo Sawit Nasional di Pekanbaru Provinsi Riau (Tagar.co/Rizki Maulizar Yusuf)

Parfum berbahan kelapa sawit buatan Pemuda Muhammadiyah Aceh tampil di Sawit Indonesia Expo (Siexpo) 2025 Pekanbaru Riau. PWPM Aceh juga mendukung penuh peningkatkan kesejahteraan pekebun sawit

Tagar.co – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh mengikuti Expo Sawit Nasional tahun 2025. Acara dibuka dengan agenda Sawit Indonesia Expo & Conference Pekan UKMK Sawit Nusantara. Temanya Inovasi dan Teknologi Sawit Bernilai Tambah untuk Indonesia Emas 2045.

Dalam kegiatan tersebut Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh berpartisipasi dengan menampilkan produk UKMK PWPM Aceh di stan Sawit Indonesia Expo (Siexpo) 2025. Pekanbaru Provinsi Riau menjadi tuan rumah gelaran Siexpo, Jumat (8/8/2025).

Ketua PWPM Aceh Zul Hafiyan menyampaikan, dalam kegiatan Siexpo 2025 kita mengutuskan tiga kader terbaik di bidang sawit. Yakni Fauzan Putraga Albahri, Zulfazli, dan Yoyon Nofanta

“Kegiatan Expo Sawit Nasional ini juga tidak luput dengan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). BPDP mempunyai tujuan salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan para pekebun,” ujarnya.

Tumbuh Kembang UKMK

PWPM Aceh juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan Expo Sawit Nasional tahun 2025. Semoga dengan kegiatan Siexpo 2025 ini tetap terus terjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas sawit di Indonesia.

“Melalui pengelolaan dana yang efektif untuk mendukung pengembangan industri kelapa sawit. Serta mendukung tumbuhnya pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di masyarakat,” ungkap Zul Hafiyan.

Dia berharap BPDP bisa menyediakan dukungan keuangan dan teknis untuk usaha kecil dan menengah di sektor perkebunan kelapa sawit. Dukungan untuk UKM kelapa sawit yang ada di wilayah Indonesia, khususnya di Aceh.

“BPDP juga bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit, kakau dan kelapa terhadap perekonomian tingkat nasional. Dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan di Indonesia,”.

Parfum, Ecoprint dan Souvenir

Sementara itu Fauzan Putraga Albahari, utusan PWPM Aceh mengucapkan terima kasih kepada BPDP Republik Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada Pemuda Muhammadiyah Aceh untuk mempromosikan hasil karya UKMK dari bahan sawit.

“Selama Siexpo 2025, Pemuda Muhammadiyah Aceh menampilkan beberapa produk olahan dari sawit. Seperti parfume, bahan ecoprint, souvenir khas Aceh. Dan kreativitas lainnya yang bisa kita promosikan dan dijual dipasar setingkat nasional,” papar Fauzan di sela-sela Siexpo 2025.

Menurutnya, ini menjadi salah satu kesempatan besar untuk Pemuda Muhammadiyah Aceh dalam memperkenalkan produk lokal yang ada di Bumi Serambi Mekkah. Insyallah jika diberi kesempatan kita akan membawakan program seperti ini ke Provinsi Aceh untuk kita kembangkan lebih baik,” urainya.

PWPM Aceh ke depannya akan terus melibatkan para pelaku UKMK yang ada di wilayah Aceh. “Khususnya untuk pengembangan lebih lanjut dan mendukung penuh dalam meningkatkan kesejahteraan para pekebun sawit di Aceh,” tuturnya. (#)

Jurnalis Rizki Maulizar Yusuf. Penyunting Sugiran.